
Perayaan ulang tahun Davino selalu dirayakan dengan sederhana.Seperti hari ini,Maliq mengajak kami makan di restaurant Jepang.Maliq mengatakan kalau Davino sudah sembuh dari alergi nya.Dia sudah bisa makan daging sapi dan ikan.Dia juga sudah bisa minum susu sapi Berarti dia sudah bisa makan es krim juga.
"Mommy,aku mau pesan tempura." Davino menatap memelas kepada ku.
"No Davin,kamu belum bisa makan udang.Untuk kamu mommy akan pesan kan karage saja."Aku masih fokus membaca buku menu.
"Mommy salah,kemarin aku makan tempura dengan om Maliq,dan aku baik-baik saja."
Aku langsung mengerutkan dahi ku menatap maliq.Melihat ku, Maliq hanya mengedikkan bahu nya.
"Oh ayo lah mi,ini kan hari ulang tahun ku,please!"Davino kembali memelas dan memohon dengan mengatup kan kedua tangannya didada.
Dia semakin hari semakin pintar merayu.Aku tidak tahu dari mana dia belajar merangkai kata-kata seperti ini.
Akhir nya aku hanya bisa mengalah dan mengijinkan tempura masuk dalam menu yang kami pesan.
Tidak berapa lama Elissa pun datang dan langsung bergabung dengan kami.Kami sengaja mengajak nya makan siang bersama.
Begitu melihat Elissa,davino langsung bertanya,"Tante Eliss,kenapa tante tidak membawa cake ulang tahun ku?aku ingin cake yang dilumuri coklat."
"Astaga davin sayang!tante lupa mengambil nya dari toko kue tadi.Maaf kan tante ya!Nanti malam saja kita potong cake nya ya!" Mendengar Elissa mengatakan ini Davino hanya cemberut.
"Hey Davin,kenapa wajah kamu seperti itu?kamu tidak boleh egois.Tante Eliss kan sudah bilang kalau dia lupa." Aku menatap tajam kearah Davino yang duduk tepat dihadapan ku.
"Tante Eliss,maafin Davin ya! tadi davin sudah cemberut pada tante." mendengar ini Elissa langsung memeluk nya.
Aku dan Maliq hanya tertawa memandang mereka berdua.Elissa memang begitu menyayangi Davin.Begitu juga sebaliknya.
"Mommy,kemarin ada seorang om yang datang menemuiku disekolah.Teman-teman ku bilang itu pasti Daddy ku mi.Mereka bilang wajah kami mirip mi."Davin terus berbicara sambil menikmati es krim yang dibelikan oleh Maliq tadi.
Aku begitu terkejut mendengar apa yang diceritakan oleh Davin.
__ADS_1
"Om siapa Davin?kapan dia datang menemui mu?" Aku langsung memberondong nya dengan pertanyaan.
"Kemarin loh mi,ooo pasti aku lupa cerita dengan mommy.Dia baik sekali mi,dia membelikan aku coklat yang banyak sekali,dab coklat itu aku bagi-bagi kan dengan teman-teman ku.Tapi mi,om itu kasihan sekali mi,dia harus menggunakan satu tongkat ditangan nya ketika berjalan."
Mendengar ini aku begitu terkejut,mungkin kah itu Dimas?Apa dia sudah kembali?Apa pengobatannya sudah berhasil? Kurasa pengobatannya berjalan dengan baik,bukti nya dia sudah bisa berjalan walaupun masih menggunakan satu tongkat.
Belum sempat aku sadar dari keterkejutan ku,tiba-tiba seorang pramusaji meletakkan cake yang penuh dengan coklat dimeja kami.Aku yang merasa tidak pernah memesannya hanya menatap heran.Aku melihat Maliq dan Elissa,Namun mereka hanya mengedikkan bahu menandakan kalau bukan mereka yang memesannya.
"Maaf mbak,seperti nya anda salah.Kami tidak pernah memesan cake ini." Aku mencoba menggeser cake ini untuk dibawa kembali oleh sang pramusaji.
"Tidak mbak,cake ini memang diminta untuk diantarkan kemeja ini.Untuk Davino yang lagi berulang tahun.Cake ini dari pelanggan yang duduk dimeja nomor 5."
Setelah pramusaji mengatakan ini,kami semua serempak melihat kemeja nomor 5.Dan ya..Dimas tersenyum kearah Davino sambil melambaikan tangannya.Davino membalas lambaian tangannya dan tersenyum padanya.Seketika aku merasa seluruh sendi ku melemah.
Setelah empat tahun dia kembali,namun keadaan kami sudah berbeda.Hubungan kami sudah tak seperti dulu lagi.Aku dan Dimas kini bukan siapa-siapa lagi.
Davino langsung berlari kemeja Dimas.
"Om yang membelikan aku cake?terimakasih om,om sudah menepati janji om.Ayo om ikut bergabung dengan kami.Akan ku kenal kan dengan mommy ku yang cerewet itu."
Aku melihat Dimas berjalan dengan satu tongkat jenis elbow ditangannya.Dadaku ku berdesir ketika dia semakin mendekati kami.
"Om,kenalin ini mommy aku,Mommy Shareen."
"Halo Shareen,apa kabar?" Dimas mengulurkan tangannya padaku.Aku hanya tercenung menatap nya.
"Mommy,kenapa mommy melamun?" Davino mengguncang tanganku,membuyarkan lamunan ku.
"Oh,iya alhamdulillah baik."Aku hanya mengatup kan kedua tangan ku didada.Bagaimana mungkin aku menyentuh nya kami bahkan sudah bercerai tiga tahun yang lalu.
Dimas hanya tersenyum kecut melihat tanggapan ku.Maliq pun terlihat mengernyitkan dahi nya melihat sikap ku.
__ADS_1
Dimas kemudian berjabat tangan dengan Maliq dan Elissa.
Dia kemudian duduk dihadapan ku bersebelahan dengan Davino.Ya..mereka terlihat mirip sekali.Davino seperti Dimas versi kecil nya.Pantas saja teman-temannya menebak kalau Dimas adalah papa nya.
"Oh iya,nama om siapa ya? kita kan belum berkenalan.Kenal kan nama ku Davino Sudjatmiko Halim.Aku adalah pahlawan mommy ku,yang akan selalu melindungi nya."Davino mengulurkan tangannya kehadapan Dimas.
Melihat ini Dimas langsung tersenyum,dan menjabat tangannya.
"Kenalkan nama saya Dimas."
"Hanya Dimas?bukan kah itu terlalu singkat?" Davino memutar bola mata nya seolah-olah sedang berpikir.
"Kenapa aku merasa nama om mirip seperti nama Daddy ku ya?Kata mommy nama daddy ku juga Dimas.Tapi sekarang dia sedang tidak disini,dia lagi bekerja di luar negeri."
"Davin,sekarang waktu nya makan!" aku langsung menyela ucapannya.Aku tidak tahu kenapa Davino berubah jadi anak yang banyak bicara.Biasa nya Davin tidak suka berbicara dengan orang yang baru dikenal nya.Dia hanya mau berbicara dan berinteraksi dengan ku,Maliq dan Elissa.
Kami mulai menikmati makanan kami.Ku perhatikan Dimas sesekali menyuapi Davin.Dia juga akan membersihkan sisa makanan di ujung bibir atau di pipi Davin dengan menggunakan tisu.Benar-benar potret yang mesra antara ayah dan anak.Mereka terlihat sangat cocok dan harmonis.
Apakah ini saat nya aku mengatakan pada Davin kalau Dimas adalah ayah nya yang selama ini dinantikannya.Selama ini aku memang sengaja tak memberitahu Davin seperti apa wajah Dimas.Dia pernah bertanya,kenapa aku tak menyimpan foto Daddy nya.Waktu itu aku menjawab kalau Daddy nya tidak suka berfoto.
Selesai makan kami melanjutkan dengan acara pemotongan kue.Davin memotong kue dibantu dengan Dimas.Dan potongan pertama diberikan Davin untuk ku.
"Mommy,terimakasih sudah melahirkan dan membesarkan aku.Aku akan selalu menyayangi mommy."Davin mengecup kening dan pipi ku.
Potongan kue berikut nya diberikan Davin pada Maliq,"Om Maliq,terimakasih karena sudah menjaga ku dan Mommy.Nanti kalau daddy ku tidak kembali lagi.Aku akan menjadikan om sebagai pengganti Daddy ku." Mendengar ini aku langsung tersedak.
Sempat ku lihat wajah Dimas yang memerah mendengar ucapan Davin.Dan Maliq,dia hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Davin.
Kemudian Davin memberikan potong kue untuk Elissa.Dia juga mengucapkan terima kasih pada Elissa.
Dan yang terakhir dia memberikan untuk Dimas.
__ADS_1
"Om Dimas,ini potongan yang spesial untuk om,Karena om yang telah membelikan kue ini.Ini potongan paling besar."
Dimas menerima kue dari davin kemudian mengelus puncak kepala nya dan mencium kening nya.