Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Shareena Hashi,aku mencintai mu


__ADS_3

Di hari berikut nya aku mulai menjaga jarak dengan Pak Dimas.Aku ingin membiasakan diri tanpa nya.Namun bagaimanapun juga cinta akan selalu membawa kita kembali.Ketika seharian aku menghindari nya,disaat makan malam kami akan akrab kembali.Dia akan memasak untuk ku makanan yang enak.Terkadang dia memasak omurice,sup ikan jahe,ayam tim jahe,sup kepiting jagung.Semua masakannya adalah masakan khas china dan jepang.


Dia ahli dalam memasak,masakannya benar-benar enak.Bahkan nasi goreng buatannya juga enak.Bagaimana dia bisa memiliki tangan seorang ahli memasak.Dia pernah bilang ketika dia kecil dia suka memasak bersama ibu nya.Ayahnya tidak terlalu suka masakan luar.Jadi ibu nya selalu memasak dirumah.


Aku mengatakan kalau aku akan kursus memasak.Jadi jika aku memiliki anak laki-laki nanti,aku pun akan mengajarinya memasak.Mendengar ini dia hanya tertawa dan mengacak rambut ku.


"Seharus nya kamu menikah saja dengan lekaki yang ahli memasak.Kenapa kamu harus bersusah payah kursus memasak?" Pak Dimas berkata sambil meletakkan sup kepiting jagung kedalam mangkuk kecil.


"Tidak tahu apakah dimasa depan masih ada rezeki menemukan lelaki seperti bapak."Aku menjawab sambil menggedikkan bahu ku.


"Kalau begitu ayo buat kesepakatan,Jika takdir mempertemukan kita di masa depan mari kita menikah."


Aku.............


Dia seperti serius mengatakan ini,jadi aku hanya menanggapi,"Iya itu bukan ide yang buruk,tapi aku tidak mungkin mengalah ikut agama bapak."


Hening sesaat...


"Tidak perlu,karena di masa yang akan datang giliran saya yang berusaha.Shareen..mulai besok jangan panggil saya bapak.Karena besok saya bukan atasan kamu lagi." Iya besok adalah hari terakhir ku bekerja disini.


"Saya harus panggil apa?"


"Terserah kamu,kamu bisa panggil saya koko,abang,atau kamu bisa saja panggil saya nama."


"Terlalu tidak sopan kalau panggil nama,usia kita berbeda Empat tahun.Aku panggil Koko saja,Ko Dimas."


Mendengar ini dia tersenyum padaku.


Percakapan kami terhenti ketika notifikasi masuk bersamaan ke ponsel kami.Ternyata itu dari Merryana.Dia telah melahirkan bayi perempuan.Aku dan Pak Dimas saling memandang dan kemudian saling melemparkan senyum.


"Besok kita bisa sekalian menjenguk nya ketika pulang ke kota R."Aku hanya mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Hari ini aku berpamitan pada semua karyawan.Karina memberi ku bingkisan sebagai cinderamata.Dia memberi ku sebuah boneka koala.Aku bertanya kenapa dia memberiku boneka ini.Karina menjawab kalau aku memang seperti koala.Karena aku suka menempel pada siapa pun,mirip seperti koala.


Mendengar ini aku tertawa kemudian memeluknya.Pelukan yang begitu erat,seolah ini pelukan terakhir kami.Aku tak dapat membendung air mataku.Begitu pun dengan Karina.Aku tidak tahu apakah aku atau Karina yang singgah sementara dikehidupan masing-masing.


Rendy keluar dari ruangannya,dia memberiku sebuah gelang tangan serut yang terdapat liontin berinisial nama ku yang terbuat dari emas.Aku tahu ini hadiah yang cukup mahal.Namun aku tidak terlalu peduli dengan harga,karena aku yakin dia punya stock uang yang cukup banyak.


Pak Dimas membiarkan ku berpamitan kepada karyawan yang lain,dia memilih menunggu ku di mobil.Setelah acara perpisahan selesai aku menuju ke mobil.Sebelum masuk ke mobil aku menatap kembali gedung perkantoran.Tidak tahu apa masih bisa kembali lagi kesini.


Aku masuk ke dalam mobil.Pak Dimas mulai menyalakan mesin mobilnya.Perlahan kami meninggalkan kota C.Kami singgah di rumah mertua Merryana.Rumah nya terletak didalam gang sempit.Mobil tidak bisa masuk.Jadi Pak Dimas memarkirkan mobil nya dipinggir jalan.


Kami masuk kedalam dengan berjalan kaki sekitar seratus meter.Kami membawa beberapa bingkisan perlengkapan bayi.Tidak terlalu banyak rumah didalam gang ini.Kami bertanya kepada seorang wanita muda yang sedang menyapu halaman.Dia langsung menunjuk rumah semi permanen berwarna coklat.


Aku mengucapkan salam tiga kali,yang kemudian muncul dari dalam rumah seorang wanita paruh baya menyambut kami.Aku mengatakan kalau kami datang ingin menjenguk Merry.


Dia mempersilahkan kami masuk dan menyuruh kami langsung masuk kedalam kamar Merry.Aku pun masuk dan melihat Merry sedang duduk di ranjangnya sambil memangku bayi nya.


Melihat kami datang dia langsung tersenyum.Aku meletakkan bingkisan yang kami bawa disebelah nya.Bayi nya begitu imut,wajahnya mirip seperti Merry.Mata nya sipit,kulitnya putih kemerah-merahan.Benar-benar bayi yang cantik.


"Ingin menggendong nya?" Merry menawarkan pada ku.


"Ya boleh dong!" Merry menyerah kan bayi nya ke tanganku.


"Siapa namanya?" Aku bertanya sambil membelai pipi merah nya.


"Eryanna." Merry menyebutkan nama nya sambil tersenyum.


"Kenapa namanya mirip dengan mama nya,sungguh tidak kreatif." Tiba-tiba Pak Dimas menyela.Merryana hanya menyebikkan bibir nya.


"Namanya bagus,aku akan memanggilnya baby Erya."Aku mengatakannya sambil memandang baby Erya.


"Ren,kapan kamu akan pergi ke kota M?" Merry mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Nanti malam aku pulang ke kota T naik kereta malam.Besok sore aku langsung ke kota M.Hari senin aku sudah harus masuk kerja."


"Kami akan merindukan mu Ren."Merry mengatakan ini dan mengambil baby Errya dari gendongan ku karena sudah tertidur.


"Ya..aku juga akan merindukan kalian."Aku menjawab sambil duduk di kursi kayu yang ada dikamar Merry.


"Okey ini sudah terlalu sore,seperti nya kami harus pamit."Aku memeluk Merryana dan sial nya aku harus menangis lagi.


"Jaga dirimu baik-baik." Merryana melepaskan pelukannya.


Aku dan Pak Dimas kembali kemobil dan melanjutkan perjalanan kami.Dimobil aku tak henti-henti nya menceritakan bayi Erya.Pak Dimas hanya tersenyum menanggapi ku.


"Kamu suka dengan anak kecil?Apa kamu berencana menikah diusia muda seperti Merry?"


"Oh tidak,aku hanya menyukai bayi tapi belum terfikir untuk memilikinya."Aku menjawab sambil menggedikkan bahu ku.


Pak Dimas mengantar ku sampai rumah Bang Rahman.Dia juga mengatakan akan mengantar ku kestasiun kereta nanti malam.Aku hanya mengangguk setuju.


"Hmmm...Ko Dimas,terimaksih."Aku mengucapkannya sebelum turun dari mobil.Dia sedikit terkejut,mungkin karena aku telah mengubah panggilan untuk nya.


Aku masuk kerumah dan bergegas mandi.Aku juga membereskan beberapa barang ku yang ada dirumah Bang Rahman.


Jam sembilan malam Dimas menjemputku.Aku berpamitan dengan Bang Rahman dan istri nya.Dimas mengajak ku makan malam dahulu.Aku mengatakan kalau aku ingin makan bakso malam ini.Dia hanya setuju dan membawaku makan di warung bakso yang pertama kali ku kunjungi bersama nya di kota ini.


Aku memesan bakso dan tetelan.Dimas memesan bakso dengan bihun.Kami menikmati bakso tanpa berbicara.Selesai makan Dimas mengajakku berjalan-jalan mengelilingi kota R.Masih ada waktu satu jam lagi sebelum kereta berangkat.Aku pun setuju,setelah ini tidak akan ada lagi jalan bersama.


"Ren,boleh saya tahu alamat kamu di kota M?" Dimas memecah kesunyian.


"Buat apa?Setelah ini pun seharus nya kita tidak perlu berkomunikasi lagi.Setidak nya aku harus memenuhi janjiku pada mama nya Ko Dimas."


Dimas menghentikan mobil nya.Dia mengambil sebuah kotak perhiasan kecil dari dalam dashboard mobil nya.Ketika kotak itu dibuka terlihat cincin bermata merah yang dikelilingi berlian.Dia menarik tangan kiri ku dan memakaikan cincin itu dijari manis ku.Aku pun tidak mengerti kenapa cincin ini begitu pas dijari ku.

__ADS_1


"Ini cincin bermata ruby.Kamu tahu arti batu ruby? Batu ruby adalah batu yang melambangkan cinta.Shareena Hashi...saya mencintaimu." Deg..seolah jantung ku berhenti berdetak,akhirnya disaat kami akan berpisah dia baru mengatakan kata-kata ini.


Aku terdiam tak mampu berkata apa-apa.Dimas mencium kening ku dengan lembut.Air mata ku pun jatuh begitu saja.Mengapa harus sesakit ini yang namanya perpisahan.


__ADS_2