Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Pundak yang hangat


__ADS_3

Setelah percakapan ku dengan Pak Dimas malam itu,aku benar-benar tak menikmati acara gathering ini.Hari ini kami bersiap-siap untuk pulang.Sebenar nya aku sangat menyukai pemandangan dan suasana di kota B ini.Hanya saja kedatangan ku untuk yang pertama kali ini malah memberikan kenangan buruk disini.Aku berjanji akan datang ketempat ini lain kali,dan mengganti nya dengan kenangan yang lebih indah.


Rencana ku untuk pindah ke bus 2 tak dikabulkan pak Dimas.Alasannya bus 2 itu isi nya karyawan laki-laki semua.Well,dia privilege untuk mengatur aku karyawannya.Dan aku tak bisa membangkangnya.Tapi aku memilih duduk paling belakang.Merry tak protes sama sekali,karena tanpa bertanya pun dia sudah tahu alasan ku.


Karena terlalu lelah ,ketika bus berjalan setengah jam aku langsung tertidur.Dalam tidur ku aku bermimpi berada disebuah lorong yang panjang.Aku melihat seorang lelaki tua berbaju putih yang kukenali adalah kakek ku.Lelaki itu terus berjalan menjauhiku, aku terus memanggilnya namun dia terus saja berjalan tidak menghiraukanku.Aku berlari sampai lelah mengejar nya,namun bayangannya hilang ditelan cahaya.


Aku tersadar saat ada yang mengguncang bahu ku.Keringat mengucur didahi dan pelipis ku.


"Ren,kamu kenapa? kamu mimpi ya?"Pak Dimas mengulurkan sebotol air mineral kepadaku.Aku langsung meraih dan meminum nya.Dia menjelaskan kalau tadi nya dia ingin ke toilet namun dia melihat aku tidur dengan gelisah,jadi dia berinisiatif untuk membangunkanku.


Aku berterimakasih padanya sebelum dia berlalu kembali ke kursinya.


Kedua orang tua dari ibuku memang tinggal bersama kami.Ibu ku adalah anak perempuan paling kecil dikeluarga nya.Yang aku tahu nenek ku lumpuh selama belasan tahun.Ibu dan kami cucu-cucu nya lah yang mengurusnya.Nenek meninggal ketika usia ku 9 tahun.


Sedangkan kakek ku yang sekarang berusia hampir 80 tahun,masih hidup walaupun tidak sesehat dulu.Kemarin ketika aku pulang dia sudah sakit-sakitan.Dia adalah orang yang paling tidak setuju ketika aku pergi bekerja keluar kota.Dia bilang anak perempuan itu tempat nya dirumah,bukan keluar cari makan.


Yah,kakek ku memang pemikirannya masih kolot.Namun aku tahu dia seperti itu karena rasa sayang nya kepada kami cucu-cucu nya.Papa ku juga sering tidak sepemikiran dengannya.Papa ku adalah orang yang open minded.Tidak jarang papa sering berselisih paham dengan kakek.Namun aku tahu itu tidak berarti mereka saling membenci.


Ketika pulang kerja papa selalu bertanya pada kami apakah kakek sudah makan? Begitu pun ketika kakek sakit,dia akan bertanya apakah kakek sudah minum obat.

__ADS_1


Pernah papa ku dirawat dirumah sakit karena penyakit hipertensi nya,kakek akan sibuk menyuruh kami mengantarkan makanan untuk nya.Dia takut papa ku tak berselera dengan masakan dirumah sakit.Kata nya makanan dirumah sakit itu pasti tidak enak.


Dari mereka aku belajar bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menyayangi.Marah tak berarti membenci dan sebalik nya juga orang yang perhatian dengan kita tak serta merta dia jatuh cinta pada kita.Mungkin hanya sayang atau juga kasihan.


Disisa perjalanan aku masih memikirkan mimpiku.Tiba-tiba ada rasa tidak nyaman dihatiku.Aku hanya memandang keluar jendela,rasa kantuk ku menghilang.


Ada yang bilang ketika kita pergi ke suatu tempat yang baru,perjalanan pulang akan terasa lebih singkat daripada perjalanan ketika kita datang.Namun yang kurasakan sekarang perjalanan pulang ini terasa jauh lebih panjang. Aku tidak tahu kenapa,apa karena aku merasa bosan karena duduk sendirian.Atau karena perjalanan ini bukan perjalanan yang aku ingin kan.


Aku memeriksa ponsel ku,ada satu pesan masuk ku lihat Maliq pengirim nya.Dia menanyakan kabar ku dan lagi dimana.Ya selama acara gathering aku dan dia tidak pernah bertukar pesan.


Aku membalas pesannya mengatakan aku sehat dan sekarang lagi dalam perjalanan pulang dari acara gathering.Dia membalas akan menghubungiku kalau aku sudah sampai.


Dia suka bercerita tentang pekerjaannya,sesekali dia akan bercerita tentang keluarga nya.Dia anak pertama dari tiga bersaudara.Adik laki-laki nya yang ketiga seusia dengan ku.Dia tidak memiliki saudara perempuan.Ketika dia bertemu denganku dia telah menganggap ku sebagai adik nya.


Dia selalu teringat dengan tragedi saus cabai yang tumpah ke mangkok ku.Katanya itu menjadi pelajaran juga buat nya.Sekarang sebelum dia memencet botol saus,dia akan memeriksa tutup botol nya untuk memastikan tutupnya tidak longgar.


Aku juga kadang tertawa sendiri ketika mengingat kejadian itu.Ya aku kadang seceroboh itu.Aku pernah terpeleset ditangga saat akan mengangkat pakaian yang dijemur dilantai tiga.Aku menyenggol guci diruangan Pak Dimas yang menyebabkan kaki ku harus dijahit 12 jahitan.Aku pernah jungkir balik karena memainkan kursi putar di kantor ku.Dan semua tingkah absurd ku yang kadang membuat orang geleng-geleng kepala karena merasa tak biasa.


Aku tersentak kaget saat Pak Dimas menyodorkan pada ku sebungkus roti sobek.Aku memandangnya bingung.

__ADS_1


"Kemungkinan kita berhenti makan satu jam lagi.Saya takut kamu lapar,dan berdampak sama lambung kamu.sebagai pengganjal lapar makan roti ini dulu."


"Terimakasih." Aku sedikit mengangguk dan menerima roti nya.


Kupikir dia akan pergi setelah memberikan roti,ternyata dia malah duduk disebelahku.Aku sedikit risih,aku takut karyawan lain berpikiran macam-macam apalagi Jennika.


"Kamu lagi ada masalah ya,dari berangkat tadi kamu diam saja? Nggak berencana cerita ke saya?" Dia membuka obrolan diantara kami.


"Maaf pak,tapi kita nggak sedekat itu."


"Ren,kemarin kamu nggak gini ke saya?"


"Karena sekarang saya sadar kalau omongan bapak benar.Saya nggak harus bercanda dengan hidup saya."


Bahkan kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutku.Aku tidak peduli kalau dia akan sakit hati.Terlalu lelah memikirkan sakit hati orang lain dikala hatiku sendiri sudah hancur remuk dari kemarin.


Pak Dimas tidak bicara lagi,dia hanya diam namun tetap tak beranjak dari tempat nya.Aku terus menggerutu dalam hati,kenapa dia masih disini.Aku takut dia mendengar debaran jantung ku.Aku takut dia tahu kalau aku masih menginginkan nya.


Aku memilih tak menghiraukannya,aku pura-pura tertidur yang akhirnya membuatku jadi benar-benar tertidur.Kali ini aku bermimpi tidur dibahu Pak Dimas yang hangat.Begitu jahat nya dia,bahkan dia terus mengusik ku sampai ke alam mimpi.

__ADS_1


Rasanya aku tak ingin terbangun dari mimpi ini.Kalau bisa aku ingin mengajak serta Jennika ke alam mimpiku juga,biar dia melihat kalau aku juga bisa bersandar di bahu Pak Dimas.Hahaha,...sampai seakut itu rasa cemburu ku padanya.


__ADS_2