Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Kisah yang belum usai..


__ADS_3

Selesai makan Dimas mengajakku pulang dengan mobil nya,ada yang ingin dibicarakannya.Akhirnya aku menitip kan Davino pada Maliq untuk diantar pulang.


Dimas membawa supir pribadi.Dengan keadaan kaki nya yang sekarang,tidak memungkinkan untuk dia mengemudikan mobil sendiri.


Di dalam mobil aku duduk dengan sedikit gelisah.Perpisahan yang cukup lama membuat keadaan sedikit canggung.


"Kenapa kamu pindah ke Villa Mutiara?" Dimas menatap ku dalam.


"Rumah itu terlalu besar,aku hanya tinggal berdua dengan Davin."Aku menjawab seadanya.


"Aku pulang kerumah itu kemarin,tapi aku tak menemukan kalian.Aku memutuskan menemui Davin disekolah nya.Shareen,ayo kembali kerumah kita."Dimas meraih tangan ku dan menggenggam nya.


Aku langsung menarik tangan ku dan berkata,"Maaf kita sudah bercerai,kamu harus tahu batasannya."


Tatapan mata Dimas begitu dalam.


"Aku tidak pernah menceraikan kamu Ren.Surat cerai itu tidak pernah ku tanda tangani.Dan aku tidak pernah menjatuh kan talak pada mu.Jadi secara hukum dan agama kita masih suami istri."


Aku menyipitkan mataku memandang nya.


"Maksud ko Dimas apa?"


"Iya kita tidak pernah bercerai Ren.Setelah kamu menandatangani surat cerai itu,seminggu kemudian dokter memberi ku berita baik.Dokter mengatakan kalau aku masih bisa berjalan lagi.Dan sekarang kaki ku hampir pulih Ren,sebentar lagi aku bisa menggendong Davin.Dan kita bisa berkumpul bersama."Mata Dimas berbinar-binar mengatakan ini.


Aku tidak tahu harus berkata apa.Aku tidak tahu apa kah harus bahagia atau tidak dengan keadaan ini.


Bagaimana dia dengan sesuka hatinya bisa mengatur hubungan kami.Jika dia mau kami berpisah kami akan berpisah,dan jika dia mau kami bersatu kami harus bersatu.


Aku menaikkan sudut bibir ku dan mencibir,"Segampang itu Ko Dimas membolak balikkan keadaan.Koko pernah berpikir nggak bagaimana perasaan aku ketika Ko Dimas meminta kita bercerai.Dan sekarang saat aku mulai terbiasa,koko ingin kita bersama lagi.Ko,ini hati bukan taman bermain."


"Shareen,aku tahu kamu kecewa,kamu marah pada ku.Aku juga terpaksa mengambil keputusan itu.Tapi sekarang tolong pikirkan Davin,dia membutuh kan keluarga yang utuh.Shareen,kalau pun bukan demi aku,setidak nya ini demi Davin."

__ADS_1


Aku tak ingin berdebat lagi dengan nya.Aku membuang pandangan ku keluar jendela.Kota M sudah memasuki musim penghujan.Disiang hari cuaca akan terasa terik,namun menjelang sore akan turun hujan dengan cukup deras.Dan akan berlangsung hingga malam hari.


Tak ada percakapan lagi di mobil sampai kami tiba di Villa mutiara.Aku menawarkan pada Dimas untuk singgah,aku tak bisa membencinya.Bagaimanapun juga aku pernah benar-benar mencintainya.Setelah kami masuk,mobil yang mengantar kami langsung pergi.Aku menatap heran pada Dimas.


Dia lalu berkata,"Nanti aku akan menelpon supir untuk menjemput."


Mbak Asih yang menyambut kedatangan kami sedikit heran menatap Dimas.Karena selama ini satu-satu nya lelaki yang datang kerumah ini hanyalah Maliq.


"Mbak,Davin nya mana?" Aku bertanya pada Asih yang masih termangu menatap Dimas.


"Oh,Davin nya ada di kamar nya bu."Asih menjawab dengan sedikit terbata.


Aku mengajak Dimas kekamar Davin.Melihat ku datang bersama Dimas dia langsung berlari dan memeluk Dimas.


"Om,kenapa bisa datang ke rumah aku?pasti mommy yang mengajak om ya?"


"Davin sini,duduk sini."Aku mengajak Davin duduk di ranjang.Dia pun patuh dan duduk berhadapan dengan ku.


Davin hanya mengerutkan dahi nya menatap ku.


"Maksud mommy,om Dimas ini benar-benar daddy ku?"


Aku menganggukkan kepalaku.


"Daddy,aku rindu Daddy!" Davin kembali menghambur kepelukan Dimas.


"Kenapa Daddy lama sekali pulang?kasihan mommy,aku sering melihat mommy melamun dan menangis." Mendengar ini wajah ku langsung memerah.


Malam ini Dimas mengajak kami pulang kerumah yang dulu ku tempati bersamanya.Awal nya aku menolak,namun Davin begitu bersemangat.Akhirnya aku pun setuju.Sepanjang perjalanan hujan terus mengguyur dengan deras.Cuaca semakin dingin.Aku menyelimuti davin yang tertidur dengan sweater.


Kulihat Dimas sedikit tidak nyaman.Dahi nya berkeringat.Dicuaca yang begitu dingin bagaimana bisa dia berkeringat.Tangannya sedikit gemetar memegangi lutut nya.Namun dia mencoba terlihat rileks ketika aku memandang nya.

__ADS_1


"Ko Dimas,baik-baik saja?" Aku semakin curiga ketika kulihat wajahnya memucat.


"Oh,iya nggak apa-apa kok? Rud,bisa kamu percepat sedikit!" Dia memerintahkan pada supirnya untuk mempercepat laju mobil nya.


Ketika sampai dirumah,Dimas menyuruhku membawa Davin kekamar nya.Aku pun menggendong Davin.Setelah meletakkan Davin dikamar,aku langsung turun untuk melihat Dimas.


Dia berada diruang keluarga,besandar di sofa dengan mata terpejam.Kulihat dahi nya mengerut seperti menahan sakit.Ada beberapa jenis obat-obatan diatas meja.


Aku berjalan mendekati nya dan duduk disebelahnya.


"Sakit banget ya ko?" aku memegang lutut nya.


Dia sedikit terkejut,membuka matanya dan tersenyum melihatku.


"Sakit sedikit."


Aku tahu dia berbohong.Itu pasti sangat menyakitkan untuk nya,sampai dia mengeluarkan keringat dingin menahannya.


"Apa sering seperti ini?" aku masih penasaran.


"Hmmm...hanya sesekali,saat cuaca terlalu dingin."Dia menggenggam jemari ku.Entah kenapa dada ku langsung berdesir.


Mungkin karena terlalu lama berpisah,jadi semua terasa canggung bagi ku.


"Shareen,aku masih harus menjalani terapi beberapa kali lagi.Tapi kali ini aku ingin kamu menemaniku untuk terapi.Aku tak ingin menjalani semua nya sendiri.Itu benar-benar menyedihkan buat ku Ren." Dia menyandarkan kepalanya di bahu ku.


Tanpa sadar aku membelai rambut nya.Setelah empat tahun,akhir nya aku bisa berada sedekat ini lagi dengan nya.Aku bisa membelai rambut nya,menyentuh wajah nya,mencium kening nya.Aku pikir ini tak akan pernah lagi bisa aku lakukan.


"Aku ingin membenci koko sekali saja.Namun aku tak punya alasan untuk melakukannya.Bahkan dengan semua kesedihan dan kesepian yang telah ku lalui,aku masih belum bisa membenci mu.Aku hanya tahu kalau aku benar-benar mencintai mu."


"Ren,maaf kan aku Ren.Aku belum bisa menjadi lelaki terbaik untuk kalian.Namun mulai hari ini aku berjanji akan selalu ada untuk kalian."Dimas memelukku erat.Mengecup keningku berulang kali.

__ADS_1


Malam ini aku tidur dengan nyenyak dalam pelukan Dimas.Dada nya masih jadi tempat ternyaman untuk ku.Detak jantung nya seperti irama yang menenangkan ku.Aku tahu kisah kami tak benar-benar selesai.Karena cinta akan tetap membawa kami kembali bersama.


__ADS_2