Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Lelaki yang ku ingin kan


__ADS_3

Akhirnya aku bisa menjejakkan kaki ku disini.Kota Beijing dimusim gugur terlihat begitu cantik dan romantis.Daun-daun mengering dan warna nya terlihat indah sekali.Cuaca disini juga sudah mulai terasa dingin.Karena setelah musim gugur yang berlangsung sekitar dua bulan,akan masuk musim dingin yang lebih panjang waktu nya.


Sebelum berangkat,Dimas tak lupa mengingatkan ku untuk membawa pakaian yang sedikit tebal.Aku hanya mengiyakan nasehat nya.Dia mengatakan berulang kali kalau dia mengkhawatirkanku.Dan ya..dia memang orang yang unpredictable.Bukti nya saja dia sudah berdiri disebelahku,ikut menikmati pemandangan musim gugur yang tak pernah ku temui di Indonesia.


Dia sengaja memesan kamar yang bersebelahan denganku.Dan sudah dipastikan aku akan melewati perjalanan wisata ini bersama nya.Aku tak pernah membayang kan akan mewujudkan keinginan ku untuk tour keliling dunia ditemani oleh nya.Dia sekarang hanya teman,bukan kekasih atau pun suami.Namun dia sungguh memperlakukan ku dengan baik.Terkadang dia seperti seorang kakak yang memperhatikan adik kecil nya.


Kami mengunjungi setiap destinasi wisata bertiga.Dimas,aku dan Pak Leo.Awal nya Pak Leo heran,kenapa Dimas bisa ikut dalam acara tour kami.Namun Dimas langsung menjelaskan kalau dia juga turut merayakan resmi nya kerja sama antara perusahaan tempat kami bekerja dengan Rumah Sakit yang dipimpin nya.Rasa nya aku ingin tertawa ketika mendengar alasannya.Namun mengajak Dimas juga bukan ide yang buruk.Selain lancar berbahasa Inggris,dia juga fasih dalam berbahasa mandarin.Tidak heran,nenek moyang nya saja berasal dari negara ini.Kami akan sangat membutuhkan nya ketika kami ingin mencari makanan yang halal.Juga ketika kami berbelanja souvenir untuk oleh-oleh,kami akan mengandalkannya untuk menawar harga.


Kami mengunjungi tempat wisata tembok besar china.Dimas bilang dimusim gugur pemandangan disini sangat cantik.Aku mengatakan pada Dimas kalau seharus nya aku datang dimusim dingin.


"Padahal ingin sekali bisa lihat salju,harus nya aku datang dimusim dingin ya?"


"Kamu mungkin tidak akan tahan untuk keluar jalan-jalan dimusim dingin.Tapi..ayo kita kembali lagi kesini dimusim dingin!" Aku hanya bisa tercengang mendengar ajakannya.


"Wow,tawaran yang menggiurkan.Tapi aku lebih ingin ke korea untuk destinasi selanjut nya."Aku mengangkat bahu sedikit.


"Tidak masalah china atau korea,ayo kita cicil sedikit demi sedikit untuk mewujudkan keinginanmu."Mendengar ini hati ku langsung dipenuhi oleh kehangatan.


Ingin sekali rasanya aku memiliki pendamping hidup seperti nya.Dimas,dia selalu tahu caranya membuat ku bahagia.Dia tidak suka berdebat.Ketika aku marah dia hanya diam dan kemudian mencoba membujukku.Ketika dia tanpa sadar membentak ku dia akan langsung menyesal dan meminta maaf.Ya Allah,lelaki ini sungguh aku inginkan.Namun jika memang dia bukan pasangan yang terbaik untukku,ikhlaskan aku untuk merelakannya kelak.


Setelah tembok china,kami juga mengunjungi forbidden city,kota terlarang di Beijing.Ketika malam hari dia akan mengajakku menikmati pasar malam,dan makanan street food.Walaupun tidak semua bisa ku makan,tapi ini benar-benar sungguh menyenangkan.Seminggu terlewati dengan penuh kesenangan dan kegembiraan.

__ADS_1


Kami pulang ke Indonesia dengan penerbangan malam dari Beijing.Setelah melewati beberapa kali transit kami tiba pagi hari di kota M.Dimas mengantarkan ku pulang ke kost.Karena terlalu lelah aku meminta ijin tidak masuk kerja hari ini.Aku langsung tertidur.Ketika bangun,hari sudah sangat siang.Aku bergegas mandi,selesai mandi aku mulai memeriksa tas dan koper ku.


Aku ingat kemarin aku pulang membawa dua koper.Yang besar dan yang satu nya lebih kecil.Namun aku tak menemukan koper yang kecil.Setelah ku ingat-ingat aku yakin kalau koper ku yang satu nya tertinggal di mobil Dimas.Aku segera menghubungi nya,namun ponsel nya tidak aktif.Ku putuskan nanti sore aku akan ke cafe nya.Karena koper itu berisi barang-barang pesanan Elissa.


Siang ini aku hanya menghabiskan waktu dikamar kost ku.Aku menyapu dan membersihkan kamarku.Nonton drama kesukaan ku sambil mengunyah cemilan.Sesekali aku merebahkan diri ku sambil membuka sosial media di ponsel ku.Benar-benar membosankan.


Jam empat sore selesai Ashar aku menghubungi Dimas lagi.Namun ponsel nya masih belum aktif juga.Aku memutuskan untuk langsung datang ke cafe nya.Aku tidak tahu selain tinggal di Cafe dia ternyata ada tempat tinggal yang lainnya.Karena ketika ku tanya dengan salah seorang karyawannya,mereka mengatakan kalau Dimas belum pulang dari luar negeri.Padahal sejak tadi pagi kami sudah sampai di kota M ini.Yang pasti karyawan di Cafe nya tidak ada yang tahu,kalau bos mereka pergi ke luar negeri bersama ku.


Aku memutuskan untuk menunggu nya disini.Aku memesan segelas jus jeruk dan seporsi kentang goreng.Hampir satu jam menunggu,kulihat mobil Dimas datang dan berhenti didepan Cafe.Kulihat dia masih dengan pakaian nya yang tadi pagi.Dia masuk ke dalam cafe dengan diikuti oleh seorang perempuan.Dari jauh wajahnya terlihat sangat familiar sekali.Setelah kulihat dengan jelas aku sedikit terkejut.Jennika..ya dia Jennika.


Seperti nya Dimas tidak menyadari keberadaan ku.Setelah karyawannya mengatakan sesuatu padanya, dia langsung melihat kearah ku.Dia berjalan ke meja ku diikuti oleh Jennika.


"Sudah lama nunggu nya ya?sorry ponsel aku kehabisan daya tadi."Dimas berusaha menjelaskan padaku.


Jennika terlihat anggun,dia memakai gaun sifon selutut.Wajahnya semakin cantik,kulitnya putih dan mulus seperti porselen.Seperti nya dia terlahir tanpa cacat.Aku tak ingin membanding kan diriku dengannya lagi.Karena aku sudah berhenti melakukan itu semenjak aku tahu dia lah yang mengatakan pada ibu nya Dimas tentang hubungan kami.Dia terlihat begitu baik didepan,namun diam-diam menikam dari belakang.Jennika tersenyum padaku dan mengulurkan tangannya berjabatan denganku.Dengan berbasa-basi dia menanyakan kabar ku.


Dimas menyuruh Jennika duduk bersamaku,dan dia sendiri naik keatas.Mungkin dia ingin mandi dan membersihkan diri.


"Aku enggak menyangka kita bisa bertemu disini."Jennika meletakkan handbag nya diatas meja.


"Aku pikir kamu sudah berhenti berhubungan dengan Dimas.Ternyata kamu masih mengejar nya sampai kekota ini."Jennika melihat ku dengan sedikit mencibir.

__ADS_1


Wow mengejar nya katanya?apa aku tidak salah dengar,dengan jelas aku yang lebih dulu kekota ini.Wanita ini benar-benar pintar bersandiwara.Didepan Dimas dia terlihat seperti seekor kelinci putih.Padahal aslinya dia adalah seekor rubah yang licik.


"Lebih tepat nya Ko Dimas yang mengejarku.Karena aku yang lebih dulu datang ke kota ini."Aku tak ingin berkata manis lagi didepannya.


"Hahhaha..."Jennika tertawa mengejek melihat ku.


"Shareen,sekuat apa pun kalian berusaha itu tetap mustahil untuk hubungan kalian.Lagipula Dimas nggak mungkin kan ngorbankan orang tua nya.Dan asal kamu tahu,mamanya Dimas sendiri yang menyuruhku datang kesini.Dalam waktu dekat ini kami akan segera bertunangan.Dimas nggak cerita ya sama kamu,kalau orang tua ku dan orang tua nya sudah saling mengenal sejak dulu?" Mendengar ini hatiku terasa sakit.Aku merasa Dimas tidak serius melamar ku kemarin.Nyatanya dia akan bertunangan dengan Jennika.Tapi kenapa dia ngotot ingin belajar tentang Islam.


Tidak berapa lama kulihat Dimas sudah turun.Dia seperti nya habis mandi,terlihat segar dengan rambutnya yang sedikit basah.Aku berjalan mendekati nya dan menanyakan koper ku yang tertinggal dimobil nya.


"Sudah mau pulang ya?kok cepat banget?"Dia berjalan bersama ku keluar Cafe.


"Iya,sudah mau maghrib."Aku menjawab singkat.


"Ya sudah biar aku antar ya!"


"Enggak usah,enggak enak sama calon tunangan Ko Dimas.Kasihan dia datang jauh-jauh malah ditinggalin."Dimas mengerutkan dahi nya mendengar kata-kataku.


"Kamu bilang apa barusan Ren?calon tunangan?siapa yang mau tunangan dan dengan siapa tunangannya?"


"Ya Jennika sendiri yang bilang ke aku barusan kalau dia calon tunangannya Ko Dimas."Aku mengerucutkan bibirku.

__ADS_1


"Ih enggak ada itu,dia cuma ngarang saja.Yang benar itu kamu calon istri ku."Mendengar ini aku hanya memutar bola mataku jengah.


__ADS_2