
Sepanjang perjalanan pulang aku hanya memejam kan mata.
"Berhenti berhubungan dengan Maliq!" Suara dingin Dimas mengagetkan ku.Sontak aku menatap wajahnya yang datar tanpa ekspresi.
"Kenapa?kamu pikir aku tidak tahu,pertemuan mu di supermarket dan di Restaurant Sushi tadi." Maliq meneruskan ucapannya.
Aku hanya bisa tercengang menatapnya.Ternyata dia melihat ku bersama Maliq.Tapi kenapa tadi dia berakting seolah-olah tak melihat ku?
"Lalu,siapa perempuan dan anak kecil yang Koko temui di foodcourt supermarket,dan Restaurant sushi tadi?" Aku balik bertanya pada nya.
"Shareen,nanti aku pasti cerita padamu.Tapi aku minta kamu jauhi Maliq.Kamu itu istri ku,tolong batasi pergaulan mu dengan lawan jenis."
Mendengar ini aku hanya menarik sudut bibir ku,dan tertawa sinis.Bahkan setelah menikah aku juga harus memilih pertemanan.Harus nya Dimas tahu lingkaran pertemanan ku tak begitu besar.
"Okey,kalau Ko Dimas mau aku membatasi pertemanan ku,aku turuti.Asal,Ko Dimas juga harus melakukan hal yang sama.Batasi pergaulan Koko dengan Jennika atau perempuan-perempuan lain.Baik itu gadis,janda atau istri orang sekalipun."
"Hmm..Nyonya Dimas ini sudah mulai pinter melawan ya!"Dimas mengacak jilbab ku.
Aku hanya mengerutkan bibir ku.
"Shareen,besok kita makan malam dirumah papa ya!" Dimas sudah mengalihkan topik pembicaraan.
"Tapi mama Ana kan belum bisa nerima aku ko?"
Dimas meraih tanganku dan menggenggam nya.
"Shareen,pelan-pelan mama pasti akan menerima kamu .Apalagi kalau nanti kita sudah memiliki anak.Oleh karena itu... kita harus bekerja lebih keras membuat cucu untuk mama."Dimas tersenyum nakal padaku.
Mendengar ini aku langsung menepis tangannya.
"Ko Dimas sekarang pikirannya mesum terus ya!"
__ADS_1
"Ya...mesum dengan istri sendiri kan nggak apa-apa."
Sampai rumah aku langsung mandi untuk membersihkan diri.Dimas masih diruang kerja nya.Selesai mandi aku memilih merebahkan tubuh ku diranjang.Karena tadi sempat tertidur sebentar di Villa Mutiara,sekarang aku merasa tidak mengantuk.
Dimas masuk kekamar,melihatku bermain gadget di tempat tidur dia mendekati ku.
"Lagi chat dengan siapa?dengan Maliq ya?"
"Ih,siapa yang lagi chat,aku lagi buka-buka mediasosial kok."Aku mengerucut kan bibir ku.
Aku merasa lelaki ini semakin lama semakin possessive.Bahkan dia mengatakan kalau mulai hari senin dia yang akan mengantar dan menjemput ku.Aku hanya memutar bola mataku menanggapinya.
Selesai mandi dia mengeringkan rambut.Melihatku sudah menutup tubuhku dengan selimut,dia langsung naik keranjang masuk kedalam selimut dan memelukku.Setiap perlakuannya aku sudah tahu akan menjurus kemana.Aku ingin menolak nya tapi aku takut dosa.Lagi pula dia selalu beralasan kalau kami harus segera memberi kan cucu pada orang tua nya.
Hari ini Dimas mengajak ku untuk berbelanja perabotan dan perlengkapan untuk mengisi rumah baru kami.Dimas menyuruh ku memilih semua benda sesuai selera ku.
Setelah selesai menata semua barang Dimas mendekatiku.
Malam hari nya kami menghadiri makan malam dirumah orang tua Dimas.Aku sedikit canggung melangkah kan kaki masuk kerumah besar ini.Namun seperti nya Dimas tahu,dia berinisiatif menggenggam tanganku.Mencoba mengalirkan kekuatan padaku.
Begitu masuk ke ruang makan,kulihat ibu mertua dan Ayah mertua ku sudah duduk dimeja makan.Melihat kami datang,papa Miko tersenyum kepada ku.Aku hanya menganggukkan kepala ku,sambil tersenyum tipis.Sedangkan Mama Ana tak ada ekspresi marah atau pun senang diwajahnya.
Aku duduk didepan Mama Ana.Semua hidangan adalah makanan chinese.Aku tidak begitu masalah.Hanya saja....
"Jangan takut ini semua halal kamu makan.Saya vegetarian sudah hampir empat tahun,tidak makan daging dan ikan."Mendengar ucapan mama Ana aku hanya mengangguk dengan canggung.
Kami makan malam dengan suasana yang cukup tenang.Beberapa kali Dimas mengambil potongan ikan dan diletakkan dipiring ku.Mama Ana hanya makan sayur dan nasi.Sedangkan Papa miko dan Dimas memakan semua jenis lauk yang ada di meja.Aku menyimpulkan kalau dirumah ini hanya mama Ana yang vegetarian.
Selesai makan Papa mengajak Dimas ke ruang kerja nya.Ada sedikit masalah pekerjaan yang akan mereka diskusikan.
Aku tidak tahu harua melakukan apa.Jadi aku hanya duduk diruang keluarga,menunggu Dimas.Aku menonton acara televisi yang menayangkan siaran luar.Jujur aku tidak mengerti dengan bahasa dan tulisannya,karena siarannya menggunakan bahasa mandarin.
__ADS_1
Tidak lama mama Ana menghampiri ku.Dia mengajak ku minum teh ditaman belakang.Aku tak mungkin menolak nya,jadi aku hanya mengikuti nya.
Dibelakang rumah nya terdapat taman yang tidak begitu luas.Ditaman tersebut juga terdapat kolam ikan yang berisi beberapa ekor ikan koi.Ada beberapa jenis tanaman hidup yang digantung didinding kolam yang terbuat dari batu pualam.
Kami duduk dikursi santai yang menghadap ke kolam.Tak berapa lama datang pelayan rumah yang mengantarkan teh dan cake tiramisu .Teh ini adalah teh melati.Aroma melatinya cukup kuat.Aku bisa mencium aromanya dari jarak yang tidak begitu dekat.
Mama Ana menuangkan teh dari teko ke gelas keramik.Dia menyodorkan kedepan ku.Dia sendiri mulai menyesap teh nya setelah menghirup aroma nya.Cara nya minum teh terlihat sangat elegan.Aku sempat bergumam dalam hati,apa memang seperti ini cara orang-orang kaya minum teh?
"Bagaimana,apa kau bahagia menikah dengan Dimas?" Aku tercenung sesaat dengan pertanyaannya.
"Ya,aku bahagia bisa menikah dengan orang yang ku cintai."Pandangan ku jatuh pada tanaman alocasia yang ada dipinggiran kolam.
"Heh..cinta."Dia tersenyum sinis dengan menarik salah satu sudut bibir nya keatas.
"Apa kamu bisa tetap mengatakan itu cinta saat 20 tahun yang akan datang.Mereka lelaki memiliki pemikiran yang berbeda dengan kita. perempuan.Ketika kau memberikan semua cinta dan kepercayaan mu pada mereka,mereka akan dengan mudah menghianatinya.Itu lah mengapa kau hanya boleh mencintai mereka sebanyak 70 persen saja." Aku mengerutkan dahi ku mendengar kata-kata nya.
Bagaimana mungkin seorang Suliana yang begitu dicintai oleh suaminya bisa mengatakan hal seperti ini.Aku merasa ayah mertua ku begitu menyayangi dan mencintai nya.
"Kau tahu,aku tidak pernah membenci mu hanya karena agama mu.Di negara kita ada enam agama yang mengajarkan tentang kebaikan.Mereka punya cara dan aturan masing-masing.Namun aku yakin semua nya adalah hanya tentang kebaikan.Kau..begitu mirip dengan seseorang." Ibu mertua ku meletakkan gelas keramik nya dimeja.Pandangan nya jauh kedepan.
"Sebelum dia hadir pernikahan dan kehidupan keluarga ku sangat harmonis.Kami tak perlu berakting bahagia seperti ini.Dia membuat ku menjadi orang yang munafik.Menjerat suami ku dengan perhatiannya setiap saat.Sampai-sampai suamiku rela menghianati kepercayaan dan cintaku selama 25 tahun.Suamiku bahkan juga rela menghianati agama nya sendiri.Mereka menikah 4 tahun yang lalu." Aku terkejut mendengar nya.Apakah ayah mertua ku menikah lagi? Sampai disini aku belum berani bertanya pada ibu mertuaku.
"Aku hanya memiliki seorang putra,itu lah mengapa ketika kau menjalin hubungan dengannya aku sangat tidak setuju.Bagaimana aku bisa merelakan lagi lelaki yang begitu kusayangi meninggalkan ku." Ada air mata yang menggenang disudut matanya.
"Maksud mama,papa sudah menikah lagi?" Aku yang begitu penasaran akhirnya tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Mereka bahkan sudah memiliki seorang putra berumur sekitar tiga tahun."Mama Ana memandang ku,dan mengedikkan bahunya.Berarti..mungkinkah wanita dan seorang anak kecil yang kulihat bertemu dengan Dimas adalah ibu dan adik tiri nya.Ya Allah aku tak pernah menyangka ini.
Disatu sisi aku merasa bahagia mengetahui kenyataan ini,karena itu berarti suami ku bukan sedang berselingkuh dengan janda.Namun disisi lain aku begitu bersimpati dengan ibu mertua ku.
Ya memang benar sekali apa yang tampak dipermukaan,tak selalu menggambarkan keadaan yang ada didalam nya.
__ADS_1