
Pagi ini Hayadi memanggil ku keruangannya.Melihatku datang dia tersenyum dan mempersilahkan aku duduk dihadapannya.
Dia masih fokus dengan laptop nya.Tiba-tiba muncul perasaan was-was dihatiku.Apa kontrak kerjaku tidak diperpanjang lagi.Berbagai pikiran berkecamuk dibenakku.Setelah beberapa saat dia menutup laptop nya dan menautkan kedua tangannya diatas meja.
"Hmm...Shareen setelah setahun ini saya perhatikan,progress kamu cukup baik di perusahaan ini.Karena kamu sudah setahun bekerja disini,kamu akan diangkat menjadi karyawan tetap disini."Hayadi menyodorkan secarik kertas kehadapanku.Kubaca disitu tertulis surat pengangkatan ku menjadi karyawan tetap diperusahaan ini.Tidak dapat kusembunyikan lagi rasa bahagia ini,senyum ku langsung terbit.Aku mengucapkan terimakasih berulang kali pada Hayadi.
"Oh iya,ada lagi Ren,kamu akan saya pindahkan ke divisi marketing.Dibagian marketing jenjang karir mu akan lebih baik dan salary nya pun jauh lebih tinggi dari posisi mu yang sekarang.Lagi pula kamu juga akan mendapatkan insentif tambahan kalau kamu bisa mencapai target.Bagaimana apa kamu tertarik?" Aku tercengang mendengar penjelasan dari Hayadi.
"Tapi pak,saya kan belum pernah berhubungan langsung dengan klien?"Aku bertanya ragu.
"Kalau masalah itu kamu tidak perlu takut,nanti ada leader yang membantu dan membimbing kamu."Hayadi kembali meyakinkan ku.Akhirnya aku pun setuju.Dan mulai besok ruangan kerja ku akan pindah di lantai dua bersama teman-teman marketing yang lain.
Aku keluar dari ruangan Hayadi dengan wajah sumringah.Elissa yang melihatku tersenyum sendiri langsung mendekati ku.
"Eittss..seperti nya ada yang lagi bahagia ini.Lagi menang lotre ya non?" Elissa memukul pundakku ringan.
"Apaan menang lotre,nie lihat."Aku menunjukkan surat pengangkatan ku menjadi karyawan tetap.
"Ih mantap banget ini,bisa dong kita rayain di D'Cafe."Elissa langsung tersenyum sambil menaik turunkan alis nya.
__ADS_1
"Gampang itu,kalo cuma makan di D'cafe.Tapi sore ini aku nggak bisa,gimana kalau nanti malam aku pulang kuliah ya!"
Elissa hanya mengangguk tanda setuju.
Malam hari nya aku dan Elissa bertemu di D'Cafe.Aku menyuruh Elissa memesan makanan yang dia inginkan.Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan,Elissa memesan beberapa menu.Aku hanya tersenyum melihat nya.Aku menceritakan pada nya kalau mulai besok aku akan dipindahkan ke divisi marketing.Elissa awal nya merasa sedih karena kami tidak satu divisi lagi.Tapi aku mengatakan kalau kami masih tetap bisa jalan dan makan bersama.
Selesai makan aku membayar ke kasir tanpa menunjukkan kartu pelanggan ku.Aku hanya menggunakan nya saat aku makan sendirian.Namun ketika aku melihat struk pembayaran aku melihat harga nya sudah dipotong lima puluh persen.Aku mengerutkan dahi ku dan bertanya kepada pegawai kasir.Bagaimana aku bisa tetap mendapatkan potongan harga padahal aku tidak menunjukkan kartu pelanggan khusus.
Kasir mengatakan kalau dia diberi mandat dari pemilik kafe,jika aku makan disini membawa atau tidak membawa kartu,sendiri atau bersama orang lain tetap akan mendapatkan potongan harga.Aku hanya tercengang tak percaya mendengarnya.Aku jadi penasaran dengan pemilik cafe ini.Aku mengucapkan terimakasih kepada petugas kasir dan menghampiri Elissa yang sudah menunggu ku diluar cafe.
Selesai makan kami memutuskan pergi nonton film.Masih sempat mengejar jam yang terakhir.Sebelum nya Elissa sudah memesan tiket melalui aplikasi jadi kami tidak perlu mengantri.Kami membeli dua kotak pop corn ukuran medium dan minuman dingin.
"Kenapa kamu memilih kursi yang disudut?kita tidak sedang berkencan sekarang."Aku memprotes kursi pilihan Elissa.
Aku melihat kekursi depan dan betapa terkejutnya aku saat melihat Reyhan kekasih Elissa sedang bermesraan dengan seorang gadis muda.Elissa langsung menarik bahu ku untuk duduk.Aku bisa merasakan aura cemburu dan emosi di diri Elissa.Bagaimana mungkin bisa kebetulan seperti ini.
Sepanjang film diputar aku tidak konsentrasi.Elissa pun hanya memandang dua sejoli di hadapan kami yang sejak tadi bermesraan.Berkali-kali aku melirik kearah Elissa.Aku tidak pandai menghibur orang lain.Jadi aku hanya diam.
Sebelum film selesai Elissa mengajakku keluar lebih dahulu.Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya.Ketika orang emosi bisa saja melakukan segala sesuatu diluar nalar.Kami berdiri tidak jauh dari pintu keluar.Elissa masih memegang botol minuman dingin yang masih bersisa setengah.
__ADS_1
Tak berselang lama, kami melihat orang-orang mulai keluar.Begitu melihat Reyhan dan selingkuhannya keluar Elissa berjalan mendekat,dia langsung menyiram minum dingin kewajah mereka berdua.Aku sudah memprediksi apa yang akan dilakukannya.Aku mendekati mereka.Dan seperti dugaan ku lagi kami langsung menjadi pusat perhatian.
"Dasar laki-laki brengsek,kamu bilang ada pekerjaan diluar kota selama dua hari,ini kamu malah jalan dengan perempuan lain."Elissa tidak dapat menahan emosi nya lagi.
"Sa,apa-apaan ini,dia bukan siapa-siapa Sa.Kamu dengar dulu penjelasan dariku."Reyhan mencoba menenangkan Elissa.
"Kamu bilang bukan siapa-siapa?Lalu dia siapa?Pelacur?yang bisa kami peluk dan cium sesuka hatimu?" Elissa berbicara sambil menunjuk gadis muda yang sibuk membersihkan wajah dan pakaiannya yang kotor karena disiram oleh Elissa.
Aku mencoba menenangkan Elissa dan menariknya.Namun Elissa yang sudah terlanjur Emosi tidak mempedulikan ku.Orang semakin ramai memperhatikan kami.Sebagian ada yang merekam kejadian ini dengan ponsel mereka.
"Heh,kamu ya,pantas saja Reyhan bosen dengan mu,perempuan bar-bar seperti kamu yang tahu nya cuma marah-marah dan minta ini itu.Kamu harus nya sadar Reyhan itu sudah lama tidak tahan dengan perempuan gendut dan manja seperti kamu." Mendengar hinaan fisik dari perempuan itu Elissa semakin meradang.Dia langsung menampar dan menarik rambut gadis itu.Reyhan yang berniat memisahkan mereka malah mendorong Elissa.
Melihat Elissa jatuh tersungkur karena didorong oleh Reyhan,emosiku tersulut.Aku langsung menarik kerah baju Reyhan yang lagi berjongkok untuk menolong gadis yang bersamanya.Dua pukulan kulayangkan diwajah nya tanpa ampun.Tidak sia-sia aku berlatih sanda semasa SMA dulu.Kulihat darah segar mengalir dari hidung nya.
Aku membantu Elissa berdiri.Namun tak berapa lama beberapa petugas keamanan datang dan membawa kami berempat kekantor polisi terdekat.Aku berulang kali menolak dan meminta agar kami tidak dibawa kekantor polisi.Namun petugas keamanan bersikeras dan tetap membawa kami.
Aku yang baru pertama kali masuk kekantor polisi jujur merasa sedikit takut.Kulihat lutut dan siku Elissa memar,pakaiannya juga sedikit berantakan.Sedangkan Reyhan sendiri darah yang mengalir dihidung nya sudah berhenti,namun menyisakan memar dipipi dan hidung nya.Aku sendiri tak berani menatap Reyhan secara langsung.Gadis yang bersama Reyhan terlihat sangat acak-acakan.Rambut nya tergerai dan terdapat beberapa bekas tamparan di pipi dan cakaran kuku diwajahnya.Aku yakin itu adalah cakaran dari kuku milik Elissa.
Polisi mulai menginterogasi dan menyuruh ku menceritakan kronologi kejadiannya.Aku menceritakan dari awal sampak akhir.Disini aku sadar Elissa memang bersalah,dia yang memulai semua nya.Aku awal nya tidak setuju kalau dia harus berkelahi demi laki-laki.
__ADS_1
Aku menyuruh Elissa menghubungi orang tuanya agar bisa menjamin kami keluar malam ini.Tapi Elissa menolak dia tahu orang tua nya pasti akan marah padanya.Aku juga tidak mungkin menghubungi ibu ku.Akhirnya aku memilih menghubungi Maliq.Setelah dering ketiga Maliq menjawab panggilan ku.Aku tahu ini sudah larut malam.Maliq pasti sudah tidur.Apalagi perbedaan waktu antara kota M dan kota tempat dia bertugas sekarang terdapat perbedaan waktu hampir dua jam.
Dengan sedikit gugup aku menceritakan kalau aku sedang berada dikantor polisi.Maliq sangat terkejut.Aku mengatakan kalau aku dan Elissa terpaksa akan tidur disini kalau tidak ada yang menjaminkan kami untuk keluar malam ini.