Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Ada sebagian hal yang harus direlakan


__ADS_3

Maliq menyuruh ku menunggu dan dia akan mengusahakan agar aku bisa pulang malam ini.Tak berapa lama Hayadi datang,dia sedikit terkejut melihat aku dan Elissa.Dilihatnya aku baik-baik saja, dia terlihat menghela nafas lega.


Setelah menyelesaikan beberapa prosedur,Hayadi membawa kami keluar.Kami juga disuruh berdamai dengan Reyhan.Hayadi menawarkan biaya pengobatan kepada Reyhan,tapi Reyhan menolak dan tak mempermasalahkannya lagi.Aku pun meminta maaf pada nya.Namun dia seperti nya tidak berniat menerima maaf dariku dan hanya berlalu dari hadapanku.Aku hanya menyebikkan bibir ku dan mengikuti Hayadi kemobil nya.


Malam ini Elissa tidur di kost ku.Sebelum nya di menghubungi orang tuanya untuk memberitahukan kalau dia menginap di kost ku.Sepanjang perjalanan pulang ke kost, kami hanya saling diam.Aku tahu Maliq pasti menyuruh Hayadi untuk menjadi penjamin kami.Jadi aku harus nya berterimakasih padanya.


"Hmmm pak,terimakasih untuk bantuan bapak malam ini.Maaf kami jadi merepotkan bapak."Aku berbicara pelan namun masih bisa didengar oleh nya.


Hayadi melihat kearahku yang kebetulan duduk dibangku depan disebelah dia.


"Hebat juga pukulan kamu Ren,bisa buat lelaki tadi babak belur." Aku hanya tercengang mendengar ucapan Hayadi.


"Tapi jangan ulangi berkelahi ditempat umum seperti ini.Kalian perempuan tidak seharusnya juga tengah malam begini masih diluar rumah."Hayadi melanjutkan kata-katanya.


"Sebenarnya ini salah saya pak,Shareen hanya mau membela saya." Elissa yang duduk dibelakang mencoba menjelaskan.


"Iya saya tahu,saya cuma tidak mau kalau besok berita tentang kalian menyebar diperusahaan."Hayadi menambahkan.


Aku baru teringat kalau tadi ada beberapa orang yang merekam aksi pertengkaran kami.


Sesampai nya di kost, aku meminjamkan piama ku yang berukuran cukup besar untuk Elissa.Dia pun bergegas membersih kan diri.Selesai dia mandi aku membantu mengobati memar di lutut dan siku nya.

__ADS_1


"Ren,sorry ya! Gara-gara aku kamu jadi terlibat."Elissa terlihat merasa bersalah.


"Hmm..Kita ini apa?teman kan?teman sejati adalah orang yang selalu membersamai kita,bahkan dalam hal yang ekstrim sekali pun."Aku menatap Elissa.


"Ren,aku kesel dia bilang aku gendut."


"Ayo lah Sa,dia hanya iri pada mu.Kamu nggak gendut kamu sexy dan berisi."Aku memang benar-benar tak pandai menghibur.Namun mendengarkan kata-kata ku Elissa tertawa.


"Sa,berhenti untuk menjadi sakit dan terluka untuk orang yang tidak menghargaimu.Jangan memperjuangkan orang yang tidak mencintai mu.Kalau dia serius mencintaimu dia tidak akan menyakitimu.Perjuangkan orang yang layak diperjuangkan dan lepaskan yang memang harus dilepaskan.Karena tidak semua yang hilang harus dicari kembali.Terkadang kita hanya perlu merelakannya."Aku mengenggam tangan Elissa sejenak,dan kemudian berlalu kekamar mandi.


Aku membiarkan dia menangis sendiri,dia perlu itu.Dia butuh untuk meluapkan emosi dan kesedihannya.Pasti sulit menghadapi kenyataan ini.Hubungan nya dengan kekasihnya sudah lebih dari empat tahun.Aku yang baru menjalani dua tahun saja belum bisa melupakan Dimas.Pesona Dimas masih nyata dan tak pudar sedikit pun.


Setelah lelah menangis Elissa tertidur dengan nyenyak.Keesokan pagi nya aku masih meminjamkan pakaian ku untuk Elissa pergi kekantor.Kemeja yang sedikit longgar di badanku terlihat begitu pas bahkan agak sulit dikancing dibagian dada Elissa.


"Berhenti berpikir tentang diet,sudah buka sosial media kamu belum?Seperti nya video kita menjadi viral."Aku berbicara sambil menunjukkan video di ponsel ku.Beruntung wajah kami tidak terlihat jelas divideo itu.Video direkam mulai dari Elissa menjambak rambut selingkuhan Reyhan.


"Aduh Ren,gimana kalau video ini menyebar dikantor."Elissa mulai cemas.Aku hanya menggedikkan bahu ku.


"Udah lah Sa,orang tidak akan mengenali kita.Wajah kita tidak terlihat jelas di video itu." Karena setelah kulihat berulang kali dari awal sampai akhir video,wajah kami memang tidak jelas terlihat.


Aku dan Elissa berangkat kekantor dengan ojek online.Ketika tiba di kantor aku langsung naik ke lantai dua.Ini adalah hari pertama ku bekerja dibagian divisi marketing.Aku langsung menemui Pak Leo,Senior manager ku.Pak Leo mulai memberitahu dan mengarahkan tugas ku.Siang ini Pak Leo akan mengajakku menemui klien yang memiliki salah satu Rumah Sakit Swasta dikota ini.

__ADS_1


Pak Leo sudah membuat janji dengan klien untuk bertemu disalah satu RestaurantJepang.Aku dan Pak Leo lebih dulu sampai di Restaurant.Kami langsung diarahkan pelayan ke ruangan VIP.Sambil menunggu klien datang kami memesan teh.Aku dan Pak Leo berbincang ringan mengenai pekerjaan.Tidak berapa lama klien yang kami tunggu pun datang.


Aku sedikit terkejut karena dia adalah Chandra,Chandra Sudjatman Halim.Melihat ku,Chandra tersenyum dan langsung mengenali ku.Aku pikir dia akan lupa padaku.Karena kami hanya sekali bertemu.Namun ternyata dia masih ingat dengan namaku.


"Mbak,Shareen.Apa kabar?"Dia mengulurkan tangannya.


"Panggil Shareen saja pak."Aku membalas jabatan tangannya.Mendengar nya Chandra pun tersenyum


"Akhirnya ya,sudah lama pindah ke bagian marketing Ren?" Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari chandra.Bagaimana dia bisa tahu kalau posisi ku sebelum nya bukan di bagian Marketing.Tapi kupikir pasti Hayadi lah yang memberitahunya.


"Hmm..ini baru hari pertama pak,dan masih harus banyak belajar."Aku menjawab dengan sedikit tersenyum malu.


"Loh Pak chandra sudak kenal toh dengan Shareen?"Leo yang dari tadi terlihat sedikit bingung akhir nya bertanya juga.


Chandra menjelaskan kalau Hayadi pernah membawa ku kerumah nya.Makan siang kami diselingi dengan perbincangan kerja sama.Chandra setuju untuk menerima suplay beberapa alat medis dari perusahaan kami,untuk kebutuhan di Rumah Sakit yang dikelolanya.Namun dia menginginkan masa percobaan dahulu selama tiga bulan.Dan kami pun setuju.Ternyata tidak terlalu sulit untuk melobi kerja sama dengannya.


Ini adalah proyek pertama ku,aku begitu senang dan antusias.Pak Leo mengatakan kalau aku lulus proyek ini,insentif nya lumayan besar.Apalagi kalau aku bisa bekerja sama dengan Rumah sakit milik keluarga Halim yang lain.Aku hanya menganggukkan kepala mendengar kata-kata Pak Leo.


Hanya mendapatkan kerja sama dengan Rumah Sakit Sumber Sehat yang dikelola Chandra,aku sudah memenuhi target untuk bulan ini.Selama beberapa hari ini aku cukup sibuk mengurus kerja sama dengan Rumah Sakit sumber Sehat.Di malam hari aku juga harus kuliah.Aku benar-benar sibuk bagaikan sebuah gasing.Ada banyak tugas kuliah yang menumpuk.Aku benar-benar tidak ada waktu untuk bersantai.Hanya sekedar makan bersama Elissa pun aku tidak sempat.


Banyak yang bilang divisi marketing adalah tempat yang paling sibuk.Setiap hari mereka harus dikejar target.Namun gaji yang mereka hasilkan jauh lebih besar dari divisi operasional.Bicara gaji aku memang tertarik.Karena masih ada keinginan ku yang belum terpenuhi.Tadi nya aku ingin mencari pria kaya sebagai suami agar aku bisa gratis keliling dunia.Tapi seperti nya lebih enak dan nyaman jika aku menggunakan uang ku sendiri.Lagipula berhubungan dengan keluarga kaya cukup mengerikan.

__ADS_1


Malam ini aku sampai di kost hampir jam sepuluh malam.Aku ingin segera mandi dan pergi tidur namun ponsel ku berdering.Kulihat nomor Ayana adikku.Aku pun segera mengangkat nya.Ternyata dia mengatakan kalau ibu meminta ku pulang besok.Kebetulan besok memang hari sabtu dan aku libur.Ayana bilang besok ada acara arisan keluarga dirumah kami.Arisan ini adalah arisan dari pihak keluarga almarhum Papa.Aku pun mengatakan kalau Insha Allah akan pulang besok pagi.


Walaupun papa sudah tidak ada tapi kami masih menjalin hubungan baik dengan keluarga nya.Sebenarnya papa hanya memiliki satu adik perempuan kandung.Selebihnya hanya saudara angkat.Namun papa sudah tinggal dengan mereka sejak kecil,karena papa sudah menjadi yatim piatu ketika dia duduk dibangku kelas dua sekolah dasar.Jadi mereka pun sudah seperti saudara kandung bagi nya.


__ADS_2