Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Dia hanya singgah sementara


__ADS_3

Aku sampai dirumah Bang Rahman sekitar jam sebelas malam.Tadi Pak Dimas sempat membelikan kantung kompres dingin untuk mataku agar tidak terlalu bengkak.Kulihat Papa,ibu,dan bang Rahman masih duduk-duduk diteras depan rumah.


Aku sengaja melarang Pak Dimas untuk turun dan singgah.Begitu melihat ku pulang papa langsung tersenyum.Aku menicum tangannya kemudian memeluk nya.Aku juga melakukan hal yang sama dengan ibu ku.Aku langsung ijin untuk mandi dan membersih kan diri.Selesai mandi aku bergabung dengan mereka dan mengobrol sampai larut malam.Tidak masalah untuk kami sekali-kali seperti ini.Toh besok pun hari libur.


Hari libur ini aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan keluargaku.Sejak tadi pagi aku tidak mengaktifkan ponsel ku.Kami makan bersama,kebetulan kakak ipar ku cukup pintar memasak.Papa dan ibu pulang ke kota T dengan Kereta sore.Aku ikut dengan Bang Rahman mengantarkan mereka ke stasiun.


Sepulang mengantar papa dan ibu aku langsung masuk ke kamar.Perasaan ku sedikit gelisah.Seperti ada yang hilang,aku merasakan hati ku kosong.Ku aktifkan gadget ku,ternyata ada beberapa pesan masuk.Salah satu nya dari Maliq.Dia memberitahukan nama dan alamat perusahaan tempat aku melamar pekerjaan di kota M.Aku langsung membuka laptop ku dan mengirim lamaran pekerjaan secara online.


Maliq kemarin mengatakan ini hanya formalitas saja.Dia menjamin aku pasti diterima bekerja diperusahaan itu,karena atasan di perusahaan itu adalah teman dekat nya.


Dan benar saja senin pagi nya aku sudah mendapat balasan email dan akan mengadakan interview secara online nanti siang.Semua seolah dipermudah,aku rasa memang ini lah jalan yang terbaik.


Pagi ini kami berangkat ke kota C hanya bertiga.Aku,Rendy dan Pak Wiryo.Aku tidak melihat Pak Dimas dimobil.Aku juga tidak berniat bertanya karena dari kemarin aku sudah memutuskan tidak akan menghubungi nya kecuali untuk pekerjaan.Sepanjang perjalanan aku tidak banyak berbicara.Rendy yang menyadari perubahan ku bertanya apakah aku sedang sakit.Aku menjawab kalau aku baik-baik saja.


Sesampai nya di kota C aku bekerja seperti biasa.Siang hari aku melakukan interview melalui video call.Dan seperti dugaan ku aku langsung diterima bekerja.Perusahaan ini bergerak dibidang pemasaran obat-obatan dan alat kesehatan.Aku ditempat kan dibagian administrasi.Dan aku meminta waktu tiga minggu untuk membereskan pekerjaan ku yang sekarang.Mereka setuju dengan permintaanku.

__ADS_1


Ternyata pengetahuan dan kemampuan saja tidak cukup untuk mendapatkan suatu pekerjaan.Kita juga harus membutuhkan koneksi.Dulu aku masuk dipekerjaan ku yang sekarang hanya mengandalkan diri sendiri.Tapi sekarang aku tahu mencari pekerjaan dikota besar,apalagi diperusahaan yang besar aku tidak bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri saja.Dan aku beruntung bertemu dan berkenalan dengan Maliq.


Selesai interview aku langsung membuat surat pengunduran diri.Awal nya aku ingin merahasiakan ini dari Merry dan Karin.Namun rasanya aku keterlaluan sekali jika melakukannya.Lagi pula aku sudah begitu dekat dengan mereka.Mereka juga sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri.


Saat jam istirahat makan siang aku mengajak Merry dan Karin makan soto di warung yang berada disebelah kantor.Sambil menikmati makan siang aku menceritakan pada mereka kalau aku akan segera resign dan bekerja di kota M.Mereka cukup terkejut mendengar ceritaku.Aku juga menceritakan pertemuanku dengan ibu nya Pak Dimas.


Merry bilang keluarga Rahardja cukup terkenal di kota R.Mereka hanya punya sepasang anak.Anak perempuannya adalah suliana Rahardja yaitu ibu nya Pak Dimas.Dan adiknya Sulianto Rahardja yaitu papa nya Rendy.Mereka juga terkenal dermawan.Kalau Sudjatmiko Halim ayah nya Pak Dimas sebenar nya pendatang di kota R.Keluarga nya banyak yang tinggal di kota M.Merry hampir tahu sisilah keluarga Rahardja dan Halim karena dia memang lahir dan besar di kota R.


Mereka orang-orang kaya punya cara masing-masing dalam menghadapi persoalan dihidup mereka.Ada yang menggunakan cara kasar dan ada pula yang menggunakan cara lembut dan mengambil simpati.Seperti ibu nya Pak Dimas,aku tahu dia memilih cara yang kedua untuk menghadapi ku.


Bahkan aku tidak pernah berpikir akan berurusan dengan orang-orang besar seperti mereka.Namun takdirlah yang mempertemukan ku dengan Pak Dimas.Tapi mendengar cerita dari Merry,sepertinya Pak Dimas bukan lah orang yang suka bergantung dengan harta orang tuanya.Bukti nya dia memilih bekerja dengan orang lain daripada mengurus usaha keluarga nya.


Bahkan jika waktu dapat diulang kembali,aku akan tetap memilih bertemu dan mengejar cinta nya.Dia orang yang begitu baik dan hampir sempurna di mataku.Semua kenangan begitu berarti untukku.


Mungkin dia adalah salah satu orang yang datang dan hanya singgah sesaat di hidupku.Semua yang pernah datang dan pergi selalu memberikan kita pelajaran hidup.Dimasa depan aku akan menceritakan pengalaman kepada anak-anak ku bahwa hubungan berbeda keyakinan itu sangat rumit.Akan selalu ada hati yang tersakiti.

__ADS_1


Hari ini Pak Dimas tidak datang ke kota C.Aku merasa bersyukur karena aku tidak harus bersusah payah menghindari nya.Pelan-pelan aku menyusun barang-barangku kedalam kardus.Aku melihat sekeliling kamarku.Bagaimanapun juga sudah hampir dua tahun aku tinggal disini.Sudah banyak kenangan yang kuciptakan ditempat ini.Mataku terasa memanas dan air bening pun mengalir dipipiku.


"Jadi benar yang dibilang Merry kalau kamu mau resign?" Suara Rendy mengejutkan ku,cepat aku menghapus air mataku.


"Aku mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di kota M.Aku juga bisa melanjutkan kuliah ku disana.Lagi pula ini memang tujuanku dari dulu.Aku tak pernah berpikir tinggal dan menua dikota ini." Aku menjawab tanpa melihat nya.Aku masih terus sibuk menyusun barang-barangku.


"Aku akan menyusul mu.Kita akan tinggal bersama di kota M.Aku juga akan mencari pekerjaan dan kuliah disana." Rendy berbicara dengan antusias.


Oh ayolah,bahkan saat ini aku hanya ingin menghindar berhubungan dengan keluarga mereka.


"Ren,aku bukan anak tunggal seperti Ko Dimas.Aku masih punya dua kakak laki-laki.Kehilangan seorang anak laki-laki tidak akan terlalu rugi untuk keluargaku.Aku akan hidup mandiri.Aku akan sungguh-sungguh mempelajari Islam dan kemudian menikahi mu." Aku tercengang mendengar kata-kata yang meluncur begitu saja dari mulut nya.


Bagaimana bisa dia membayangkan hidup yang segampang dan semulus ini.Tapi wajar saja dia berpikiran seperti ini.Dia mungkin belum pernah menjalani hidup yang pahit dan jungkir balik sebelumnya.Dia terlahir dengan berlimpah harta dan kasih sayang.


"Rendy please,hidup nggak segampang itu Ren.Lagian,apa tadi menikah?Aku belum berpikir tentang pernikahan sekarang.Aku masih harus berkeliling dunia memuaskan masa muda ku."

__ADS_1


"Okey,kalau begitu aku tidak jadi kuliah di kota M.Aku akan kuliah di luar negeri saja.Bagaimana kalau aku kuliah di oxford Inggris atau di Stanford California.Jadi ketika kamu mengunjungi Inggris atau Amerika kita bisa bertemu."


Aku hanya tertawa mendengar ucapannya.Dia selalu punya cara untuk menghiburku.


__ADS_2