Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Penyakit lama datang lagi


__ADS_3

Setelah menerima telepon,Dimas langsung bergegas berpakaian.


"Siapa yang nelpon ko?" Aku turun dari ranjang dan mengikat cepol rambut ku.


"Hmm..Jennika,dia bilang mama hari ini sudah diperbolehkan pulang.Dia ingin dirawat dirumah saja,nanti akan ada dokter yang mengontrol setiap hari."


Aku hanya tercenung,padahal kemarin dia sampai tak sadarkan diri.Kenapa hari ini dia sudah bisa pulang?Stamina nya sungguh bagus.


"Shareen,aku sholat zuhur nya dimesjid saja nanti.O,iya kamu nggak apa-apa kan kalau makan siang sendirian?" Dimas mengelus kepala ku.Aku hanya mengangguk.


Sebelum pergi dia mencium kening ku dan berbisik,"nanti malam kita lanjutkan yang tadi." Wajahku langsung memerah sampai ke akar telingaku. melihatku terdiam dia hanya tertawa dan berlalu keluar kamar.


Mengapa setelah menikah bahasanya menjadi begitu vulgar.Aku bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat zuhur.Selesai sholat aku melanjutkan tidur siang yang tadi sempat tertunda.


Aku terbangun saat menjelang maghrib.Aku langsung bergegas berwudhu dan sholat Ashar.Bukan hanya melewatkan Ashar aku juga melewatkan makan siang ku.Selesai Ashar aku tak membuka mukena ku,karena sebentar lagi akan masuk waktu sholat maghrib.


Selesai sholat maghrib aku membuka ponsel ku.Tak ada pesan masuk dari Dimas.Tiga hari menikah,aku dan Dimas jarang sekali bersama.Mungkin malam ini dia juga tidak pulang kesini.Tiba-tiba terlintas dalam benakku.Apa aku telah melakukan kesalahan menikah dengannya.Aku merasakan nyeri dihatiku,menjalar keperut ku.


Selain karena pola makan yang tidak teratur,pemicu lain dari asam lambung adalah stress.Aku merasakan mual yang tak tertahankan.Aku mencoba mengeluarkan isi dalam perut ku,namun hanya cairan yang keluar.Karena aku memang belum makan apa pun dari pagi.


Aku terduduk dilantai dan menyandarkan tubuh ku ditepian ranjang.Aku benar-benar tak berharap kalau penyakit lama ku akan kambuh.Keringat dingin mengucur di dahi ku,aku merasa benar-benar lemas.Tiba-tiba ponsel ku berdering,kupikir Dimas yang menelpon ternyata itu Elissa.


"Shareen,tadi kamu kerumah ya!Makasih ya Shareen sayang,udah bantuin bersih-bersih rumah.Kamu memang yang terbaik.."Suara Elissa begitu semangat di ujung sana.Namun aku sudah tak punya tenaga lagi untuk menjawabnya.


"Ren,ini kamu kan?koq diem aja?"


"Sa,seperti nya magg aku kambuh sa.."Aku menjawab dengan suara yang lemah.

__ADS_1


"Astaga kamu dimana ini Ren?Ko Dimas nggak bersama mu ya?Kamu di D'Cafe kan?"


Setelah menjawab iya,pandanganku serasa berkunang-kunang dan sedetik kemudian aku sudah tak sadarkan diri.


Ketika terbangun aku melihat ruangan yang serba putih.Tangan kiriku terdapat jarum infus yang menggantung.Kulihat Elissa duduk dikursi disisi ranjang.


"Shareen,kamu sudah bangun?Ya Allah Ren,aku takut banget.Tadi kamu pingsan Ren.Kenapa magg kamu bisa kambuh Ren?Kamu telat makan ya?" Elissa terus memberondong ku dengan berbagai pertanyaan.Mataku melihat ke sekeliling,aku pikir Dimas ada disini.


Elissa yang sadar kalau aku mencari Dimas langsung berkata,"Hmm..suami kamu ponsel nya nggak aktif dari tadi.Aku sudah hubungin berulang kali tapi belum aktif juga.Tadi saja yang bopong kamu turun karyawan Cafe."Mendengar ini hati ku merasa sedih.


"Shareen,kamu sedang ada masalah ya dengan Dimas?Kamu cerita dong ke aku."Elissa menggenggam tanganku.Aku hanya menggelengkan kepalaku,namun entah kenapa air mataku jatuh disudut mataku.


Elissa membantu ku duduk bersandar,dan mulai menyuapi ku.


"Kata dokter kamu harus makan Ren,agar kamu punya tenaga.Dan setelah ini kamu harus cerita padaku." Disuapan yang ketiga aku menolak nya.Aku mengatakan kalau aku sudah kenyang.Elissa hanya menghela nafas dan tak berniat memaksa ku lagi.Dia meletakkan food tray di atas meja nakas.


Mendengar ceritaku Elissa tampak kesal.


"Dasar rubah berbulu monyet tuh si Jennika.Mentang-mentang tante Ana pro dengannya.Tenang Ren,nanti kita balas dia." Mata Jennika terlihat berapi-api.


Karena Dimas tidak datang,malam ini Elissa akan tidur di Rumah Sakit untuk menemani ku.


Elissa yang tadi nya tak membawa pakaian ganti,berniat pulang sebentar untuk mengambil nya.


"Ren,kalau kamu butuh sesuatu,kamu pencet bel saja ya.Nanti akan ada suster yang bantu kamu.Aku cuma pulang sebentar kok,mengambil baju trus langsung kesini." Aku hanya mengangguk pelan.Aku merasa beruntung sekali memiliki sahabat seperti Elissa.


Namun baru saja Elissa berdiri,tiba-tiba pintu kamar terbuka.Ku lihat Dimas berlari masuk.

__ADS_1


"Shareen,kamu kenapa sayang?Mana yang sakit?perut kamu ya?" Dimas memegang tangan ku dan meraba perut ku.Aku hanya tercengang melihat nya.


"Hati nya yang sakit Pak Dimas,dokter bilang Shareen stress." Elissa menjawab dengan ketus.


"Ya sudah deh Ren,karena suami yang kamu harapkan sudah datang,aku nggak jadi deh tidur disini.Ini aku langsung pamit pulang saja ya!" Aku mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada Elissa.


"Oh iya Sa,besok tolong bilang ke pak Hayadi kalau aku belum bisa masuk kerja ya!"Elissa mengangguk dan keluar dari kamar.


Melihat Elissa sudah pergi,Dimas duduk di kursi disisi ranjang.Dia mengelus kepala ku dengan lembut.Tangan nya yang lain menggenggam tangan ku dan diletakkan dipipinya.Sesekali dia mencium kening ku dan jemariku yang digenggamnya.


"Kok Ko Dimas tahu aku dirawat disini?"


"Tadi aku pulang dan Edi langsung memberitahu ku kalau tadi kamu pingsan dikamar dan dibawa oleh Elissa kesini.Kenapa kamu nggak kerumah sakit kita saja sih Yang?"


"Yah,kan aku nya tadi pingsan.Gimana aku bilang nya ke Elissa untuk bawa aku ke Rumah Sakit HMC aja?" aku memutar bola mataku jengah.


"Oh iya ya,bego banget aku nya Yang."Dimas menepuk dahi nya sambil tertawa.Aku hanya menyebikkan bibir ku melihat nya.


"Mama Ana gimana ko?"


"Mama sudah sehat kok.Gantian sama kamu sakitnya.Padahal kan Yang,tadi aku buru-buru pulang kerumah karena mau lanjutin yang tadi siang loh." Dimas menaik turunkan alisnya.Wajah ku sontak memerah mendengar kata-kata nya.


"Ih koko ya,bisa-bisa nya bahas itu sekarang.Nggak lihat ini tangan aku masih diinfus?"Aku menunjukkan infus yang menggantung ditangan kiriku.


"Iya loh Yang,aku juga nggak segila itu,melakukannya sekarang.Lagian aku juga nggak mau melakukan pertama kali nya dirumah sakit.Aku masih sabar kok menunggu sampai kamu bener-bener sehat."Aku hanya bisa tercengang mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Dimas Sudjatmiko Halim.


Malam ini kami tidur dirumah sakit.Dimas menggeser ranjang disebelah agar menyatu dengan ranjang ku.Dimas terus membelai kepala ku,sesekali dia menciumi keningku.Aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuannya.Malam ini aku benar-benar tidur dengan nyenyak di dalam pelukannya.

__ADS_1


Aku merasa terlindungi berada didekat nya.Aku berharap selama nya kami akan seperti ini,sampai maut yang memisahkan.Aku masih ingat dia hanya sekali mengatakan kalau dia mencintai ku.Kejadian itu pun tiga tahun yang lalu saat aku memutuskan meninggalkan kota R.Namun sekarang aku tahu,kalau dia memang benar-benar mencintai ku.


__ADS_2