
Maliq membawa ku ke sebuah tempat makan yang belum pernah ku kunjungi.Aku baru tahu ada tempat makan yang tersembunyi didaerah ini.Mobil tidak bisa masuk kedalam,karena jalan masuk kedalam hanya berukuran 1 meter.Maliq memarkir nya didepan gang.Kami harus berjalan kurang lebih 50 meter kedalam.Ini lebih mirip sebuah lorong.Dikanan dan kiri nya adalah tembok bata yang belum di plester.Disepanjang tembok di gantungi tanaman gantung,seperti bunga begonia dan bunga geranium.
Lorong ini terlihat terang dimalam hari karena sepanjang lorong ini tergantung lampu neon berwarna warni.Sebuah tempat yang unik.
"Dari mana bang Maliq tahu ada tempat makan di daerah ini?" Aku bertanya pada Maliq sambil terus berjalan.
"Dari teman kerja saya.Ini kedua kali nya saya kesini."
Setelah berjalan 50 meter kami sampai disebuah rumah kayu.dengan pelataran yang cukup lebar.Dia menyediakan pondok-pondok kecil dengan sebuah meja disetiap pondok.Tidak ada kursi karenanya kami harus duduk dilantai kayu.Pondok nya beratap rumbia dan berlantai kayu.Dinding nya hanya setinggi setengah meter terbuat dari anyaman bambu.Aku bisa membayangkan saat siang hari disini pasti cukup sejuk.
Kami memilih salah satu pondok.Maliq bilang tempat makan ini menyediakan masakan rumahan.Pelayan datang dan memberikan kami buku menu.Aku membaca menu satu persatu.Ayam pencak,aneka ikan bakar,tumis jamur pedas,dan beraneka macam masakan sayur.
Aku memesan ayam pencak dan tumis jamur pedas.Maliq memesan gurami sambal hijau dan cah kangkung terasi.Aku melarang Maliq memesan terlalu banyak makanan.Aku masih teringat kejadian tadi siang.
Sambil menunggu pesanan aku menanyakan pada Maliq apa yang ingin dibicarakannya.
"Tadi katanya Bang Maliq mau membicarakan sesuatu.Mau membicara kan apa sebenarnya?"
Maliq menarik nafas kemudian menghembuskannya pelan.Dia meletakkan ponsel nya diatas meja.Saat ini posisi kami berhadapan.
"Kamu pacaran ya dengan atasan kamu Pak Dimas itu?" Dia bertanya sambil menatapku.
"Tidak ada komitmen,hanya mencoba menjalani." Aku menjawab sambil menggedikkan bahu ku.
"Kenapa kalian mempersulit hidup kalian dengan hubungan yang rumit ini?Ren kamu itu perempuan,kamu sadar nggak kalau kamu yang akan dirugikan dengan hubungan yang tidak jelas ini?"
__ADS_1
Aku hanya diam tak menanggapi apa yang dikatakan Maliq.Dan aku pun tidak merasa dirugikan sama sekali.Pak Dimas orang yang beradab dan bertata krama yang baik menurut ku.
"Ren,bagaimana kalau kamu melanjutkan kuliah mu di kota M.Aku akan bantu kamu mendapatkan pekerjaan disana.Teman-teman aku banyak disana,kalau untuk pekerjaan itu bukan hal yang sulit Ren.Dan untuk tempat tinggal kamu juga jangan khawatir.Kamu bisa tinggal dirumah ku karena adik-adik aku semua kuliah di luar kota.Jadi dirumah hanya ada papa dan mama ku."
Kalau Maliq menawarkan ini kemarin saat Pak Dimas masih mendekati Jennika,mungkin aku akan senang hati menerima nya.Namun masalah nya sekarang hubungan ku sedang baik-baik saja dengan Pak Dimas.Dan aku begitu yakin berjuang untuk hubungan aku dan Pak Dimas.kemarin Pak Dimas juga bilang akan mencoba.
"Nanti akan aku pikirkan lagi.Aku masih ingin mencari pengalaman kerja disini." Jawaban yang kuberikan hanya membuat Maliq menggelengkan kepala nya.
"Ren,aku tahu kamu lagi dekat dengan bos kamu.Mungkin pun sekarang kamu sedang cinta-cinta nya dengan nya.Makanya kamu menolak tawaran ku.Nggak apa-apa sih,tapi kalau nanti kamu berminat dengan ide ku ini,kamu bilang saja padaku."Aku hanya menganggukkan kepalaku.Percakapan kami terhenti,karena makanan yang kami pesan sudah datang.
Maliq benar,makanan nya enak dan seperti masakan rumahan.Maliq bilang nanti bila ada waktu dia akan membawa ku makan siang disini.Siang hari minum kelapa muda disini juga enak.Aku setuju dengannya.Dan ini bukan ide yang buruk.
Selesai makan kami langsung pulang.Tidak ada acara jalan-jalan.Karena Maliq harus mengejarkan kereta yang berangkat malam ini.
Dikamar aku memikirkan tawaran Maliq tadi.
Lamunan ku buyar ketika ada pesan masuk ke ponsel ku.Ternyata pesan dari Pak Dimas.Dia menanyakan aku sedang apa dan apakah aku sudah makan malam.Aku pun menjawab kalau aku sudah makan,tapi aku tidak mengatakan kalau aku makan malam dengan Maliq.Dia pasti tidak akan suka jika aku pergi dengan Maliq.Kemudian dia hanya menyuruh ku beristirahat.Dia melarang ku untuk tidur terlalu larut.Aku patuh dan langsung meletakkan handphone ku dinakas dan pergi tidur.
Pagi nya aku bangun dengan kepala sedikit pusing.Beberapa kali aku bersin.Tenggorokan ku terasa kering dan aku selalu merasa haus.Merry yang melihat keadaan ku yang kurang sehat menyarankan ku untuk berisitirahat.Aku pun setuju,dan berniat jika sudah baikkan aku akan turun kebawah untuk bekerja.
Aku berusaha bangun walaupun tubuhku lemas dan sendi-sendi ku terasa sakit semua.Aku bermaksud sarapan oatmeal dan kemudian minum obat.Aku berjalan pelan keluar dari kamar namun sebelum sampai meja makan, keseimbanganku hilang.Aku hampir terjatuh kalau tidak ditangkap oleh sepasang tangan.
Kulihat Rendy yang membantu ku,memapahku untuk duduk dikursi makan.
"Badan kamu panas sekali,kalau sakit jangan masuk kerja." Rendy berbicara sambil memberikan ku segelas air hangat.
__ADS_1
"Aku mau sarapan dan minum obat."Aku menjawabnya kemudian minum segelas air yang diberikannya tadi.
"Kamu mau sarapan apa?biar aku buatkan."Aku tercengang mendengar tawaran dari Rendy.Bahkan kami belum lama saling mengenal.
"Aku mau sarapan oatmeal saja."
Rendy segera menyiapkan semangkuk oatmeal untukku.Aku mengucapkan terimakasih dan mulai menyantapnya.Dia juga meletakkan kotak obat di hadapanku.Setelah minum obat dia berniat memapahku kembali kekamar.Namun aku menolak nya dan mengatakan aku bisa berjalan sendiri.Namun tetap saja dia memapahku.Akhir nya aku menyerah dan membiarkannya membantu ku.
Tangannya ramping,jari-jari nya panjang,tubuh nya jangkung bahkan tinggi ku hanya sebatas bahu nya.
Kudengar dari Merry Rendy hanya sementara bekerja disini.Tahun depan dia akan melanjutkan kuliah nya ke luar negeri.Rendy lelaki yang baik walaupun dia sedikit pendiam.Setelah memastikan aku tidur dengan posisi yang nyaman Rendy keluar dari kamar dan turun kebawah.
Aku mulai mengantuk,mungkin karena efek dari obat yang ku minum.Aku tertidur cukup lama,ketika aku bangun hari sudah siang.Pak Dimas hari ini ada meeting di kota R.Dia juga tidak ada menghubungi ku sejak pagi.
Aku berusaha duduk,kepala ku masih sedikit pusing.Aku berniat minum,karena kerongkongan ku terasa kering.Ketika aku ingin turun dari tempat tidur,kulihat dimeja nakas ada teko berisi air putih dan ada sebuah gelas diletakkan disebelahnya.
Kupikir pasti Merry yang menyiapkannya untuk ku.Setelah minum segelas air aku kembali duduk ditepian ranjangku.Tiba-tiba pintu kamar ku diketuk,pintu dibuka dengan perlahan,lalu kepala Rendy muncul dari balik pintu.
"Sudah bangun?mau makan siang apa?"
Aku kembali tercengang mendengar tawarannya.Aku tidak bisa mengabaikannya karena tiba-tiba aku menginginkan makanan pedas.
"Mau bakso yang pakai tetelan terus yang pedas."
Mendengar permintaanku Rendy menautkan kedua alis nya.Dia berlalu tanpa mengucapkan apa-apa lagi.
__ADS_1
Aku... tiba-tiba tersadar kenapa aku bisa meminta Rendy membelikan makan siang ku,padahal kami tidak begitu dekat.