
Seberat apa pun kau genggam,jika dia lebih mencintai orang lain dia akan tetap meninggalkanmu...
Sepintar apa pun kau menyembunyikan perasaan mu tetap akan terlihat.Apalagi kalau sudah menyangkut cinta.Kau tak akan benar-benar bisa menyembunyikan nya dengan sempurna.Karena dari tatapan mata dan cara mu memandang orang yang kau cintai,itu akan sangat jelas terlihat.
Aku bisa melihat kalau Pak Dimas pasti memiliki perasaan yang lebih terhadap Jennika.Bahkan dari cara dia menatapnya itu sangat kentara.Dan belum pernah sekalipun pak Dimas menatap ku dengan tatapan seperti itu.
Afeksi dan perhatian yang diberikannya kepada Jennika dan kepada ku jelas berbeda.Bahkan jauh sebelum dia mengenal ku dia lebih dulu mengenal Jennika.Merryana bilang kalau saja Jennika tidak menjalin hubungan dengan Frans,mungkin dia sudah berpacaran dengan Dimas.
Bisa dibilang Jennika adalah cinta pertama Dimas.Dan dari rumor yang beredar saat ini hubungan Jennika dan Frans sedang renggang.Tak menutup kemungkinan dia akan menjalin hubungan dengan Dimas sekarang.
Lalu bagaimana aku dengan lantang nya kemarin menawarkan satu hubungan yang begitu rumit kepada nya.Dia dengan jelas menolak nya dengan alasan perbedaan.Yah alasan yang lebih makes sense,tanpa harus merendahkan ku dengan mengakui kalau dia tak mencintai ku.So,apa aku harus berterimakasih dengannya karena ini.
Oh ayolah Ren! bahkan jika Jennika hanya memanfaat kan perasaan Dimas untuk mengisi kekosongannya,itu bukan ranah mu untuk turut campur.
Kulihat jam menunjukkan angka 11.45.Aku mendekati meja Karina.
"Kak,makan mie sop enak nih,cuaca mendukung."
"Tumben ente ngajak makan jam segini,biasa jam makan siang lewat terus."Kak karin masih membenahi sisa pekerjaannya.
"Ya kalau nunggu nanti-nanti takut nya mendung nya keburu kabur.Sudah itu nanti saja diberesin,kakak tadi ada bawa motor kan?"Aku langsung menarik tangan Kak karin.
"Ini anak memang ya,kalau sudah mau nggak bisa bilang nanti."Karin menggerutu namun dia tetap mengikuti ku.
"Ikut...pada mau kemana?"Merryana berseru sambil berjalan kearah kami.
"Lah gimana ini motor nya cuma satu?Apa kita bonceng bertiga saja."Aku memunculkan ide gila yang pasti tidak disetujuin oleh kak Karin.
__ADS_1
"Ah ogah,apalagi bawa bumil.nggak berani ah."Karina langsung menolak.
"Mer,bareng kita aja naik mobil.Kita juga niat nya siang ini mau makan mie sop."Kulihat Jennika dan Dimas sudah berada dibelakang kami.
Ish tiba-tiba mood ku makan mie sop langsung hilang melihat dua makhluk ciptaan Tuhan ini.
Cuma,karena terlanjur janji dengan Karin tidak mungkin aku membatalkannya.Akhirnya aku berangkat naik motor dengan Karin.Awal nya ditawarin naik mobil bersama mereka namun aku langsung menolak dengan alasan sudah lama tidak naik motor.
Aku dan Karin lebih dahulu sampai di warung mie sop.Aku langsung cepat-cepat mengambil tempat disudut.Aku sengaja duduk di meja yang untuk 4 orang.untuk menghindari satu meja dengan Pak Dimas dan Jennika.
"Ish pasti sengaja ngambil meja disini,biar nggak semeja sama mereka kan?" Karin menyindir sambil menunjuk meja panjang dibelakangku yang diduduki oleh Dimas,Jennika,Merry dan Pak Wiryo.
"Nggak ya,aku kan emang doyan nya duduk disudut."Aku mencoba mengelak.
Warung bakso mak atun ini terkenal dan selalu ramai.Kulihat semua meja hampir penuh.Tidak berapa lama masuk dua orang pria muda.Dari seragamnya yang satu,seperti nya bekerja Diperkebunan.Karena tidak ada meja kosong mereka meminta ijin untuk satu meja dengan kami.Kami hanya mengangguk setuju.
Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponsel ku.Kulihat karin yang mengirim.Aku heran kenapa dia harus mengirim pesan,kenapa tidak bicara langsung padaku.Aku langsung melihat nya,dia memberikan kode dengan dagu nya untuk menyuruh ku membuka pesannya.
"Yang disebelah mu keren abis orang nya."dia memberi emot orang berkaca mata hitam.Aku tidak langsung melirik,karena takut pria yang disebelah curiga kalau kami lagi membahas nya.
"Gantengan mana sama Sehun?" aku membalas pesannya.
"Beda jenislah,yang ini macho dan laki-laki banget." Karin membalas lagi pesan ku.aku hanya membalas nya dengan emot terkejut.
Tak berapa lama pesanan kami datang.Ketika aku mau menambahkan saus cabai ke mangkuk mie ku,aku tidak sadar kalau tutup saus nya longgar.ketika aku memencet nya,tutup nya terlepas dan otomatis mangkok ku penuh dengan saus.Spontan Karina tertawa terbahak-bahak.
"Makanya jangan pake tenaga samson."Karina meledekku,sambil terus tertawa.Kami langsung jadi bahan perhatian di warung itu.
__ADS_1
"Yah gimana ini padahal udah laper banget."Aku menggerutu.Merryana yang duduk dibelakang ku pun ikut tertawa terbahak-bahak.Memang dasar teman-teman nggak ada akhlak.
Tiba-tiba pria disebelahku menggeser mangkuk mie ku agak ketengah.sebagai ganti dia menyodorkan mangkuk berisi mie yang ada didepannya.Aku hanya terbengong.
"Udah laper kan? makan saja ini,belum saya sentuh koq mie nya."Dia menawarkan dengan sopan.kemudian dia memesan satu mangkuk lagi untuk nya.
"Aduh bang jadi nggak enak,tapi makasih banget ya bang." aku mengucapkan terimakasih dan tersenyum malu-malu.Kurasakan Karin menyenggol kaki ku dibawah meja.
Akhir nya obrolan kami terjalin begitu saja.Kami saling berkenalan,namanya maliq.Namanya seram,mirip nama malaikat penjaga pintu neraka.Tapi orang nya baik dan ganteng hehehe..kami mengobrol dan bertukaran no kontak masing-masing.
Ketika keluar dari warung Merryana mencolek tangan ku.
"ciee...yang dapat kenalan gara-gara saos tumpah."
"Ish...apalah,orang cuma tukaran mie doang,nggak sampek ditraktir koq."aku membalas Merry sambil mencibir.
"Yee...tadi kalo nggak keduluan Pak Dimas bayar,pasti udah kenak traktir sama abang itu." Merry berusaha meyakinkan ku.Aku tidak melanjutkan obrolan karena Dimas udah memanggil Merry dari dalam mobil.
Sampai dikantor,aku langsung berterimakasih dengan Pak Dimas.Tapi dia hanya berdehem dan langsung berlalu dari hadapanku.Ekspresi nya juga tak seperti biasanya.
"Ih kenapa ya tuh anak,kayak nggak ikhlas gitu nraktir nya.kalau memang nggak Ikhlas,ya nggak usah dibayarin."Aku menggerutu sambil menarik kursi dan duduk didepan meja karin.
"Jealous kali,soal nya dari tadi ku lihat dia merhatiin kamu terus sama babang keren itu."Karin mencoba berspekulasi.
"Alah nggak usah aneh-aneh mikirnya kak,lagian didepan dia kan ada pujaan hati nya si Jennika."
"Berarti kamu dong yang jealous!" gantian kak karin yang meledekku.
__ADS_1
"Iya emang aku jealous,puas kakak,puas!" aku kesal dan berlalu dari hadapan karin, dan masih kudengar tawanya yang nyaring.