Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Lebih sulit melupakan daripada mencintai


__ADS_3

Hampir seminggu ini aku berada dikota M.Pagi aku berangkat kekantor,sore setelah pulang kerja aku terkadang pergi makan dengan Elisa sebelum pulang ke kost.Aku semakin akrab dengan Elissa.Dan aku mulai terbiasa dikota ini.Aku juga mulai menghafal arah jalan dikota ini.


Dan Hayadi,dia sering datang keruangan kami hanya sekedar melihat ku bekerja.Aku tahu dia seperti ini karena amanat dari Maliq.Aku juga tidak tahu sedekat apa hubungan dia dengan Maliq.Aku belum bertanya sampai sedetail itu dengan Maliq.


Dan hampir setiap hari Bu Dewi memberikan pekerjaan tambahan untukku.Sebagai karyawan baru aku jelas tak berani membangkang.Elissa kadang suka kesal melihat Bu Dewi yang terkesan semena-mena terhadapku.Cuma ya kembali lagi kami tidak bisa berbuat apa-apa.Dia adalah atasan kami.Aku sendiri tidak berani mengadu kepada Hayadi.Aku takut mereka semakin membenciku.


"Ih Bu Dewi makin keterlaluan deh.Masak iya kamu harus ngerjain kerjaan si Dian.Bener-bener itu perawan tua.Mending kamu bilang deh Ren sama Pak Hayadi."Elissa masih terlihat kesal dan terus marah-marah sepanjang kami makan siang di kantin kantor.


"Udah lah sa,lagian aku nggak keberatan kok.Lagi pula pekerjaan tambahan itu jadi menambah pengetahuanku.Tadi nya aku nggak tahu pekerjaan yang lain sekarang jadi tahu."Aku mencoba menenangkannya.Elissa benar,Bu Dewi terlihat terlalu kentara membenciku.Apalagi setiap Hayadi berkunjung ke meja ku.Setelah Hayadi pergi dia langsung memberi ku tambahan pekerjaan.


Namun tetap saja aku harus mengambil sisi positif nya,aku jadi tahu lebih banyak pekerjaan.Bahkan yang bukan bagian ku,aku jadi bisa mengerjakannya.


"Hmmm...aku yakin dia pasti cemburu.Mungkin dia naksir Pak Hayadi.Karena selama ini Pak Hayadi itu tidak pernah masuk keruangan kita.Tapi semenjak ada kamu Ren,Pak Hayadi hampir setiap hari datang."Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar prasangka dari Elissa.


Selesai makan siang aku dan Elissa kembali keruangan kami.Namun baru saja aku duduk dikubikel ku,Ratna datang dan memberitahu kalau aku dipanggil Pak Hayadi dan disuruh menemui nya diruangannya.


Ruangan Area Branch Manager berada di lantai dua.Aku baru sekali ke lantai dua ini,itu pun saat pertama sekali aku masuk kerja dan harus menemui bagian HRD.Aku melihat ruangan paling sudut yang bertuliskan Area Branch Manager room.Aku langsung mengetuk pintu kayu berwarna coklat.Aku mendengar suara seorang pria menyuruh ku masuk,yang kuyakini itu suara Hayadi.


Aku membuka pintu dengan pelan,begitu aku masuk aku merasa ruangan ini begitu sejuk dan nyaman.Ruangan ini didominasi warna cyan dan putih.Seperti warna untuk ruangan dirumah pribadi.Tidak banyak perabotan didalam ruangan ini.Hanya ada satu set sofa berwarna abu-abu muda.Dan ada tiga buah lukisan abstrak yang dijajarkan didinding yang bercat putih.Disudut ruangan terdapat tanaman palem kuning.


Melihat ku masuk Hayadi tersenyum dan mempersilahkan ku duduk.Aku pun duduk dikursi dihadapannya.


"Shareen,bagaimana pekerjaanmu?apa ada keluhan?apa kamu merasa kurang nyaman?"Dia bertanya dengan begitu lembut sambil menatap ku.

__ADS_1


"Sejauh ini tidak pak." Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku ditindas oleh Dewi.


"Ooo syukurlah,oh iya tadi Maliq menghubungi saya.Dia bilang kamu berencana mau melanjutkan kuliah,Sudah ada rencana mau masuk universitas mana?"


"Hmmm...saya juga masih bingung pak."


"Bagaimana kalau saya rekomendasikan universitas yang bagus untuk kamu,besok saya temani kamu mendaftar ya! Karena Maliq bilang minggu ini dia tidak bisa pulang." Aku sedikit terkejut mendengar tawarannya.


"Hmmm,gimana ya pak,saya takut merepotkan.Nanti saya mendaftar ditemani Elissa saja."Aku menolak secara halus,bagaimana pun juga aku baru mengenal nya dan tidak begitu dekat dengannya.


"Ooo tidak merepotkan kok,lagi pula besok kan weekend,saya pun tidak ada jadwal apa-apa." Hayadi masih bersikeras mau mengantar ku.Akhirnya aku hanya setuju dan kemudian berniat kembali keruanganku.


Tapi sebelum aku keluar dari ruangannya,dia memanggil ku dan meminta nomor ponsel ku.Aku pun bertukar nomor dengannya.Aku juga bingung kenapa Maliq tidak mengatakan kalau dia tidak pulang minggu ini,dan malah menyuruh Hayadi menemani ku.


Aku mengirim pesan ke Maliq menanyakan apakah dia yang memberi mandat kepada Hayadi untuk mengantar ku mendaftar kuliah besok.Maliq membalas pesanku dan mengatakan kalau dia batal pulang sore ini karena ada urusan yang mendesak.Dan dia takut aku belum terlalu paham daerah kota M.Jadi dia meminta bantuan Hayadi untuk menemaniku.Aku hanya menghela nafas membaca pesannya dan tak berniat membalas nya lagi.


Hari ini aku pulang sedikit terlambat.Elissa pun sudah lebih dahulu pulang,dia ada janji bertemu dengan pacar nya.Ketika aku keluar kantor kulihat langit sudah mulai gelap.Aku berdiri di depan kantor sambil membuka aplikasi ojek online diponsel ku.Namun tiba-tiba saja berhenti audi hitam didepanku.Ketika kaca mobil depan diturunkan ternyata itu Hayadi.


"Ren,ayo bareng!mau pulangkan?" Dia menawari ku dengan ramah.Aku berjalan mendekat dan bertanya,"Apa rumah kita searah pak?"


"Ya ampun Ren,memang nya kalau tidak searah saya akan turunkan kamu ditengah jalan,saya nggak sekejam itu.Sudah cepat naik."


Tidak ada pilihan aku pun naik dan duduk disebelah nya.

__ADS_1


"Kamu sudah makan Ren?" Hayadi membuka obrolan di mobil.


"Sudah pak tadi siang sm Ellisa dikantin kantor."Aku menjawab sedikit gugup.


"Ooo itu makan siang kan,Kalau makan malam pasti belum kan?Bagaimana kalau kita makan dahulu?"


"Nggak usah pak!" Aku langsung menjawab spontan.Tiba-tiba aku merasa tidak nyaman,takut kalau dia tersinggung dengan penolakan ku.


"Maksud saya,saya nggak enak merepotkan bapak terus."Aku menambahkan.


"Kenapa saya harus repot.Saya juga lagi lapar sekarang."Hayadi menanggapi ku santai.Aku akhirnya hanya bisa menyerah.Aku tak berniat membantah nya lagi.Percuma saja pikirku.


Hayadi mengarahkan mobil nya kesebuah food court.Aku turun dan berjalan mengikutinya dari belakang.Kau baru sadar kalau Hayadi memiliki tubuh yang tinggi.Ketika berdiri aku hanya sebatas dada nya.


"Kenapa kaki nya panjang sekali,langkah nya lebar-lebar."Aku terus bergumam dalam hati sambil mengikutinya dari belakang.


Hayadi memiliki kulit yang putih,Hidung nya mancung,matanya tidak terlalu besar.Kalau diperhatikan wajahnya terlihat seperti wajah oriental.


Hayadi mengajak ku duduk disudut.Dia membaca menu sambil bertanya padaku apa yang ingin ku pesan.


"Apa saja deh pak,saya pemakan segalanya." aku terdiam,aku ingat aku pernah mengucapkan kalimat ini pada Dimas.Hayadi melihatku lalu tertawa.


"Benar apa yang Maliq katakan,kalau kamu itu lucu Ren."Aku hanya tercengang.

__ADS_1


Semua seperti terulang kembali.Buatku melupakan itu lebih sulit daripada mencintai.Dimas dan semua kenangannya masih jelas diingatanku.Ada yang bilang ketika kamu sibuk kamu akan pelan-pelan melupakannya.Dan aku akan mencoba nya.


Akhir nya aku memesan mpek-mpek palembang dan taekwan palembang.Dan Hayadi juga memesan menu yang sama.Disini aku tahu kalau Hayadi itu tipe follower.Tapi kenapa dia bisa jadi pemimpin ya.Ah sudah lah mungkin dia seperti ini hanya dalam hal memilih makanan.


__ADS_2