
Daripada kisah cinta Romeo dan juliet yang berakhir tragis,aku lebih memilih kisah percintaan Odysseus dan penelope.Yang Walaupun mereka terpisah selama bertahun-tahun namun akhirnya mereka bersatu kembali.Karena cinta akan menemukan tempat nya untuk pulang.
Namun tidak untuk kisah cinta ku dan Dimas.Tidak ada alasan bagi kami untuk bertemu kembali.Bahkan pernyataan cinta dari nya jelas-jelas sudah terlambat.
Tak ada salam perpisahan dari mulut nya.Karena dia mungkin belum rela untuk melepas ku,namun tak jua punya keberanian untuk memperjuangkan ku.Aku berjalan memasuki gerbang keberangkatan kereta tanpa menoleh lagi kebelakang.Buat ku masa lalu biar lah berlalu.
Bagiku dia adalah lelaki yang hadirnya tak pernah ku sesali.Dan segala kebaikannya akan selalu kuingat dihati.Tak ada satu pun alasan ku untuk membenci nya.Karena dia memang hampir sempurna seperti tak bercelah.
Aku duduk sendiri di kereta.Namun tidak seperti biasa,tak ada rasa bahagia di hatiku ketika mendapatkan bangku kosong disebelah ku.Euforia itu tak lagi kurasakan.Aku menonaktifkan ponsel ku.Sebagai ganti nya aku mendengarkan musik dengan earphone melalui MP3.Lagu Mencari cinta sejati nya cakra khan sukses membuat ku meringis perih.
Perlahan aku memejamkan mataku.Mencoba tertidur dan melupakan semua yang kulalui hari ini.Kecupan di dahiku masih terasa dan berbekas dihatiku.Siapa sangka itu akan jadi yang pertama dan terakhir.Kereta mulai bergerak lambat meninggalkan kota R.Selamat tinggal kenangan,selamat tinggal Dimas Sudjatmiko Halim.
Aku terbangun dan mengaktifkan ponsel ku.Kulihat jam menunjukkan pukul 02.45.Aku tak melanjutkan tidur ku.Aku menyibakkan tirai jendela kereta.Hanya gelap yang kulihat diluar sana.Ini adalah kepulangan pertama ku tanpa dijemput oleh papa.Tiba-tiba dadaku terasa sesak.Seperti ada batu besar yang menindih.Aku kehilangan orang-orang yang kusayangi dan kucintai hampir bersamaan.
Tak berapa lama kudengar suara operator yang menginformasikan kalau kereta akan segera sampai di stasiun kota T.Aku mulai membereskan barang-barangku.Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal aku mulai menyandang ransel ku.Aku berjalan pelan saat kereta mulai melambat.Begitu aku turun yang kurasakan hanya kosong disetasiun ini.
Tak kutemui sosok itu menjemput ku.Biasa nya dia akan berdiri diujung peron itu dengan menyilangkan tangannya melawan dingin disubuh hari.Begitu melihat nya aku akan segera berlari menghambur kepelukannya.Ya Allah,aku merindukannya...Rindu ini rindu yang tak terperi.
__ADS_1
Ketika subuh hari, angkutan yang tersedia hanyalah becak bermotor.Aku segera naik dan memberitahu tempat tujuanku.Hanya sepuluh menit aku sudah sampai dirumah ku.Setelah membayar ongkos aku bergegas turun.
Aku mengucapkan salam sambil mengetuk pintu berulang kali.Tak berapa lama pintu terbuka.Kulihat wajah sayu ibu ku menyambut ku.Aku menyalami nya dan memeluknya,tubuh nya semakin kurus.Dia benar-benar kehilangan cinta dan semangat hidup nya.
Tak ada sesuatu yang lebih perih daripada kehilangan orang yang paling kita cintai.Ketika semua orang berkata ikhlas kan saja.Bahkan mereka sendiri belum pernah mengalami nya.Buat ku di dunia ini tidak ada yang bernama Ikhlas,yang ada hanya terpaksa.Terpaksa merelakan yang akhir nya menjadi terbiasa.
Aku menyuruh ibu melanjutkan tidur nya.Aku sendiri memilih membasuh wajahku dan berwudhu.Aku melaksanakan Tahajud yang ditutup dengan witir.Tak ada yang lebih menenangkan selain berdialog dengan Nya sang pemilik hidup.Hal-hal yang terjadi biar lah menjadi pengalaman hidup ini.Aku harus tetap optimis menyambut hari esok.
Pagi ini kulihat ibu sudah berkutat didapur.Aku mencicipi tempe goreng buatannya.Dia selalu membuat nya dengan dicampur beberapa jenis bumbu dapur.Aroma nya tercium wangi.Satu hal yang patut ku syukuri,kedepannya aku akan lebih sering menikmati masakan ibu.
"Jam berapa kamu ke kota M?" ibu bertanya sambil menggoreng tempe.
"Apa sudah tahu alamat kost nya? nanti kamu kemalaman kalau harus mencari alamat lagi."
"Temanku akan menjemput ku di stasiun kereta nanti."Aku berlalu kekamar mandi dengan handuk yang tergantung dibahu ku.
Tak banyak barang yang kubawa,karena sebagian besar barang-barang telah ku kirim melalui jasa pengiriman.Sudah tiga kali maliq menelepon hanya untuk memastikan kalau aku memang benar datang ke Kota M sore ini.Aku sedikit kesal dengannya,seolah-olah dia menganggap ku pembohong.
__ADS_1
Hari ini tak ada telepon atau pun pesan dari Dimas,iya wajar karena nomor nya sudah aku blokir semalam.Begitu aku mengaktifkan ponsel ku,aku langsung memblokir nomor nya.
Sore ini aku bersiap-siap pergi ke kota M.Kemarin aku telah berjanji pada diriku sendiri kalau aku ingin memulai nya dari awal.Aku ingin menjadi lebih baik lagi.Jadi hari ini aku memutuskan untuk mengenakan jilbab.Dulu ketika sekolah aku pernah memakai nya tetapi setelah tamat SMA dan bekerja aku melepas nya.Hari ini aku ingin belajar mengenakannya lagi.Walaupun sekarang masih memakai celana dan kemeja namun nanti aku akan pelan-pelan belajar untuk menyempurnakan hijab ku.
Aku diantar adik perempuan ku Ayana ke setasiun kereta dengan mengendarai motor peninggalan papa.Saat ini dia masih duduk di bangku SMA kelas 2.Dia lah yang menjaga dan menemani ibu ku sekarang.Begitu sampai di setasiun,aku menyuruh nya pulang dan tidak perlu menunggu sampai kereta datang.Dia patuh dan menjulurkan tangannya padaku.Aku menghela nafas dan mengeluarkan uang 200 ribu rupiah dari dompet ku.Dia tersenyum senang kemudian berlalu meninggalkan ku setelah menerima uang dariku.
Setelah lima belas menit menunggu,kereta pun tiba.Aku segera menyerahkan KTP dan tiket ku untuk diperiksa petugas yang berjaga di pintu keberangkatan.Karena jarak antara kota T dan kota M tidak begitu jauh,aku memilih naik kereta kelas ekonomi.Selain ongkos lebih murah,kelas ekonomi sudah memiliki fasilitas AC juga.Hanya saja penumpang nya selalu penuh.Aku tidak akan mungkin mendapatkan bangku kosong disebelah ku.
Perjalanan dua jam aku lalui dengan mendengarkan musik dari gawai ku.Tanpa terasa kereta sudah berhenti di setasiun besar kota M.Semua orang turun,aku pun melangkahkan kaki turun dari kereta.Aku sedikit bingung dengan keadaan disetasiun kota M ini.Karena hanya beberapa kali aku naik kereta ke kota M.Aku membaca petunjuk arah yang tertulis dan mengikutinya.
Sesampai nya digerbang keluar aku melihat Dimas berdiri disamping mobil honda odyssey.Dia melihatku tapi seperti tak mengenaliku.Aku yakin ini pasti karena penampilan ku hari ini.Aku tersenyum dan berjalan mendekati nya.
"Assalamu'alaikum abang Maliq."Aku menyapa nya.Maliq tercengang sesaat menatapku.
"Wa'alaikumsalam,MasyaAllah cantik bener kamu ren."Dia memuji ku sambil memandang dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Benar loh Ren,kamu manglingin.Aku sampai enggak tanda sama kamu."
__ADS_1
Aku hanya tersenyum menanggapi nya.Dia langsung membuka kan pintu mobil untukku.Tas ransel ku diletak nya di kursi belakang.Dia memasang sabuk pengaman dan masih terus memandangiku.
Aku yakin dia menyukai penampilan ku yang sekarang.