
Sambil menunggu pesanan kami datang,aku dan Maliq mulai mengobrol.Maliq menanyakan kapan aku berencana pulang ke kota T.
"Ren,kapan rencana kamu balik ke kota T?"
"Hmm...belum tau juga sih,kemungkinan bulan depan.Kenapa emang nya?"
"Ya biar barengan lah.Soal nya kamu itu kalau tidur di kereta itu udah seperti orang mati.Kalau ada yang mau jahatin kamu,pasti kamu nggak akan sadar."
"Ya biasa nya nggak gitu juga kali,itu kemarin kan karena memang aku beneran capek banget.Makanya tidur nya sampai pulas gitu."
"Ya dan beruntungnya aku orang yang disebelah kamu,kalau nggak kamu pasti tidurnya sandaran sama orang asing."Maliq berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Ih nggak mungkin,aku aja sandaran ke kaca jendela kereta."Aku mencoba menyangkal,karena sejujur nya ketika tidur aku memang suka tidak sadar.
"Masak iya aku mesti videoin kamu kemarin,biar kamu percaya.Ini nih bahu aku aja sampai kebas kamu sandarin." omongan Maliq yang blak-blakan sukses membuat ku malu.
"Tapi beneran kamu sexy juga loh Ren kalo lagi tidur,heheehe.." kulihat Pak Dimas yang sedang minum tersedak ketika mendengar omongan Maliq.Ih si Maliq ini mulut nya memang licin banget kalau ngomong,selicin peluncuran di sekolah Paud.
Aku terselamatkan dari mulut lemes nya Maliq,karena pesanan kami sudah datang.Kami menikmati makan siang dengan sesekali berbincang.Sesekali Maliq juga menambahkan udang telur asin dipiring ku.Jika dilihat kami memang sudah seperti sepasang kekasih.
Disela makan terkadang aku mencuri pandang ke arah Pak Dimas ,kulihat dia begitu akrab dengan Jennika.Bahkan tak segan Jennika mengambilkan lauk untuk nya."Dasar laki-laki golongan buaya,kemarin ngaku nya nggak ada apa-apa sama Jennika.Tadi tangan digandeng diem aja,ini makan dilayanin malah terlihat bahagia banget.Dasar laki-laki munafik."Aku masih terus merutuki nya dalam hati.
Kami lebih dahulu menyelesaikan makan siang kami,karena Maliq tiba-tiba mendapat telepon dan harus segera kembali kekantor.Sesampainya dikantor Kak Karin langsung menodong ku dengan pertanyaan yang sudah bisa kutebak.
"Kamu pacaran ya sama malaikat itu?"
__ADS_1
"Malaikat mana?"
"Itu Malaikat penjaga pintu neraka,si Maliq." Aku langsung memukul dahi ku mendengar ucapan Kak Karin.
"Nggak ah,kami nggak pacaran.Kami cuma makan siang bareng." Aku menjawab kemudian berlalu kemeja ku.
Tak berapa lama kulihat mobil yang membawa Pak Dimas dan Jennika berhenti didepan kantor.Aku yang malas melihat mereka memilih masuk ke toilet.Setelah sepuluh menit didalam toilet aku memutuskan untuk keluar.Namun begitu aku keluar kulihat Pak Dimas sudah berdiri didepan ku.Melihatku ingin menghindarinya dia menarik tanganku naik kelantai dua.Sampai di lantai dua aku berusaha melepaskan tanganku.
"Ren,kenapa kamu masih keluar dengan si Maliq,Maliq itu?" Pak Dimas mulai menginterogasi ku.Aku hanya mencibir mendengar pertanyaannya.
"Lah bapak kenapa keluar makan dengan si Jennika? Pake gandengan tangan segala." Aku balik bertanya padanya.
"Ren,aku kan sudah bilang aku nggak ada apa-apa dengan Jennika."
"Okey..aku minta maaf Ren,tapi kamu juga harusnya batasin pergaulanmu dengan si Maliq itu."
Sejenak kami terdiam,tanpa kami sadari ternyata Merryana yang duduk di ruang tv sejak tadi mendengarkan percakapan kami.
"Ehem..ehem..,aku pura-pura nggak dengar ya!" Merryana melihat kami sambil menahan tawanya.Wajah Pak Dimas langsung memerah dan langsung turun kebawah.Aku mendekati Merryana dan memohon untuk merahasiakan hubungan kami.Merryana setuju,dan sebagai balasannya kami harus mentraktir nya makan malam selama seminggu.Aku hanya geleng-geleng kepala sambil turun kebawah berniat melanjutkan pekerjaan ku.
Seharian ini aku melihat Pak Dimas mencoba menghindari Jennika.Saat Jennika masuk keruangannya,dia memilih keluar dan duduk dengan Merryana.Ketika Jennika menyusulnya keluar dia malah kembali keruangannya.Aku hanya tersenyum sendiri melihat kelakuannya.
Sejenak aku merasa dia mulai serius dengan hubungan kami.Terlihat dari usahanya menghindari Jennika.Dan dia mau menuruti permintaanku.Dia juga memutuskan pulang ke kota R hanya setiap hari sabtu,itu pun pulang bersama dengan ku juga.
Sabtu malam kami sampai di kantor pusat di kota R sekitar jam delapan malam.Aku yang biasa nya pulang ke rumah bang rahman dengan angkutan umum kali ini diantar oleh Pak Dimas.Malam ini dia mengajakku makan sate yang terkenal dikota ini.Buat kami tak ada namanya malam mingguan,karena setiap hari dan setiap malam kami bertemu.Kata Pak Dimas setiap malam itu malam minggu buat kita.
__ADS_1
Ketika makan bersama sesekali aku akan mentraktir nya,walaupun lebih sering dia sih.Ya kali gaji dia kan lima kali lipat dari gaji ku.Jadi perbandingan aku mentraktir dia adalah 1:10.Kalau aku traktir dia sekali,dia sudah mentraktir aku sepuluh kali.hehehehe.
Seperti makan sate malam ini,niat nya aku yang mau traktir dia.Namun dia bilang kalau kali ini biar dia saja yang bayar.Tapi aku masih bersikeras kalau aku saja yang membayar.
"Udah pak,biar aku saja yang traktir." Dengan sombong nya aku mengeluarkan dompet ku.
"Yakin mau kamu yang bayar?" Dia mencoba meyakinkanku.
" Udah sini lihat bill nya." Dengan cepat aku menarik kertas bill ditangannya.Seketika aku membelalak melihat harga yang tertera.Satu porsi sate kambing yang berisi 5 tusuk dihargai 60 ribu.kami memesan 3 porsi,karena terlalu sedikit untuk ku kalau hanya makan satu porsi.Jus semangka satu gelas dihargai 25 ribu.Kami memesan 2 gelas.Aku juga memesan cemilan yang lain seperti kerupuk kulit sebungkus kecil 10rb.Total biaya makan kami menjadi 270 ribu.Ditambah pajak restorannya 10% menjadi hampir 300 ribu.
Pak Dimas yang melihat reaksi ku hanya tersenyum.Dia mengambil kertas bill yang ada ditanganku lalu berjalan ke bagian kasir untuk membayar nya.
"Aduh kalau tiap hari makan sate disini bisa bangkrut aku,gaji ku pun habis buat makan saja." Aku bergumam dalam hati.
"Mending aku makan sate padang Bang Amat,seporsi cuma 10 ribu itu lontong nya udah banyak banget.Pesan dua porsi udah muntah-muntah makannya."Aku masih merasa tidak rela melihat harga yang sudah dibayar oleh Pak Dimas tadi.
Sepanjang jalan pulang kerumah Bang Rahman aku tak henti-henti nya memprotes harga makanan direstoran tadi.Pak Dimas hanya tertawa mendengarkan ku.
"Besok-besok kalau Pak Dim pengen minum jus semangka biar aku yang buatin.Beli semangka sebuah saja,dibuat jus sudah dapat satu teko.Untuk makanannya kita beli tuh sate bang Amat,seporsi cuma 10 ribu."
Pak Dimas hanya geleng-geleng kepala mendengarkan semua omelan ku.
"Ren,nanti kalau sudah menikah dan menjadi seorang isteri kamu pasti rajin masak sendiri.Soal nya kamu pasti sayang sama uang kamu kalau makan diluar.Sekarang masih pacaran saja kamu sudah protes dengan makanan yang harga nya segini." Sungguh apa yang dikatakan Pak Dimas tentang pernikahan membuat ku tertegun.Aku merasa bahagia tentang pembahasannya ini.Diam-diam perasaan hangat memenuhi hatiku.
Sampai saat ini aku belum tahu apa itu definisi dari cinta.Ada yang bilang cinta adalah ketika kamu merasakan euphoria,tiba-tiba bahagia,dan out of control.Ada juga yang bilang cinta adalah ketika kamu slalu ingin bersamanya disetiap waktu,ketika kamu mencoba untuk membenci nya namun yang ada kamu malah selalu memikirkannya.Apa pun yang aku rasakan sekarang harus nya itu adalah cinta.
__ADS_1