Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Dia berencana melamarku?


__ADS_3

Pagi ini aku terlambat bangun,aku tergesa-gesa berangkat ke kantor.Ketika berjalan keluar gerbang kost aku berniat memesan ojek online.Namun ternyata ponsel ku kehabisan baterai.Tadi malam aku langsung tertidur dan lupa mencharger handphone ku.Bagaimana mungkin aku harus berjalan kaki,aku pasti terlambat sampai kantor.


Aku berjalan pelan,kulihat mobil Odyssey hitam berhenti didepan ku.Ketika diturunkan kaca nya, aku bisa melihat Maliq tersenyum kearahku.Aku langsung bergegas masuk ke mobil nya.


"Alhamdulillah loh bang Maliq muncul.Tadi pas mau pesan ojek online ternyata handphone aku habis baterai.Sempat galau loh tadi aku."Aku berbicara sambil mengerucutkan bibir ku.


"Iya aku sudah tahu,makanya aku jemput kamu pagi-pagi."Maliq berbicara sambil tersenyum melihat ku.


"Ih koq Bang Maliq bisa tahu?Bang Maliq bukan anak dukun kan?" Mataku sedikit menyipit melihat nya.


"Apaan Dukun,ya aku tahu karena dari tadi malam kamu dihubungi enggak bisa.Jadi aku pikir pasti kamu ketiduran dan lupa mencharger ponsel mu." Dia terus berbicara sambil mengemudikan mobil.


"Oooo...." Aku hanya ber O panjang.


"Ren,kapan kamu ada waktu?aku ingin mengenalkan mu dengan orang tua ku."Mendengar ini aku sedikit terkejut.Aku tak menyangka dia masih berniat membawa ku kerumah nya.


"Hmm..kapan ya,akhir-akhir ini aku masih sibuk mengurus pekerjaan ku.Bagaimana kalau minggu depan?"


"Okey,tidak masalah karena aku cuti sampai sepuluh hari."


Aku menghela nafas lega.


Dikantor aku benar-benar tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan ku.Ajakan Maliq untuk menemui orang tuanya terus terngiang di pikiranku.Sebagai apa aku akan dikenalkan oleh nya?Kalau hanya teman aku tidak masalah.Namun kalau teman yang spesial bagaimana aku akan menjelaskannya.Maliq terlalu baik padaku,tapi aku tidak bisa membalas semua kebaikannya dengan perasaan ku.


Pekerjaanku tidak ada yang selesai hari ini,makan siang juga harus ku lewatkan.Aku merasa terjebak dengan kebaikan Maliq.


"Udah kamu terima saja kalau Maliq ingin menjadikan mu kekasih nya.Dia baik loh,wajah nya tampan.Gaya nya keren,kamu enggak bakalan malu bawa dia ke kondangan.Keuangan bagus dan enggak pelit.Apalagi coba ren,dia hampir sempurna loh!"Elissa terus saja berbicara sambil kami berjalan keluar kantor.Aku hanya menghela nafas mendengar kata-katanya yang penuh semangat.Persis seperti penjual obat di kaki lima.


Ketika sampai didepan pintu kantor,aku melihat mercy hitam terpakir. Mobil ini seperti mobil yang tadi malam mengantarku.Tapi rasanya tidak mungkin Dimas menjemput ku.

__ADS_1


"Ih mercy siapa tuh.Apa iya pak Hayadi udah ganti mobil?"Elissa terlihat takjub memandang mercy yang berhenti tidak jauh dari kami.


"Mobil seperti itu harga nya kira-kira sampai 1 milyar nggak?" Aku bertanya dengan lugu kepada Elissa.


"Enak saja kamu bilang 1 milyar,yang tipe itu aku taksir pasti diatas 2 milyar."Elissa langsung menjawab dengan semangat.


Mendengar jawaban Elissa aku tercengang,karena aku sendiri memang kurang paham tentang dunia otomotif.Pantas saja terasa nyaman duduk didalamnya.Tapi apa benar itu mobil milik Dimas yang tadi malam mengantar ku pulang.


"Ren,kamu boleh nolak Maliq kalau ada lelaki yang punya mercy seperti itu ngelamar kamu."Elissa berkata dengan sedikit mencibir ku.Aku hanya memutar bola mataku dengan malas.


"Menghayal kamu Sa."Aku menjawab nya malas.


Namun semua diluar dugaan,ternyata Mercy itu berjalan mendekati kami.Dan berhenti tepat didepan kami.Aku semakin tercengang ketika kaca diturunkan,ternyata Dimas yang duduk dibelakang kemudi.Melihatku yang hanya berdiri termangu, dia memutuskan turun dan menghampiriku.Dia memakai kemeja abu-abu lengan panjang yang digulung sampai siku.Terlihat pas ditubuh nya,seperti nya dia baru pulang dari kantor.


"Shareen mau kuliah kan?Ayo aku antar." Dimas membuka kan pintu mobil nya untukku.Melihatku hanya diam terpaku Elissa menyenggol lengan ku.


"Eh Ini ko,teman aku gimana?"Aku menunjuk Elissa yang berdiri disamping ku.


Dimas mengemudikan mobil nya dengan santai.Aku hanya duduk diam dan memandang keluar jendela.Tanganku mengelus dashboard mobil,sungguh aku sangat penasaran dengan mobil yang dikatakan Elissa harga nya dua milyar lebih ini.Dimas melirik ku sekilas.


"Kamu masih pakai cincin itu?"


Aku langsung melirik cincin yang tersemat dijari manis ku.Cincin ruby yang dikelilingi berlian pemberian dari nya.


"Eh,iya...ini terlalu pas dijariku,malah agak sedikit sempit.Susah melepasnya."Jawaban yang penuh basa basi,karena aku sendiri bingung harus menjawab apa.


"Kenapa harus dilepas?kamu tidak menyukai nya?"


"Suka."Aku menjawab cepat.Dan aku langsung terdiam,ketika aku sadar jawaban ku ini terlalu spontan.Apa aku terlihat matre?Lagi pula mana ada wanita yang tidak suka perhiasan.

__ADS_1


Dimas tersenyum melihatku.


"Kalau suka jangan dilepas.Mungkin dimasa depan aku akan membelikan cincin berlian, untuk kamu pakai dijari manis tangan kanan mu."


Aku........


"Apa dia berencana melamarku?Wow Shareena,keinginanmu keliling dunia akan segera terwujud."Aku bergumam dalam hati.Namun sejurus kemudian aku mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran absurd ku ini.


Tiba-tiba saja perut ku terasa nyeri.Aku ingat dari pagi aku memang belum makan.Aku memegangi perutku sambil menggigit bibir bawah ku menahan nyeri.Dimas yang melihatku menjadi bingung.


"Kamu kenapa Ren?Sakit perut ya?" Aku hanya mengangguk.Ada raut khawatir diwajahnya.


"Kamu tidak makan dengan baik ya?"Dia kembali bertanya.


"Tadi pagi sudah telat ke kantor,jadi tidak sarapan.Dan aku melewatkan makan siang ku juga."Aku menjawab sambil menahan perih di ulu hati ku.


"Obat magg kamu masih ada?"


Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala.Aku memang sudah lama tidak mengonsumsi obat magg.Karena selama aku pindah ke kota M,alhamdulillah magg ku tidak pernah kambuh lagi.


Dimas langsung membelokkan mobil ke apotik.Sebelum turun dia menanyakan obat magg apa yang biasa aku minum.Aku memberitahu nya.Dia langsung turun dan masuk ke apotik.Aku hanya menunggu didalam mobil.Tidak berapa lama dia sudah kembali dengan membawa sebuah kantong plastik.


"Minum obat nya,setelah ini kita pergi makan."Dia menyerahkan obat dan sebotol air mineral.Aku pun patuh dan meminum obat yang dia serahkan pada ku.Dimas kemudian mengemudikan kembali mobilnya.Namun dia berjalan melawan arah kampus ku.


"Ko,kok kita belok ke kiri?Kampus aku kan kekanan." Aku bertanya dengan wajah bingung.


"Kamu tidak usah masuk kuliah hari ini.Percuma kamu kuliah dengan keadaan kamu yang seperti ini." Dimas menjawab sambil menambah kecepatan mobil nya.Dia menghentikan mobilnya di depan D'Cafe.


Begitu turun dari mobil dia membawaku masuk dan langsung naik ke lantai dua.Dia menyuruh ku untuk istirahat dikamar yang berada diruangan dia.Dimas sendiri langsung turun kebawah.Aku masuk kekamar yang tidak begitu luas.Ada sebuah ranjang berukuran queen size.Ada kamar mandi juga didalam.Aku meraih remote ac yang diletakkan diatas nakas.Aku langsung memijit tombol on.

__ADS_1


Aku merebahkan tubuhku,matras nya terasa sangat nyaman.Tak berapa lama aku pun langsung tertidur.


__ADS_2