
Setelah acara pernikahan,kami langsung kembali ke kota M.Kami hanya menginap satu malam di rumah orang tua ku.Aku dibawa Dimas tinggal di D'Cafe untuk sementara waktu.Masih ada sisa cuti tiga hari lagi,aku memanfaatkan nya dengan menyusun barang-barang ku.
Melihatku sibuk dikamar,Dimas masuk dengan membawakan ku segelas jus semangka.
"Seperti nya nyonya Dimas sibuk sekali...minum dulu nih jus nya."Dia menyodorkan segelas jus ke mulut ku.Aku langsung meneguk nya hingga tersisa setengah gelas.
"Haus banget ya?" Dia mengusap kepala ku.Ini pertama kali nya dia mengelus puncak kepala ku.Terakhir kali dia melakukannya hampir tiga tahun yang lalu.Ada perasaan hangat yang menjalar dihatiku.Betapa nikmat nya hubungan seperti ini,hubungan yang telah dihalal kan.
"Nanti sore kita lihat-lihat rumah yuk!" Dimas meletakkan gelas jus di atas nakas.
"Maksud nya lihat-lihat rumah gimana?" aku menghentikan kegiatan melipat pakaian dan menatap nya.
"Iya,..lihat rumah yang akan kita beli.Apa kamu mau kita tinggal disini selamanya?" Dimas memegang tanganku dan meletakkan dipipinya.Ih..dia sekarang jadi semanja ini.Sudah seperti anak kucing saja.
"Apa salah nya kalau tinggal disini?Aku suka disini,dan tempat nya juga cukup nyaman." aku mengedikkan bahu ku.
"Iya,tapi kamar disini cuma ada satu loh.Nanti kalau kita sudah punya anak gimana?mereka mau kita tidurkan dimana?" Mendengar ini wajahku langsung memerah.Bagaimana mungkin dia sudah membahas soal anak,sementara kami saja belum melakukan apa-apa.
"Ih,nikah juga baru dua hari,udah bahas tentang anak saja."Aku menarik tangan ku kemudian menunduk malu melanjutkan melipat pakaian.
Menyadari akan ekspresi ku,Dia kemudian tersenyum lalu berbisik ditelinga kiri ku,"Nanti malam sudah bisa siap-siap ya,nyonya Dimas."
Mendengar ini telinga dan wajahku langsung memanas.Aku langsung mendorong nya menjauh dari ku.
"Ih,apaan sih koko! Sana jauh-jauh,siang-siang pikiran udah mesum aja."
__ADS_1
Dimas tertawa lepas dan keluar dari kamar.Aku hanya mengerucutkan bibirku.Namun tak ku pungkiri kalau aku bahagia mendengar tawa nya.Aku suka cara nya menggoda ku dan memanjakan ku.
Namun, apakah ini tidak terlalu kejam?Kami bisa tertawa dengan lepas nya,sementara ibu nya mungkin saat ini tengah bersedih.Tidak kah ini sangat keterlaluan.
Kemarin ibu ku sempat berpesan,"Ren kalau kamu ingin mengunjungi rumah ibu mertua mu,jangan lupa kamu harus membawa beberapa jenis lauk pauk untuk mereka.Kalau bisa kamu harus masak sendiri Ren.Itu adat dan tradisi kita." Aku hanya mengangguk mendengar kata-kata nya.
Seandainya ibu tahu,kalau putri nya ini tidak diinginkan kedatangannya dirumah mertua nya pasti dia akan sedih.Kemarin aku beralasan kalau ibu nya Dimas sedang sakit,jadi tidak bisa hadir di acara pernikahan kami.Namun seorang ibu memang dianugerahkan insting yang peka.Dia selalu tahu apa yang sedang dialami oleh anak nya sendiri.Dia pasti bisa merasakan kalau keluarga Dimas tidak setuju dengan pernikahan ini.Hanya saja dia berpura-pura tidak tahu,dan sama sekali tidak membahas nya.
Tak ada pesta mewah,dan ini pun karena permintaan ku juga.Aku hanya tak ingin semakin menambah luka dihati ibu mertua ku.Tak ada orang tua yang benar-benar ikhlas merelakan anak nya keluar dari agama nya.Namun Dimas juga punya pilihannya sendiri.
Karena terlalu lelah,aku akhirnya jatuh tertidur.Aku terbangun ketika ada benda lembab dan kenyal menyentuh dahi ku.Mataku langsung terbelalak ketika Dimas mencium dahiku untuk membangunkan ku.Beberapa detik kami saling berpandangan.Lalu dengan refleks aku meraih bantal dan menutupi wajahku.
"Heii...mandi dulu sana,sudah masuk waktu Ashar loh!" Dimas mengguncang pelan bahu ku.
"Ya sudah deh,karena aku lagi rajin.Biar aku yang mandikan kamu kali ini."Mendengar Dimas mengatakan ini,aku langsung melonjak bangkit.
"Iya,iya..aku mandi deh!"Aku langsung bangkit dan berjalan kekamar mandi dengan malas.
Sore ini kami mengunjungi rumah yang kemarin sudah dilihat Dimas di salah satu situs jual beli di internet.Ini adalah perumahan yang cukup elite.Ketika memasuki perumahan ini kami wajib meninggalkan kartu identitas diri di pos satpam.
Tidak banyak rumah disini,hanya ada sekitar 20 rumah.Mobil kami berhenti di depan rumah bercat abu-abu dengan pagar yang ber cat hitam.Rumah ini terdiri dari dua lantai.Ketika kami tiba, sipemilik rumah belum datang.Rumah ini memang sudah kosong selama enam bulan.
Dimas mengatakan kalau rumah ini dibeli oleh pemiliknya untuk anak nya.Namun anak nya setelah menikah memutuskan ikut dengan suami nya tinggal di luar negeri.Awal nya rumah ini hanya mau mereka sewakan.Namun Dimas tidak berniat menyewa,dia ingin langsung membeli nya.
Ketika sedang menunggu si pemilik rumah,aku disapa oleh seorang wanita paruh baya.Rumah nya bersebelahan dengan rumah yang akan kami beli.Dia terlihat sedang mengurusi tanaman anggrek nya.
__ADS_1
"Kalian mau melihat rumah ini ya?"Dia bertanya dengan begitu ramah nya.Wajah nya sangat lembut.Aku tersenyum kepada nya.
"Iya bu,rencana nya kami mau lihat-lihat dulu.Kalau cocok kami berencana mau membeli nya."Aku menjawab dengan sopan,tanpa menghilangkan senyum diwajahku.
"Cantik sekali kamu,ramah lagi.Kalian pengantin baru ya?" Ibu itu mulai mengakrabkan diri
"Iya bu,baru dua hari." Aku menunjukkan dua jari ku sambil tersenyum malu.
"Wah,pengantin yang benar-benar baru ini."
Tak perlu waktu lama aku langsung akrab dengan si ibu.Dimas sendiri masih didalam mobil,sibuk dengan gadget nya.Karena yang aku tahu dia juga ikut berinvestasi dalam saham.
Ibu itu mengenalkan dirinya padaku.Namanya Hasmah.Aku juga mengenalkan diriku padanya.
Dia bercerita kalau tadinya dia juga berencana membeli rumah ini untuk putra nya.Namun anak nya sampai sekarang belum berniat untuk menikah,padahal usia nya sudah cukup matang.Saat ini anak nya sedang bekerja diluar kota.
Karena kami yang sudah berniat membeli,seperti nya rumah ini memang bukan rezeki nya.Si ibu juga senang kalau kami jadi membeli rumah ini.Karena itu artinya dia akan bertetangga dengan ku.
Setelah hampir setengah jam,akhirnya si pemilik rumah datang.Aku pun pamit dengan bu Hasmah untuk melihat kedalam rumah dulu.
Rumah ini tidak terlalu besar hanya berukuran 10m x 20m.Terdiri dari dua lantai.Dihalaman depan terdapat taman dan kolam untuk memelihara ikan.Terdapat 2 kamar tidur dibawah,dan 2 kamar tidur dilantai 2.Ruang tamu yang tidak terlalu besar.Ruang keluarga dilantai satu menyatu dengan ruang makan.Dapur bersih dan dapur terbuka hanya dibatasi pintu kaca.Ada taman dan ruang laundry dibelakang rumah.Ada pintu didapur yang terhubung kegarasi mobil.
Di lantai dua terdapat ruang santai untuk menonton televisi.Kamar utama juga terdapat dilantai dua.Kamar nya cukup luas,dan terdapat pintu yang menuju ke balkon.
Aku sangat menyukai rumah ini.Dimas pun mengatakan tak perlu lagi merenovasinya.Hanya saja dia akan mengganti warna cat nya.Dia ingin mengganti nya dengan warna cat putih tulang.Aku hanya setuju dengan semua ide nya.
__ADS_1