
...πΏπΏπ»πΏπΏ...
...πΏπΏπ»πΏπΏ...
Dering ponsel memecah suasana sunyi di pagi buta. Jimny masih bergelung dalam selimut tebalnya.
"Argh.. ! Siapa sih pagi-pagi berisik begini?" Jimmy mengerang kesal dan mencari kesana kemari ponselnya di hamparan ranjang yang super berantakan.
"Ponselku dimana?" Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal kebingungan mencari kesana kemari dan melemparkan barang-barang yang ada di atas ranjang agar ponselnya terlihat.
"Ah, ini." Desisnya senang saat menemukan ponselnya berada di dalam sarung bantalnya. Entah bagaimana masuknya yang jelas ponselnya bersarang disana.
"Bunda?" Jimmy membelalakkan matanya saat membaca nama si pemanggil yang tertera lengkap dengan foto sang bunda yang tersenyum ke arahnya seolah menatap sang putra.
'Hallo Bun.' Sapanya saat pertama berbicara.
'β¦β¦β¦β¦β¦'
'Iya Bun, sore nanti selesai kuliah aku akan pulang.'
'β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦'
'Iya Bun, iya.' Jawab Jimmy sambil terduduk lemas dan mengusap kasar wajahnya.
Panggilan selesai setelah dirasanya cukup.
"Harus pulang ya? itu artinya aku harus menyiapkan mental untuk bertemu dengan Bella. Bella dia belum memaafkanku." Gumam Jimmy menerawang.
"Bell, Apa Kau masih marah huh?" Jimmy bertanya pada foto kontak nomor ponsel Bella yang hanya berwarna abu-abu tanda si pemilik masih memblok nomornya.
"Aku baru menyadari perasaanku ini setelah bertahun-tahun lamanya kita bersama Bell. Tapi jika aku jujur mengatakan aku mencintaimu... mungkin kau akan semakin jijik padaku. Kau akan berpikir aku hanya berbohong untuk mendapatkan maafmu." Jimmy bergelut dengan opininya.
"Argh....! Bella!" Jimmy berteriak menyebut nama Bella.
Di lain tempat.
"Uhuk! Uhuk!" Bella tersedak minumnya sampai terbatuk-batuk.
"Pelan-pelan Bell, Tidak ada yang menginginkan minumanmu." Ucap Ayu sambil menepuk-nepuk perlahan punggung Bella.
Bella mendengus lega setelah tersedaknya selesai. " Ah ..! Kenapa bisa tersedak begini sih? Yah... basah kan?" Bella menyesali bajunya yang basah terkena tumpahan air.
"Makanya hati-hati." Ayu menekankan kata dan ikut membersihkan sisa tumpahan air di baju Bella. "Untung hanya air putih." Cicitnya lagi mengomeli Bella.
" Makasih." Ucap Bella sesudahnya.
" Bell, Apa benar berita yang beredar kalau Jimmy dan Eva putus?" Tanya ayu penasaran.
" Ya..., kau bacanya bagaimana? Aku sih tak mau ikut campur ataupun mencari tahu. Tidak penting juga buatku mereka putus atau terus."
__ADS_1
"Ya..., aku hanya penasaran saja. Kau kan bestie nya si Jimmy. Siapa tau kan ada desas desus apa begitu?" Selidik ayu sambil memainkan alisnya naik turun tanda menggoda Bella.
"Dih, geli!" Bella bergidik melihat tingkah Ayu yang lebih mirip dengan Om Om genit.
"Bell, walaupun kita beda kampus tapi kau tau tidak kalau gosip tentang Eva itu sampai merebak di kampus kita? Semua orang membicarakannya." Ucap ayu yang sebenarnya sudah mulai menarik atensi dari Bella.
"Mereka bilang kalau alasa Eva dan Jimmy putus adalah karena terbongkarnya kelakuan si Eva. Kau pernah mendengar gosip tentang hubungan Eva dan dosen pembimbing yang genit itu kan?" Tanya Ayu yang di angguki oleh Bella.
" Lalu?" Tanya Bella acuh tapi serius ingin tahu.
" Jimmy akhirnya tahu, mereka punya hubungan. Ya... si Eva hanya memanfaatkan keadaan dan status Jimmy yang kaya saja. Dan dia juga memanfaatkan kedekatannya dengan dosen pembimbing demi nilai-nilainya. Agaknya sebentar lagi mereka viral dan akan ada kasus." Ucap ayu.
" Kasus?" Bella tak menutupi lagi perhatiannya dia benar-benar tertarik akan apa yang Ayu katakan.
Ayu mengangguk yakin. " Iya kasus, aku dengar ada yang melaporkan juga memviralkan kejadian dimana Eva sering datang dan pergi dengan si dosen pembimbing. Bukankah itu mencoreng nama baik kampus?" Ayu menghela nafasnya.
" Dosen pembimbing itu sudah beristri tiga. Apakah Eva akan jadi yang ke 4?" Celetuk ayu lagi yang semakin membuat Bella risau.
"Tapi atk ada kaitannya dengan Jimny kan?" Tanya Bella menaruh atensi.
Ayu tersenyum menggoda. " Cie yang masih sayang." Ledeknya sambil mentoel dagu Bella.
Bella menepisnya. " Apasih? hanya sekedar tanya pun." Cicitnya tersipu malu takut kalau ayu menyadari apa yang masih disimpannya untuk Jimmy.
Entahlah dari semenjak dia tau kebenaran soal putusnya hubungan Eva dan Jimmy membuat Bella berbunga-bunga. Dia bahkan bernyanyi riang seharian.
Ah, pantas saja kemarin dia begitu memohon dan berani menciumku. Ternyata dia sudah putus.
Aih...Betapa bodohnya kau Bella.
Ternyata kau masih berharap pada si cecunguk Jimmy itu? Oh ****...! Dunia ini luas! Lelaki banyak! Tak bisakah kau berpaling? Baru kemarin juga kau berjanji pada dirimu sendiri untuk menjauhi Jimny. Tapi sekarang apa? Dasar labil!!
Oh maaf Othor-nim meng kesel sama Bella ini. bucin banget sama Jimmy.π€¬.
"Na... na... na..." Bella bernyanyi riang memasuki pelataran rumahnya.
"Bella, sudah pulang?" Tanya Bunda suci.
"Ah, iya Bun." Jawabnya sambil tersenyum senang. Meringis seperti kuda memamerkan jajaran giginya.
" Eh, Bundamu sudah pulang belum?" Tanya bunda suci.
Bella melihat pintu rumahnya dan juga garasi yang masih kosong. Bella menggeleng setelahnya. " Belum Bun, ada apa?" Tanyanya polos.
"Ayo ikut Bunda. Bantu bunda masak. Nanti malam ada tamu spesial. Pembantu bunda lagi pulang kampung. Bisa kan?" Tanya bunda suci meminta pertolongan tapi setengah memaksa sambil menggiring Bella berjalan menuju ke rumahnya tanpa menunggu jawaban.
" Bella ganti baju dulu Bun." Elaknya ingin mengulur waktu untuk beristirahat sejenak setelah letih belajar.
Sayang, tak mempan. " Tidak usah, begini saja sudah. Bunda kewalahan masak sendiri. Ayo!" Bunda suci terus menarik Bella meski yang di tarik tak rela tapi tetap ikut saja.
"Tamu siapa Bun?" Tanyanya di sela-sela memasak.
__ADS_1
BRAK!!
bunyi bunda suci yang sedang menyiangi ikan nila.
"Ada nanti pasti kamu yang akan kegirangan." Jawabnya dengan tangan yang tak berhenti menyiangi ikan.
"Siapa? jangan bilang kalau itu Jimmy." Tebaknya yang seratus persen salah.
"Kenapa panggil namaku? kangen?" Celetuk Jimmy yang tiba-tiba sudah ada di belakang Bella yang tengah berjongkok menunggu ikan dari bunda suci.
"Aish!!" Bella mengusap dadanya karena terkejut. "Mengagetkanku saja!" Imbuhnya kemudian memutar bola matanya malas.
" Maaf, hanya bercanda." Ucapnya sambil terkikik geli melihat ekspresi wajah Bella.
" Bercanda, bercanda. Hampir saja aku menendangmu!" Ucap Bella bersungut-sungut lalu kembali berjongkok.
Jimmy masih tertawa. " Hoa!" Seru Jimmy saat mendorong bahu Bella lalu menahannya. Mengerjainya sesuka hati seenak jidatnya. Nyaris saja wajah bela tercelup kedalam bak air berisi ikan wafat.
"Aaaaaa!" Bella memekik lantang.
" Jim!!" Seru Bella bangkit lalu menendangnya tapi meleset.
" Just kidding Bell." Ucap Jimmy lalu berlari menghindari Bella.
"Just kidding gundulmu!" Jimmy tertangkap dan masuk kedalam kuncian Bella yang sudah menjitak kepalanya berkali-kali.
" Ampun, sakit Bella." Jimmy meringis kesakitan tapi tak mau melawan. Dia hanya menikmati perayaan kembalinya persahabatan mereka yang lama terabaikan.
"Dasar tak ingat umur." Bunda suci menggeleng sambil tersenyum senang melihat putranya dan anak dari sahabatnya yang kembali menghangat.
...πΏπΏπ»πΏπΏ...
Malam hari.
" Bunda!" Serunya dengan riang saat datang menghampiri bunda suci.
"Eh, anak Bunda." Sahut bunda suci yang lalu memeluknya." Sudah cantik dan harum." Pujinya mengagumi wajah ayu Bella.
" Sudah harum dan cantik." Jimmy menirukan ucapan Bunda Suci dengan gaya bicaranya yang menye-menye.
PLETAK!!
Satu jitakan mendarat di kening Jimmy hadiah dari sang ayah.
" Ndak bagus begitu." Ucapnya menasehati si anak bandel.
" Asalamualaikum!" Seru seseorang dengan suara baritonnya yang menyita seluruh perhatian para tamu jamuan makan malam.
" Di... dia?" Bella melonjak girang menutup mulutnya buang menganga tak percaya dengan visual yang di tangkap Indra penglihatannya.
Bunda Suci mengangguk dan Bella langsung melonjak dan menghambur kedalam dekapan si pria itu.
__ADS_1
Pria tampan berwajah maskulin dan bertubuh kekar. Coba kalian tebak siapa dia?