
...🦢🦢🦢...
Jangan menuding buruk takdirmu, sebab manusia tiada pernah tau malaikat seperti apa yang nantinya akan bersanding denganmu.
...🦢🦢🦢...
Bella masih menangis tergugu di kamarnya setelah kejadian dimana Jimmy lagi-lagi mengutarakan perasaannya penuh dengan paksaan. Jimmy agaknya mulai gila. Disaat dia menyadari perasaannya, disaat itulah dia kehilangan.
"Bell, Apa kesempatanku sudah benar-benar habis? Aku benar-benar tak rela melihatmu bersama dengan lelaki lain. Melihatnya menyentuhmu membuatku gila." Ucap Jimmy yang bermonolog dan berbicara dengan pantulan gambarnya sendiri yang tampak menyedihkan.
Apalah jim kau ini. Ingatlah seperti apa dahulu Bella yang memutuskan urat malunya hanya untuk mengutarakan cintanya padamu. Kau menampiknya sendiri dengan caramu, dan sekarang saat Bella membuka hati dan menemukan bahagianya kau datang untuk merusaknya? Kau sungguh begitu egois Jim.
Di kantor polisi.
Rama selesai dengan rapatnya dan dia sudah di perbolehkan untuk pulang. Rama sama sekali tak mengendus tingkah aneh sang adik. Yang dia tahu Jimmy sama sekali tak menaruh perasaan pada Bella seperti apa yang Bella keluhkan bahwasanya Jimmy selalu menolak cinta Bella.
Rama pulang dan berhenti sejenak di depan rumah Bella. Dia melihat sorot lampu kamar kekasihnya yang belum padam. Rama kemudian berinisiatif untuk menghubungi Bella.
Dring....!
Dring....! Ringtone ponsel Bella mulai bernyanyi riang.
Bella yang masih termangu memikirkan kejadian tadi, kejadian yang tak pantas dilakukan oleh seorang adik kepada pacar kakaknya.
'Ya, Hallo Kak?' Sahut Bella
'Halo, Kau belum tidur sayang?' Tanya Rama sambil tersenyum menatap ke arah jendela kamar Bella dan terlihat bayangan Bella dari tirai kamarnya.
'Em... sudah. Ini aku sudah berbaring.' Bohong Bella.
'Benarkah? Haruskah aku menggunakan pasal penipuan? Aku tahu kau masih berjalan mondar-mandir di depan jendela. ' Rama terkekeh. ' Bukalah jendelanya Manis, aku di bawah.' Ucapanya kemudian.
__ADS_1
Bella terkejut rupanya sang pacar sudah ada di bawah. tepatnya di taman kecil depan rumahnya masih berada di dalam mobil yang menyala.
Ayah dan ibu belum pulang. Dan kamar ini malam ini benar-benar tidak aman buatku. Bella memandang kesegala sudut kamarnya.
Benar sekali masih banyak kesempatan dan kemungkinan bagi Jimmy untuk kembali menyelinap masuk. Jika saja bukan karena kebaikan orang tua Jimmy mungkin Bella sudah melaporkan perilaku yang tidak menyenangkan yang Jimmy lakukan tadi. Dan siapa yang akan menanganinya? Ya tentu Rama.
Bukankah itu akan membuat wajah Rama tercoreng?
' Kak, apa kau ada waktu malam ini?' Tanya Bella.
Rama melihat jam tangannya dan kemudian tersenyum lalu menjawabnya. ' Aku bebas malam ini sayang dan juga besok. Besok aku diminta datang kerumah sakit untuk memeriksakan lukaku.'
' Hem, baguslah. Aku harap lukamu cepat sembuh biar kau bisa memelukku dengan erat.' Kata Bella.
Memang, setelah mereka merubah status menjadi pacaran, Bella tidak pernah menerima pelukan yang begitu erat. Ya, mungkin itu karena luka di lengan Rama atau mungkin juga karena Bella yang hatinya belum seratus persen untuk rama?
'Oh, Kau ingin di peluk rupanya?' Rama mengangguk dan tersenyum senang. Pacarnya merindukan usapanya sekarang. 'Turunlah, aku akan memelukmu.' Ucap Rama hanya sebatas bercanda. Dia tidak yakin juga kalau Bella akan turun.
'Tunggu.' Ucap Bella tanpa terdeteksi ada nada bercanda disana.
Bella seketika berlari kecil dan memeluk Rama dengan begitu eratnya " I miss you." Ucap Bella yang sudah membenamkan wajahnya kedalam dekapan sang pacar.
"Really?" Rama menangkup wajah Bella lalu menaikkan kedua alisnya tanda meragukan perkataan Bella.
Bagaimana tidak ragu? mereka bahkan baru berpisah beberapa jam yang lalu dan sekarang sudah bilang rindu? Hemmh....,, ada aroma terselubung disini.
Sebenarnya bukan karena rindu sebab Bella mengatakan I miss you. Tapi lebih tepatnya karena Bella menginginkan perlindungan dan rasa aman. Dan sekarang hanya Rama yang bisa memberikannya. Sementara untuk berkata secara terang-terangan perihal apa yang sudah Jimmy lakukan itu bukanlah pilihan baik dan mungkin akan merusak hubungan mereka semua.
" Kau ambil kursus dimana?" Tanya Rama yang satu tangannya sudah mengusap dan merapikan anak rambut Bella.
"Kursus?" Bella merenggangkan pelukannya dan menatap lekat wajah pria yang sudah menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Seulas senyuman yang hangat dan menenangkan bagi Bella terbit begitu sempurna dan memikat menampilkan sedikit cekungan yang menambah manis tampilan tampan Rama.
"Iya, kau begitu pandai merayu sekarang." Ucap Rama yang lalu mencubit gemas hidung Bella.
Bella tertawa kecil setelahnya. Ini belum begitu malam tapi keadaan sudah begitu sepi. Rumah Rama juga terlihat tak menampilkan kehidupan yang berarti apalagi mobil Jimmy sudah tidak terparkir lagi.
"Tidak apa kan Kalau untuk pacar sendiri?"
"Harus, kau harus hanya melakukannya denganku. Atau kau akan kena pasal berlapis. Kau tahu kan sekarang perselingkuhan itu bisa dikenakan pasal?" Ucap Rama.
"Kasus Perselingkuhan Perzinahan dalam Kitab Undang – undang Hukum Pidana (KUHP) diatur dalam pasal 284 KUHP, yang berbunyi : Dihukum penjara selama-lamanya 9 (sembilan) bulan, laki-laki yang beristeri berbuat zina sedang diketahuinya bahwa pasal 27 KUHPerdata berlaku padanya, dan perempuan yang bersuami berbuat zina." Kata Rama menjabarkan perihal pasal KUHP dalam perzinahan dan perselingkuhan.
Bella terkikik geli. " Jangan membodohiku, aku tidak takut. Kita kan belum menikah. Jadi tidak akan bisa kena pasal." Bella menghela nafasnya. " Dan aku juga tidak sedang berselingkuh dengan siapapun. Ucapnya lagi kemudian berjinjit dan meraih sesuatu yang kenyal nan lembut dengan bibirnya.
Bella ******* bibir Rama, berusaha menghapus jejak yang baru saja Jimmy buat. Bella menitikkan setetes air mata yang tak Rama sadari. Air mata atas kebodohan dan kekecewaannya terhadap dirinya sendiri yang selalu tak berdaya di hadapan Jimmy.
Dia kenapa menjadi begitu agresif? Batin Rama disela-sela menikmati sapuan hangat dan gai*ah membara diantara keduanya.
" Bell, Kau kenapa?" Tanya Rama yang benar-benar merasakan keanehan dalam diri Bella.
Bella menggeleng menatapnya lalu tersenyum. " Aku tidak apa-apa, hanya benar-benar merindukanmu saja.". Ucap Bella di bawah lampu taman yang temaram.
"Sangat rindu?" Tanya Rama mengulang.
Bella mengangguk dan mereka melanjutkan lagi adegan ciuman. Rama yang terbawa suasana kemudian membawa Bella masuk kedalam mobilnya dan mereka kembali melanjutkannya di bangku tengah. Aku hanya berniat menghapus jejak Jimmy. Tapi mengapa aku malah keterusan dan tak bisa berhenti??
Malam ini, lampu taman yang menjadi saksi bahwa rasa aman dapat Bella rasakan sat bersama dengan Rama.
di suatu ruang monitor CCTV.
PYANG!!
__ADS_1
Jimmy melempar botol minumnya ke tembok dan menghasilkan suara nyaring yang teredam. Jimmy mengamuk saat melihat betapa Bella menikmati ciuman panasnya bahkan dia yang memulai terlebih dahulu.
"Kenapa tadi kau begitu menolaknya saat melakukannya denganku?" Amuknya tak tertahankan dan bercampur dengan tingkat kewarasan yang rendah karena pengaruh alkohol.