
...🌺🦢🌺...
Bella mengangguk dan mereka melanjutkan lagi adegan ciuman. Rama yang terbawa suasana kemudian membawa Bella masuk kedalam mobilnya dan mereka kembali melanjutkannya di bangku tengah. Aku hanya berniat menghapus jejak Jimmy. Tapi mengapa aku malah keterusan dan tak bisa berhenti??
...🌺🦢🌺...
...POV Bella....
Ini merupakan sejarah di dalam hidupku. tak pernah sebelumnya aku berada dalam situasi seperti ini.situasi di mana Aku sangat nyaman dan rasanya tak ingin cepat pergi.
tapi situasi nyaman ini tak lantas membuatku betah untuk tetap berdiam diri. selalu saja di dalam kepalaku ini terlintas sebuah nama sebuah wajah yang sulit kulupakan.
jika boleh aku memakai dan berkata kasar maka orang pertama yang akan ku caci dan kumaki adalah dia Jimmy.
satu lelaki yang selalu bisa menggantungkan dan mempermainkan hatiku tapi mengapa aku tidak bisa membencinya?
dan sekarang aku justru berada di sini di dalam dekapan nyaman seorang lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah kakak kandung dari Jimmy. bukan aku ingin menjadi manusia munafik atau semacamnya Aku hanya ingin belajar membuka perasaanku untuk satu jiwa yang lainnya.
"Ada apa kau terlihat aneh?" Rama dia pacarku dan dia bertanya padaku sekarang. Tak mungkin juga aku jelaskan padanya akan tindakan yang tadi dilakukan oleh adik kandungnya. Bukankah hal seperti itu tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang adik kandung kepada pacar kakaknya?
Untuk mengusir rasa curiga aku lalu tersenyum menatapnya. ku gerakan jari jemariku lalu mengusap kedua pipinya pipi yang akhir-akhir ini jadi tempat kesukaanku untuk remaja sekelas bermain dengan jari-jari ku.
"tidak apa-apa tidak apa-apa aku hanya merindukan mu Apakah itu mengganggumu?"
"tidak aku tidak masalah dengan hal ini aku juga justru suka dengan cara mengganggumu yang seperti ini." Dia tersenyum setelah berkata seperti itu padaku.
Tatapannya sekilas seperti buaya yang sedang merayu mangsanya. Tapi aku yakin dia bukan lelaki seperti itu dia hanya berlaku seperti itu padaku. Tak pernah sekalipun selama aku menjadi tetangganya aku melihat dia membawa wanita ataupun berpacaran saat sekolah. Tidak! dia begitu fokus dengan pelajaran, dia begitu fokus dengan nilai akademik tidak ada waktu untuknya untuk bermain cinta.
__ADS_1
sekarang ada di kepala ku hanyalah memikirkan dimana tempatku untuk tidur malam ini. jendela kamarku sudah rusak aku takut Jimmy akan masuk lagi.
Berkata yang sejujurnya juga tidak mungkin. Aku bingung sekarang, semua ini seperti buah simalakama bagiku. Jika saja keluargaku tidak begitu banyak berhutang budi pada keluarga Jimmy, mungkin aku sudah mengambil tindakan tegas. Ya, walaupun aku menaruh perasaan kepadanya tapi aku tidak sebodoh itu. Aku tidak sebuta itu dalam mencintai seseorang.
"sudah sana kembali ke rumah ini sudah malam tidak baik anak gadis berada di luar rumah semalam ini."
"selama Ayah dan Bunda belum pulang kok mau menemaniku kan?"
Sungguh pertanyaan seperti ini seolah menjatuhkan harga diri ku. Tapi, mau bagaimana lagi rasanya ini lebih baik daripada aku menanggung resiko berada di rumah sendiri.
Dia mengerutkan keningnya aku tahu dia pasti bingung sekarang, tidak pernah sama sekali aku minta ditemani seperti ini. Aku juga takut sebenarnya kalau dia akan menilaiku sebagai wanita yang tidak benar.
"Ada apa katakan kau terlihat takut untuk kembali memasuki rumah?"
Ah~~~, aku lupa jika pacarku ini adalah seorang polisi. Kasus seperti ini pastilah mudah baginya. Dia terbiasa menyelidiki suatu kasus bahkan kasus pembunuhan publik pun bisa diselesaikannya. Lantas untuk kasus remeh seperti ini, aku harus berpura-pura seperti apa lagi, agar dia tidak menaruh curiga?
kulihat dia sudah berusaha menahan tawa saat aku menginginkan sebuah perjanjian kelingking ini.
Dia mengangguk dan memberikan jari kelingkingnya, kemudian jari kelingking kami saling bertaut aku lalu mengucapkan,
"aku tadi tidak sengaja tertarik akan sebuah judul film aku lalu menontonnya sendiri." kataku terhenti Sebenarnya aku bukan ragu Aku hanya mencari sambungan cerita agar terlihat lebih alami saat penyampaian kunanti.
"lalu?" dia bertanya padaku sambil menggelengkan kepalanya. Jangan lupakan posisi kami aku masih memeluknya dengan sangat erat. Entah mengapa aku suka aroma tubuhnya aku merasa nyaman dalam dekapannya.
"Lalu sekarang aku ketakutan, Aku takut tidur sendirian di rumah kau mau ya menemaniku?" tanyaku dengan memasang ekspresi memelas padanya berharap dia akan segera menjawab dengan ya I will.
But not, he is not like that. dia bukan lelaki seperti itu dia tidak mudah terjerembab dalam bujuk dan rayu. "ya sudah, kita tidur di mobil saja ya tidak bagus kan sepasang kekasih yang belum menikah berada dalam satu rumah tanpa pengawasan orang tua?"
__ADS_1
Ini antara bertanya dan menasehati dia menamparku dengan kata-kata lembutnya. Oh, sungguh ini begitu memalukan bagiku. Bukankah aku terkesan murahan sekarang?
"Tapi Bukankah melakukan seperti itu juga bisa di dalam mobil?" cicitku tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu seperti apa reaksi dari kekasihku ini.
PLETAK!!
"Auh...! sakit Kak!!" aku mengaduh kesakitan saat dengan tiba-tiba dia menyentil dahi ku tepat setelah selesai aku berkata seperti itu.
Pemandangan seperti itu bahkan ada beberapa yang malah tersebar di media sosia Dengan mereka melakukan hal yang tidak semestinya di dalam kendaraan Bukankah hal seperti itu yang tanpa ikatan pernikahan dapat mengundang sial?
"Kau habis mengunjungi pantai mana? Kenapa otakmu begitu ngeres banyak pasirnya." Dia mencemooh ku dengan caranya tanpa berkata langsung tapi tepat pada sasaran dan aku jujur saja merasa tersindir.
"Kenapa itu fakta bahkan kemarin aku tak sengaja melihatnya di Y*uT*be."
"Sudahlah pacarku tidak boleh memiliki pemikiran kotor seperti ini. Kau masih kecil, Jangan terlibat dengan hal-hal buruk. Aku tidak mau kekasihku jadi wanita yang tidak benar, Oke?"
"Kalau begitu Kau juga barusan melakukan hal yang tidak benar. Kau selalu menyebutku sebagai anak kecil. Bukankah tadi Kau baru saja menciumku? itu termasuk dalam tindak pencabulan." kataku yang tak mau kalah darinya bukannya marah dia Lalu tertawa lalu kembali memelukku dan mengusap-usap punggung ku salah memberikan ku kenyamanan.
Malam ini dalam pelukannya, di dalam sebuah mobil yang masih menyala. Ada perdebatan kecil dan kami juga saling berbagi cerita menceritakan sesuatu yang tidak penting tapi terkesan manis. Disaat seperti ini, Aku selalu berharap semoga waktu terhenti agar Jimmy tak lagi bisa kembali dan mengganggu pikiranku. Aku ingin belajar mencintai sosok lelaki yang ada di hadapanku ini.
Mencintainya dengan sepenuh hati tanpa satu pun serpihan dari masa lalu yang menghantui.
Ayo dong tolong diramaikan, kasih komentar apa gitu. Author juga kan sebenarnya capek. ada 3 kisah yang belum selesai dan semuanya ketiganya Masih pada onging dan Alhamdulillah udah lolos kontrak.
Boleh dong minta dukungannya.
But I still love you gaishh
__ADS_1