
...🌺🌺🌺...
...🌺🌺🌺...
" Date pertamaku, date pertamaku..." Bella bersenandung kecil sambil bersiul dan memilih baju yang akan dikenakannya di hari yang spesial ini.
" Pakai baju yang mana? Bajuku jelek semua!!" Bella merutuki semua baju yang tergantung dan terlipat di lemarinya. Baginya, tak ada satupun baju yang pantas ia kenakan untuk pergi berkencan.
Semua wanita, semua wanita akan berfikir, tentang warna bajunya, warna tasnya, warna celana, warna heels, dan semuanya harus selaras, serasi dan seimbang. Semuanya harus balance seperti neraca saldo.
Bella berdiri di depan cermin dan mengomentari semua baju yang di sentuhnya. " Ini sudah pernah ku pakai, yang ini juga. Ini juga sudah." Dia menggigit ujung jarinya. " Ah, dia begitu mendadak! aku tidak sempat membeli baju!!" Bella merosot dan duduk di lantai masih berbalut handuk.
Ponsel Bella berdering. Dia semakin heboh sendiri saat panggilan itu menyertakan nama Rama.
" Wah, wah, wah... dia pacar yang tidak sabaran." Bella mencibir ponsel yang berdering tanpa dosa tersebut.
" Ya Kak?" Sahut Bella dengan lemah lembut sebelumnya dia sudah menyetel suaranya selembut mungkin.
"Apa kau sudah siap? Aku menunggumu di bawah."
" Bawah? bawah mana?"
" Ya di bawah, aku sudah berada di depan pintu rumahmu sayang."
"Sa.... sayang?"
"Iya, sayang. Apakah itu terlalu berlebihan?"
"Oh tidak, tidak! aku suka. Masuklah pintunya tidak di kunci. Tunggu aku di ruang tamu. 15 menit lagi selesai. Ok?"
" Ok."
"Gila ini gila!" Bella melonjak-lonjak kegirangan. "Sayang katanya, dia memanggilku dengan sebutan sayang? Ah,, telingaku terngiang..." Bella berbunga-bunga.
15 menit kemudian berbunga dan berakar kuadrat menjadi 45 menit. Rama yang merasa bosan hanya bisa menunggu sambil memainkan game di ponselnya. Wanita kan memang selalu begitu, paling tidak bisa kalau di buru-buru. Atau alisnya akan berubah menjadi jembatan layang dan bibirnya akan salah warna menjadi hitam pekat seperti ban dalem.
TETEW... TET... TETEW...! Anggap saja ini sound effects saat Bella keluar dari kamarnya dan menghampiri Rama.
" Puft....!" Rama menahan tawanya dan hampir menyembur melihat penampilan Bella.
__ADS_1
" Kau mau kemana manis? kenapa pakai baju seperti itu?" Tanya Rama melihat penampilan Bella yang seperti hendak menghadiri acara resmi.
"Kenapa? aneh ya?" Bella berputar memantas dirinya.
"Tidak kau tetap cantik. Tapi akan lebih cantik lagi kalau kau mengenakan kaus hitam agar kita coupelan."
Pintar dan sopan sekali cara Rama menegur tanpa harus melukai perasaan seorang wanita. Coba kalau ini Jimmy? ah pasti habis Bella menjadi bulan bulanannya.
Gambar by: Google.
Kira-kira begini penampilan keduanya.
"Untung aku masih menyimpan baju ini." Kata Bella saat berjalan menggandeng tangan Rama.
" Iya, ini waktu kita menang undian di cafe kan? Padahal waktu itu kita bukan pasangan, tapi malah di kasih baju ini." Rama menimpali.
"Iya Kak, aku ingat. Itu waktu hari valentine, kita menang undian dan dapat ini. Untung aku menyimpannya padahal dulu ini tak muat sama sekali karena aku gendut." Ucap Bella yang kemudian terdiam karena tersadar sesuatu.
Setelah dia berbicara itu, raut mukanya berubah dan menatap Rama dengan sendu. Tangannya lalu merenggang dan berusaha untuk melepaskan. Tapi, Rama justru menggenggamnya erat lalu jemarinya bergerak seperti ingin menularkan ketenangan dan kenyamanan.
Bella tercenung tapi tetap sambil berjalan. Bagaimana dia bisa tahu?
"Tidak bukan karena itu Sayang. Sudahlah jangan banyak berfikir." Kata Rama yang kemudian merangkul pundak Bella dan membawanya masuk kedalam mobil.
Duduk dengan manisnya, lalu si pria memasangkan sabuk pengaman. Oh.... ini sungguh sesuatu yang dinantikan oleh Bella. Sangat mirip dengan adegan yang ada di dalam drama.
CEKLEK! Bunyi sabuk pengaman Rama telah terpasang dengan baik.
" Kita mau kemana Kak?" Tanya Bella yang belum tau kemana rencana Rama.
" Kita akan ke.... tunggu saja nanti. Kau pasti akan suka." Jawabnya sambil tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepala Bella.
Bella tersipu di buatnya. Selalu dan selalu Rama bisa membuat Bella meleleh. Seperti keju yang dipanaskan, atau seperti coklat hangat. Maaf efek lapar jadi membayangkan makanan.
Seharusnya sat bersama dan hanya berdua begini mereka bisa bercengkrama atau terjadi skin ship, Tapi tidak yang ada adalah kesunyian dan rasa canggung yang kian menjadi. Membuat keduanya seolah adalah orang asing.
" Kenapa diam terus? tidak suka kita pergi?" Tanya Rama.
" Em... aku... aku..."
__ADS_1
" Kenapa?"
" Aku hanya sedang menyesuaikan diri dengan hubungan baru kita. Bukankah ini agak aneh? kita bertetangga dan lama menganggap sebagai adik Kakak. Lalu sekarang?" Bella tergugup saat mengatakannya.
Rama malah tertawa kecil. " Tidak ada yang aneh, kau saja yang terlalu banyak berfikir. Sudah kita nikmati saja perjalanannya." Ucap Rama menenangkan lalu tangannya menggenggam tangan Bella dan memberikan kecupan hangat seraya tersenyum menatap si empunya tangan.
Bella semakin merona di buatnya. Mereka menepi di tepi danau yang memang di buka sebagai lahan piknik. Rupanya Rama telah mempersiapkan segalanya sendiri. Dari makanan dan semua peralatan untuk piknik, Rama membawanya.
"Wah, indah sekali...!" Bella melonjak kegirangan menatap danau yang teduh dan beberapa bunga di tepinya.
Gambar by: Google.
Kira-kira begini ya, tampilannya.
" Kau suka?" Tanya Rama yang sudah selesai menata perbekalan pikniknya.
"Kak, kau mengajakku kemari tapi tidak bilang. Aku jadi tidak bisa membantu apapun kan?" Ucap Bella dengan nada kecewa.
Menyadari pacarnya murung, Rama lalu tersenyum dan memeluknya. " Sudah, jangan cengeng. Ini hanya kejutan kecil dariku. Tidak seru kan, di kencan pertama kita kau malah menangis?"
" Hu... hu.... hu..!" Bella sudah menjatuhkan air matanya. " Harusnya kau bilang, kita bisa menyiapkannya bersama." Bella bercicit dalam dekapan Rama.
" Iya-iya besok besok, aku akan bilang. Tapi sudah nangisnya, Bajuku basah kena ingusmu." Rama menggoda si cengeng.
" Ehummh....!" Bella malah berpura-pura sedang mengeluarkan ingusnya membuat Rama terlonjak kaget dan merenggangkan pelukannya. " Jorok!" Omelnya.
" Biar!" Ketus Bella berbicara dengan mata yang menatap tajam kekasihnya.
CUP!
Satu kecupan singkat mendarat di kening Bella. " Untung sayang." Ucap Rama sambil tersenyum. " Kalau tidak sudah ku ceburkan kau ke danau sana." Kata Rama yang menunjuk danau dengan dagunya.
Senang dan berbunga-bunga itu sudah pasti. Kini rasa canggung itu musnah. Habis menguap di telan kehangatan yang mereka ciptakan.
" I love you." Bisik Rama yang kemudian kembali memeluk Bella dengan hangat dan erat.
Bella hanya mengangguk dan tak menjawab dengan perkataan. Dia hanya menghirup aroma maskulin yang begitu menenagkan dan seolah sudah menjadi candu baginya.
Ada apa ini Bella? Apakah begitu susah mulutmu untuk mengatakan cinta kepada pacarmu sendiri?
__ADS_1