
Jam menunjukan pukul dua belas malam lebih lima menit. Suasana malam itu sedikit mendung namun semilir angin berhembus sejuk membelai dua insan muda yang tengah menikmati malam pergantian tahun. Keduanya berpelukan erat di atas sebuah sepeda motor yang melaju kencang di antara hiruk pikuk kota Jakarta.
Sesekali mereka bercanda tanpa menghiraukan bahaya yang senantiasa mengintai di jalanan. Terlihat jelas hati dua insan tersebut sedang diliputi kebahagiaan malam itu. Tak sedikitpun terlintas di benak mereka, kalau semua canda tawa itu akan menjadi yang terakhir kalinya.
Di depan sebuah rumah beraksen minimalis modern, si pengemudi menghentikan sepeda motornya. Cewek yang membonceng di jok belakang bergegas turun.
“Makasih ya, Vid, udah nganterin aku pulang.” Segurat senyuman tergambar di wajah Alika.
Meskipun malam itu cahaya bulan tidak secerah biasanya, tapi cewek itu yakin kalau David –cowok yang sangat ia cintai– dapat melihat senyuman itu dengan jelas.
“Iya, Sayang. Buruan masuk sana, pasti mama sama papa udah nungguin dari tadi,” ucap David sambil mengusap kepala kekasihnya itu.
__ADS_1
Sesaat mereka saling bertatapan. Lembut dan dalam. Entah kenapa malam ini Alika merasa kalau ia akan ditinggal David untuk waktu yang lama. Tiba-tiba saja ada rasa kangen sekaligus sedih yang memenuhi hatinya. Tapi Alika buru-buru mengusir perasaan yang tidak jelas itu.
“Kamu nggak apa-apa, Al?”
Alika menggelengkan kepalanya, tapi bisa dipastikan kalau sorot matanya kali ini berkata lain. Ada kesedihan yang terpancar darinya. “I’m fine,”
“Ya udah, aku pulang dulu. Kamu baik-baik ya. I love you, Honey,”
Sebelum menyalakan motornya, David masih sempat mengecup kening Alika dengan lembut. Kemudian ia mulai menjauh sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan pada Alika.
Hati David malam itu dipenuhi rasa bahagia yang luar biasa. Karena malam itu tepat satu tahun setelah ia resmi berpacaran dengan gadis pujaannya. Sambil terus mengulur senyum, ia kembali membayangkan masa-masa indah yang ia lewatkan bersama Alika.
Tapi sayangnya semua itu telah mengacaukan konsentrasi serta kewaspadaannya di jalanan. Dan tanpa David sadari ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang di depannya.
__ADS_1
Tidak ia rasakan mobil itu bergerak semakin dekat. Bahkan mobil itu menambah kecepatannya karena si pengemudi merasa tidak akan terjadi apapun dengan kondisi jalanan yang sangat sepi. Tapi semua perkiraan itu tidak sesuai kenyataanya. Dari arah yang berlawanan ada sebuah sepeda motor yang tiba-tiba saja menyeberang tanpa menoleh kiri-kanan.
Bunyi rem berdecit terdengar cukup lantang. Tapi bukan bunyi itu yang menarik perhatian, melainkan kerasnya suara hantaman badan mobil yang menabrak sepeda motor tersebut. Hanya sepersekian detik kejadian itu berlangsung.
Dan seorang cewek yang dari tadi mengawasi kepergian sepeda motor tersebut hanya mampu tersentak. Terdiam membeku dan menatap kejadian tersebut dengan mata terbelalak dan mulut ternganga.
Tubuh itu terpental tanpa sempat mengeluarkan sepatah kata. Kemudian menghantam aspal jalan dengan sangat keras. Darah mengalir di sekujur tubuhnya.
“DAVID!!!” Cewek itu berteriak sambil berlari ke arah korban kecelakaan tersebut.
Begitu tiba di depan tubuh tak berdaya itu, Alika langsung jatuh tersungkur dan memeluknya dengan erat. Tapi sekuat apapun pelukannya, hal itu tidak akan bisa mengubah kenyataan bahwa David telah pergi meninggalkan dirinya.
Alika menatap wajah cowok itu dengan perasaan terluka sekaligus tidak percaya. Sepasang mata yang beberapa menit lalu menatapnya dengan lembut dan penuh cinta, kini terpejam rapat dan tak akan mungkin lagi terbuka.
__ADS_1