Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 16


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Itu berarti satu jam lagi Lian akan datang menjemputnya. Hati Alika mendadak jadi kobat-kabit tidak karuan.


Tiba-tiba saja terlintas dipikarannya kalau mungkin saja makan malamnya bersama Lian nanti akan menjadi spesial. Jadi tidak ada salahnya kalau dia bermake-up sedikit.


Alika mulai membongkar-bongkar isi lemarinya. Dia mencari baju yang cukup pantas untuk dipakai ke acara makan malam yang tidak formal tapi yang jelas juga bukan untuk makan di warung kaki lima. Semua baju dari dalam lemari dia pindahkan ke atas tempat tidur.


Alika mematut dirinya dengan baju-baju itu secara bergantian. Mulai dari T-shirt dan celana Jeans sampai gaun berbahan sutra yang biasa dia pakai ke acara formal bersama kedua orang tuanya.


Alika menghela napas. Menyerah. Sepertinya dia tidak akan menemukan baju yang pantas untuk ia kenakan sampai matanya tertuju pada sebuah gaun one shoulder dress berwarna navy.


    “It’s Perfect!” gumam Alika puas.

__ADS_1


Sambil bersenandung pelan, Alika memasuki kamar mandi yang bernuansa putih dan dipenuhi kaca cermin di berbagai sudut dan keluar kembali lima belas menit kemudian.


Setelah mengenakan baju pilihannya dan memblow rambut ikalnya, Alika lalu beralih ke rak sepatu dan memilih-milih sepatu yang cocok dengan gaunnya. Alika memutuskan memakai stapy shoes warna nude yang senada dengan warna kakinya yang putih jenjang.


Bukan Alika namanya kalau tidak tampil istimewa. Meskipun dia mengatakan tidak akan bersiap-siap, tetap saja malam ini Alika berdandan sedikit lebih berbeda dari biasanya.


Cewek itu tidak hanya memoleskan bedak di wajahnya, tapi dia juga menyapukan blush on warna peach di pipinya dan memakai maskara di kedua bulu matanya.


Bahkan bibirnya juga tidak luput dari riasan make-up. Tidak cukup hanya memakai lip tin, Alika mengoleskan lipstik matte warna pink coral pada bibir mungilnya.


Namun sempat terbelsit rasa kecewa dalam hatinya. Dia berdandan seperti itu bukan untuk pacarnya, melainkan untuk orang yang selalu menganggap dia musuh. Sungguh ironis.

__ADS_1


Alika mendengar bunyi klakson mobil dari luar rumahnya. Cewek itu melongok ke luar jendela dan melihat sebuah mobil BMW i8 berhenti di depan rumahnya. Sepertinya Lian sudah datang.


Alika bergegas turun dari kamarnya. Sampai di ruang tamu, dia melihat Lian sudah duduk di sofa bersama Mamahnya yang juga sudah bersiap untuk pergi ke acara keluarga bersama Papahnya.


Sejenak Alika sempat terpesona dengan penampilan Lian malam ini. Cowok bertubuh tegap itu memakai setelan celana hitam dan kemeja garis-garis warna senada dengan lengan yang digulung sebatas siku, membuat cowok itu terlihat ganteng luar biasa.


Ternyata tidak hanya cocok memakai seragam sekolah, baju formal pun sepertinya bukan tantangan yang berat buat Lian. Malahan dia terlihat nyaman dengan penampilan hight-classnya malam ini.


    “Mau berangkat sekarang?” tanya Lian saat menyadari kehadiran Alika di ruang tamu.


    “Boleh,”

__ADS_1


    “Ya sudah, Papah sama Mamah juga udah telat ini. Jadi mau sekalian pergi ajah.” imbuh Mamahnya.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Alika dan Lian segera meluncur menuju tempat makan malam yang sudah di siapkan oleh Mamah Alika dan Tante Ratna.


__ADS_2