
Astaga! Nggak salah denger? Dia ngatain gue cewek rese? Cowok itu pasti nggak pernah ngaca dulu sebelum menghina orang.
Kalau ada votting untuk kategori manusia rese, cowok itu pasti akan menang mutlak tanpa bersusah payah. Karena semua orang yang memegang remote vote pasti akan langsung memilihnya dan memberikan penghargaan sebagi cowok paling rese dengan sangat ikhlasnya.
Habis sudah kesabaran Alika. Cewek itu benar-benar di buat kesal setengah mati. “Lo mau bola ini? Ambil aja tuh!”
Tanpa berpikir apa akibat yang bakal terjadi, Alika melemparkan bola yang ada di tangannya hingga tepat mengenai sasaran. Yang tak lain dan tak bukan adalah kepala si cowok malang itu.
Cowok asing yang di mata Alika terlihat nggak punya sopan-santun sama sekali itu berjalan mendekatinya. Dan sorot matanya itu lho, terkesan angkuh dan menakutkan.
“Kayaknya lo ini anak baru ya? Pantes saja lo nggak tau siapa gue!”
“Emang penting ya tau siapa lo?!”
“Lo bener-bener nggak bisa dikasih hati ya?”
“Gue juga nggak pernah minta hati lo!” Alika menyeringai sambil berjalan meninggalkan cowok yang sedang kesal setengah mati itu.
🍃🍃🍃🍃
Bel istirahat berdering, Alika lebih memilih menghabiskan waktunya di taman sekolah yang letaknya persis di sebelah lapangan basket. Cewek itu kembali teringat kejadian tadi pagi yang membuatnya kesal bahkan sampai terlambat masuk kelas –walaupun dari awalnya memang sudah terlambat–.
Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, cowok yang tadi pagi ia temui sepertinya tidak asing untuknya. Dia seperti pernah melihat cowok itu. Tapi dia tidak sanggup mengingatnya dengan jelas. Dan memikirkan hal tersebut membuat Alika terhanyut dalam lamunan. Sehingga cewek itu tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.
“Wooy! Ngapain lo ngelamun di taman? Kayak nggak ada tempat lain buat nongkrong aja.”
“Gue lebih nyaman di sini dari pada ngliatin lo mesra-mesraan di kantin,”
__ADS_1
“Hahaha.... Makanya buruan cari gebetan, biar kita bisa double date di kantin sekolah.”
“Idiihh.... nggak level amat bikin double date di kantin sekolah.”
“Lagi dengerin apa sih lo kayaknya asik bener,”
Nadia penasaran saat melihat bibir Alika menirukan alunan lagu yang keluar dari smartphonenya.
“Mau tau aja apa mau tau banget?”
“Hahaha.... kayak anak smp lo!”
“Eh, lo kenal nggak cowok yang di sana itu?” Alika menunjuk seseorang yang sedang memutar-mutar bola basket di atas jari telunjuknya yang tak lain dan tak bukan adalah cowok rese yang ia temui tadi pagi. Cowok itu tampak asik bercanda dengan teman-temannya.
“Kenapa? Lo naksir sama dia?” goda Nadia
“Iye-iye, Non… Penasaran banget kayaknya!” Nadia menyenggol bahu Alika dan langsung memulai penjelasannya.
“Cowok itu namanya Arlian Mahesa. Anak-anak biasanya panggil dia Lian. Dia seangkatan dengan cowok gue. Dan mereka teman sekelas. Lian itu termasuk salah satu cowok super cakep yang jadi incaran cewek-cewek di sekolah lo ini, mulai dari kelas sepuluh sampai kelas duabelas. Bukan cuma itu saja, cowok itu jadi terkenal banget lantaran dia disebut-sebut sebagai prince charming-nya sekolah ini. Selain itu, Lian adalah kapten tim basket di SMA Trisaka Bangsa. Dan siapapun pasti akan mengakui kemampuannya, baik itu di dalam ataupun di luar tim, bahkan dengar-dengar sampai ke luar sekolah juga. Pokoknya, tak ada satu cela pun dari si kapten kita itu.”
Alika hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Yuri yang panjang lebar. Dia kembali mengamati cowok itu dengan lebih saksama. Dia terlihat sangat tinggi, jadi wajar saja kalau dia terpilih sebagai kapten tim basket. Tapi sayang cowok se-perfect dia punya tabiat buruk yang menjadikan nilai minusnya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Notes
Hay... Hay Readers... Mohon dukungannya untuk Author dan novel ini lewat kerelaan kalian mem- VOTE novel "Lika-liku Cinta Alika".
and than... Please... Please... Please... tekan LIKE setelah selesai membaca karya tercinta Author ini yaa...!!! xoxo >_<
__ADS_1