Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 44


__ADS_3

Tak perlu menunggu perintah dari Mamanya, Alika segera menyeret kakinya ke kamar mandi walaupun masih ada perasaan yang membingungkan hatinya. Setelah selesai mandi, Alika membuka lemari untuk mencari baju dan langsung memakai apapun yang ia temukan di dalamnya tanpa perlu berpikir baju apa yang akan dia kenakan. Cewek itu memilih memakai T-Shirt berwarna abu-abu polos, sweater putih dan berbulu, celana panjang yang hangat berwarna hitam.


Dengan cekatan Alika mengepak beberapa baju dan barang-barang lain yang akan dia perlukan selama beberapa hari ke depan. Koper besar yang disediakan Mamanya ternyata mampu menampung barang-barang yang jumlahnya tidak sedikit untuk ukuran orang yang hanya akan berlibur tidak lebih dari lima hari.


Selesai berberes, Alika meraih ponsel yang sedari tadi ia acuhkan di atas tempat tidurnya. Seperti yang sudah-sudah, Alika mengirimkan pesan singkat kepada sahabatnya untuk memberitahukan perihal kepergiannya ke Yogya.


Ia tidak inggin melewatkan hari tanpa bersapa ria dengan seseorang yang selama ini selalu ada disaat suka maupun dukanya. Dan seperti dugaannya, sahabatnya itu berceloteh panjang lebar tentang daftar oleh-oleh yang akan dia pesan.


    “Alika… pesawatnya berangkat jam 9. Kita mau berangkat kapan?” teriak Mamanya.

__ADS_1


    “Iya, Ma… Alika juga udah mau turun!”


Alika berlarian menyusul sang Mama yang sudah menunggunya di dalam mobil. Dan betapa terkejutnya Alika, ternyata Mbok Min juga akan ikut dalam rombongannya kali ini. Untung saja Alika tidak bersikeras untuk tinggal di rumah. Apa jadinya kalau ternyata hanya dia sendiri yang akan menghuni rumah sebesar itu. Bukannya takut atau semcamnya, Alika hanya malas kalau harus melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa dibantu asisten kesayangannya alias Mbok Min.


    “Tumben Mbok Min mau ikut liburan? Biasanya nggak rela kalau harus ninggalin rumah lama-lama,” goda Alika sambil menegak susu coklat yang dibawakan pengasuhnya itu.


    “Yang ini lain, Non. Kata ibuk liburannya di pedesaan, Non. Jadi Mbok kepingin ikut, soalnya Mbok suka dengan suasana pedesaan. Daripada yang bersalju-salju itu lho, Non. Mbok bisa beku kayak es batu yang ada di kulkas,”


    “Alika, kamu kapan mau belajar mandiri? Papa nggak mau kalau anak perempuan Papa ini jadi pemalas dan manja.” Papa selalu memberikan nasehatnya kepada Alika di setiap ada kesempatan.

__ADS_1


    “Iya, Al. Gimana kamu bisa ngurus suami kalau apa-apa minta dibuatin sama Mbok Min.” Sahut Mama yang kali ini membuat Alika merasa dipojokkan.


Bagaimana tidak, kedua orang tuanya tidak ada satupun yang membelanya. Masih lebih baik narapidana yang punya pengacara, daripada Alika yang hanya bisa menghela napas.


    “Tenang ajah, Ma. Mama kan selalu punya calon-calon yang bisa bikin aku tambah dewasa. Yang kemarin ajah juga luar biasa kontribusinya dalam proses pendewasaan anak Mama ini.” Alika menyindir Mamanya yang telah salah menjodohkan dirinya dengan Radit.


Tak ada sahutan yang keluar dari mulut Mamanya. Sementara Papa hanya tersenyum simpul melihat anaknya yang bisa beradu argumen dengan istrinya yang biasanya tidak pernah mau mengalah. Tapi sepertinya, sindiran Alika kali ini benar-benar membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.


Mobil terus melaju menembus keheningan pagi kota Jakarta dengan jalanannya yang masih terasa sepi. Melaju melewati tol, sampai akhirnya tiba di area parkir Bandara Soekarno-Hatta. Karena masih mengantuk Alika tertidur di pangkuan Mbok Min saat Mama mencoba membangunkannya.

__ADS_1


    “Al, ayo bangun kita sudah sampai. Kamu sama Mbok Min masuk dulu, Papa sama Mama mau nyari petugas buat ngangkat koper-koper kita ini.”


Alika dan Mbok Min berjalan melewati koridor-koridor di bandara dan mencari tempat duduk yang masih kosong di ruang tunggu. Ternyata banyak juga orang yang akan naik pesawat hari ini. Mungkin karena ini akhir pekan jadi banyak orang yang ingin melepaskan diri dari penatnya kehidupan kota Jakarta. Alika dan keluarganya dengan sabar menunggu kedatangan pesawat yang delay dari jadwal pemberangkatan. 1 jam dilewati, akhirnya pesawat yang ditunggu tiba.


__ADS_2