
Alika sekarang baru tersadar. Suasana malam ini benar-benar romantis. Tempatnya, stilenya, musiknya, bahkan pelayannya pun seperti sudah di set untuk sebuah acara lamaran atau sejenisnya.
Alika tidak sedang bermimpi dan Lian juga tidak mungkin akan melamarnya. Tapi semua situasi ini masih tidak bisa membuat Alika percaya kalau malam ini dia duduk bersama Lian untuk menikmati makan malam romantis di tengah konflik yang terjadi di antara mereka.
“Lo mau pesen apa?”
“Terserah lo ajah yang penting bukan makanan berat. Gue nggak ngerti sama menunya,”
“Kalau terserah gue, enak nggak enak lo harus mau makan.”
“Gue risih kalo dilihatin orang-orang kayak gini.”
“GR amat lo! Mereka nggak ngeliatin lo.”
“Yang duduk di tempat ini kan cuma gue sama lo, masak mereka mau liatin pelayannya?”
Lian menengok kiri kanan. Benar yang dikatakan Alika,di balkon yang cukup luas itu hanya ada satu set meja makan dan itu yang sedang mereka duduki sekarang. Ada sebuah pintu kaca yang menjadi pembatas antara balkon itu dan ruangan dalam. Seperti private room. Lian berpikir, apa semua ini ulah Mamahnya yang memang dari dulu hobby iseng itu?
Lian menghela napas, “Saya pesan 1 porsi Coq au Vin, 1 Foie Gras, 2 Cheese Croissant, 1 Gaufres dan 1 Creme Brulee. Untuk minumnya 1 champagne dan 1 wine putih. Untuk wine tolong yang low alchohol.”
Lian kembali menyerahkan book menu kepada pelayan yang juga sudah mencatat semua pesanannya.
__ADS_1
Alika terbengong mendengar semua menu pesanan Lian. Bukan hanya kagum mendengar kefasihan Lian berbahasa Prancis, tapi dia juga heran untuk siapa makanan sebanyak itu. Padahal dia sedang tidak berselera makan.
“Lo pesen makanan segitu banyak buat siapa?”
“Kalau lo nggak mau makan nggak perlu protes. Lo cukup duduk tenang di sini tanpa perlu bikin gue malu. Oke?”
Alika seketika menekuk bibirnya mendengar jawaban Lian yang ketus.
“Oh ya, lo pernah minum wine kan, Al? Soalnya di sini nggak ada orange juice.”
“Nggak perlu menghina banget gitu bisa kan? Gini-gini gue juga sering diajak bokap nyokap gue buat dinner sama klien mereka.”
“Kalau gue sampai mabuk, berarti itu semua salah lo.”
Malas berdebat lebih lanjut, Lian memilih untuk diam dan membuang pandangannya ke jalanan yang malam itu dipadati lalu lalang kendaraan.
“Makanannya kapan dateng sih? Gue pengen buru-buru cabut dari sini.”
Alika yang merasa semakin nervous mulai membuat ulah. Dia tidak bisa duduk dengan tenang di kursinya.
“Lo itu cantik, makanya orang-orang pada ngeliatin lo.” Kata Lian sambil memegang tangan Alika untuk menenangkannya.
__ADS_1
Sayangnya usaha Lian itu malah membuat Alika semakin resah. Ditambah lagi sekarang hatinya mulai bergemuruh karena tangannya di genggam erat oleh Lian.
Untung saja tak berapa lama kemudian pesanan mereka datang.
Tidak seperti dugaan Alika, ternyata makanan yang dipesan Lian luar biasa enak dan sanggup membuat Alika ingin menikmatinya lagi dan lagi. Terlebih untuk satu makanan yang bernama Foie Gras yang saat ini tersaji di hadapan Alika.
Olahan yang tergolong makanan paling tua di Eropa ini merupakan salah satu menu makanan yang hanya tersaji di restoran ‘kelas tinggi’. Foie gras merupakan makanan khas Prancis yang terbuat dari hati angsa dan rasanya benar-benar unik.
Pada gigitan pertama saja Alika sudah merasakan sesuatu yang benar-benar lembut seperti mentega, namun lebih gurih dan kaya akan rasa.
Selesai dengan Foie Gras, Alika langsung beralih ke hidangan selanjutnya. Kali ini Alika mencicipi Cheese Croissant. Makanan ini dinobatkan oleh CNN sebagai salah satu masakan paling enak di dunia, dan bisa ditemukan di berbagai bakery di seluruh penjuru negara.
Bukan hanya di Prancis, Croissant adalah menu makanan yang boleh dibilang sangat populer. Croissant dalam bahasa Prancis berarti bulan sabit -sesuai dengan bentuk roti ini- biasanya disantap bersama segelas teh ataupun capuccino, bisa juga dengan Soupe a l'oignon -sup bawang khas Prancis-.
Terakhir Alika menutup santap malamnya dengan sebuah dessert mewah bernama Creme Brulee. Makanan yang memiliki rasa manis ini sebenarnya adalah semacam custard, sejenis kue yang bisa diibaratkan seperti kue lumpur di Indonesia.
Creme Brulee terbuat dari campuran vanila, susu, dan buah-buahan yang dimasak di dalam oven. Teksturnya yang lembut, rasanya yang manis, serta sensasi segar dari buah-buahan bisa dijamin menjadi sebuah kombinasi yang wajib dicoba untuk memuaskan lidah siapapun yang hobby berwisata kuliner.
“Hhhmmmm… Kenyang banget gue! Makasih ya lo berhasil merusak program diet gue,” sindir Alika sambil memperhatikan Lian yang masih sibuk dengan Gaufres-nya.
“Lo nggak perlu diet. Gue lebih suka lo yang apa adanya,”
__ADS_1