
Pak Ariyan sedang mengajar matematika di depan kelas. Cara mengajarnya yang khas membuat mata seluruh isi kelas tertuju pada guru nyentrik tersebut.
Meskipun pelajaran yang diajarkan kali ini lumayan bikin runyam, tapi para siswa tetap enjoy memperhatikan. Sekalipun ada beberapa yang berharap jam pelajaran segera selesai karena materi yang diajarkan benar-benar menguras otak. Tapi namanya bukan sekolah kalau semua siswanya menikmati masa-masa belajar mereka.
“Ssttt... Nadia! Bisa mendadak cekat-cekot nih kepala gue kalau kelamaan muter otak begini.” bisik Alika dengan tampang cemberut.
Nadia teman satu mejanya, cuma tersenyum. Cewek itu lalu menggeser duduknya hingga sedikit merapat dengan Alika.
“Nggak sampai lima menit lagi bel pulang juga bakal bunyi, Al. Lo sabar aja. Ok!”
Akhirnya bel yang di tunggu-tunggu Alika berbunyi 10 menit kemudian. Molor 5 menit dari yang dijadwalkan sekolah. Setelah selesai berkemas, kelas XI IPA hening sejenak karena para siswa berdoa sebelum mereka pulang.
Ddddrrrttt. . . Dddrrrtt. . .
HP di saku Alika bergetar. Tanda ada pesan masuk.
Radit ✔
Say, aku tunggu kamu di depan sekolah. Kita jalan.
Ternyata pesan dari Radit. Tapi bukannya senang Alika mendadak merasa malas untuk keluar kelas. Kalau kebanyakan cewek akan merasa senang ketika dijemput sang pacar ke sekolah, hal itu malah menjadi sesuatu yang menyebalkan menurut Alika.
Mungkin karena hubungan mereka ada campur tangan orang tua alias perjodohan, atau mungkin juga karena Alika merasa kalau Radit itu bukan tipe cowok yang bisa membuatnya merasa nyaman. Yang jelas, Radit bukanlah orang yang diharapkan untuk masuk ke dalam kehidupan Alika. Apalagi untuk menggantikan posisi David.
Bagi sebagian cewek, Radit termasuk salah satu kriteria cowok yang sempurna. Akan ada banyak cewek yang rela berebut hanya untuk mendapatkan perhatian cowok itu. Selain memiliki tampang yang flamboyan, Radit juga termasuk salah satu cowok yang berotak di kampusnya. Nilai akademisnya selalu di atas rata-rata. Berperawakan tinggi yang dia peroleh dari hobbynya berenang, membuat Radit memiliki postur tubuh yang atletis. Ditambah lagi mobil volkswagen scirocco yang selalu dia tumpangi, pasti akan membuat cewek manapun yang melihatnya tidak tahan untuk tidak meliriknya. Yang pasti, memiiki seorang pacar seperti Radit tidak akan ada ruginya.
__ADS_1
Tapi sayangnya semua itu tidak sedikitpun menggetarkan hati Alika. Walaupun sudah hampir 7 bulan mereka berpacaran, hati Alika tetap masih tertutup untuk cowok seperfect Radit. Baginya berpacaran dengan Radit hanyalah status untuk membahagiakan hati kedua orang tuanya yang ingin melihat dirinya bahagia. Walaupun dalam hati Alika masih berteriak pilu merindukan sosok yang telah tiada.
“Lo kenapa, Al? Kok tampang lo jadi murung gitu. Bukannya lo paling seneng kalau bel pulang udah bunyi.”
“Gue dijemput Radit, Nad. Jadi males gue mau pulang.” keluh Alika sambil memasukkan satu persatu bukunya ke dalam tas.
“Dijemput pacar kok males pulang? Aneh lo.”
Alika membisu mendengar ledekan Nadia. Sebenarnya dia lelah harus terus berpura-pura tersenyum di depan Radit. Tapi dia juga tidak mempunyai keberanian untuk membuat hati orang tuanya kecewa.
“Oh iya, Nad, cowok lo anggota klub basket juga kan?”
“Yap. Ada apa?” tanya Nadia heran karena mendadak sahabatnya itu menanyakan sesuatu di luar topik pembicaraan mereka.
“Dia akrab ngga sama ketua timnya?” tanya Alika sambil tangannya sibuk membalas pesan Radit. Cewek itu meminta Radit untuk menunggunya sebentar lagi.
Alika tidak sekalipun menjawab pertanyaan Nadia. Yang dia lakukan hanya terus bertanya dan Nadia juga yang terus menjawabnya, “Apa Dony tau sesuatu tentang keluarga dia?”
“Keluarga Lian maksud lo? Kayaknya nggak deh. Lian itu orangnya tertutup. Walaupun mereka sahabatan, belum sekalipun Dony mendengar cerita soal keluarga Lian. Lo dari tadi tanya mulu! Kapan ngejawabnya?” Nadia mulai sewot karena tidak satupun pertanyaan darinya yang dijawab oleh Alika.
“Berarti cowok lo juga ngga tau kan kalau Lian itu ternyata sepupunya David?”
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Notes
Hay... Hay Readers... Mohon dukungannya untuk Author dan novel ini lewat kerelaan kalian mem- VOTE novel "Lika-liku Cinta Alika".
__ADS_1
and than... Please... Please... Please... tekan LIKE setelah selesai membaca karya tercinta Author ini yaa...!!! xoxo >_<