Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 11


__ADS_3

Alika melangkah santai menyusuri koridor SMA Trisaka Bangsa yang terlihat lebih sepi dari biasanya, meskipun saat ini jam istirahat. Dia melirik sekilas arloji hitam yang melingkar di tangan kirinya, jam 12.05. Berarti jam istirahat baru sepuluh menit berlalu.


Saat melewati lapangan basket, tiba-tiba langkah Alika terhenti. Pandangan matanya menyapu ke seluruh penjuru lapangan itu dan mendapati ada seorang cowok bertubuh tinggi sedang asik memainkan si kulit bundar dengan begitu lihainya.


Mula-mula cowok itu mendribble bola kemudian melemparkannya ke dalam ring. Tak satupun dari tembakan itu yang meleset.


Tanpa sadar mata Alika terus tertuju pada cowok itu. Entah apa yang dilakukan cowok itu sampai-sampai menyita seluruh perhatian Alika tanpa berkedip sedikitpun.

__ADS_1


Semakin lama Alika memperhatikannya, cowok itu terlihat semakin misterius di mata Alika. Wajah yang selalu terlihat dingin dan angkuh, sangat kontras dengan kesedihan yang terpancar dari sorot matanya. 


Alika melangkah pelan mendekati lapangan basket. Cewek itu lupa dengan niat awalnya untuk pergi ke perpustakaan. Padahal Nadia sedang menunggunya di sana. Pemandangan dari lapangan basket itu terlalu sayang untuk Alika lewatkan. Kapan lagi dia bisa puas menatap Lian tanpa harus khawatir kepergok orang lain.


Memang sudah bukan rahasia umum lagi kalau ada sebuah konflik yang kurang mengenakkan antara Alika dan Lian. Dimanapun kedua orang itu bertemu, pasti akan ada keributan. Satu sekolah juga tahu itu. Jadi kesimpulannya, kalau sampai ketahuan salah satu dari mereka saling mengagumi satu sama lain pasti akan langsung beredar headline baru di sekolah.


Dan untuk mencegah hal tersebut terjadi, Alika lebih memilih menghindari hal-hal yang berhubungan dengan Lian. Seperti salah satunya menatap lama ke arah cowok yang selalu menjadi pusat perhatian di SMA Trisaka Bangsa itu.

__ADS_1


Lian memang masih ada hubungan saudara dengan David. Jadi Alika mulai berpikir kalau sikap angkuh Lian terhadapnya selama ini pasti karena masa lalunya itu. Tapi semakin dilihat, Lian sebenarnya punya banyak kemiripan dengan David. Salah satunya cowok itu terlihat sangat nyaman dengan apa yang ada pada dirinya.


Dia tidak pernah meniru orang lain, dan selalu tampil dengan apa adanya. Meskipun banyak cewek yang memberikan perhatian padanya, tapi Lian selalu bisa bersikap tegas dan tidak sekalipun memberikan harapan pada mereka.


Lian tampaknya sangat menikmati permainan basket itu. Setiap gerakannya terlihat gesit dan tepat sasaran. Bola yang sedang dia mainkan seakan-akan menyatu dengan telapak tangannya.


Saat cowok itu berputar hendak melakukan long shoot, tanpa sengaja pandangannya bertatapan dengan mata Alika yang berdiri mematung di sisi lapangan.

__ADS_1


Jantung Alika serasa berhenti sejenak. Seketika itu juga dia menundukkan kepalanya. Alika merasa wajahnya memanas. Malu banget. Apa yang dipikirkan Lian kalau tahu Alika dari tadi sedang memerhatikannya. Alika menunggu beberapa saat sampai akhirnya dia menganggkat kembali wajahnya.


Lho kok? Lapangan kosong. Alika celingukan kesana kemari mencari orang yang baru saja membuatnya mati gaya. Tapi sepertinya orang itu sudah pergi saat ia menundukan kepala tadi. Mungkin Lian merasa terganggu dengan kehadiran Alika.


__ADS_2