Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 21


__ADS_3

    “Gue salah ngomong. Ya udah lupain ajah pertanyaan gue!” Lian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.


    “Yee... jangan marah donk!” Alika meraih seragam Lian lalu memeluk lengannya. Membuat cowok itu berhenti melangkah. “Gara-gara masalah sepele gitu ajah lo langsung marah sama gue?”


Lian menoleh sambil tersenyum. Anehnya, tiba-tiba saja hati Alika menjadi girang. Amazing! Setelah sekian lama bersikap dingin, akhirnya balok es itu bisa tersenyum di depan Alika.


    “Gue nggak marah.”


    “Oh.”


Tiba-tiba saja ada rasa canggung yang menyelimuti mereka. Lian merasa hari ini dia terlalu banyak bertingkah aneh. Sedangkan Alika merasa salah tingkah hanya karena mendapat sebuah senyuman dari Lian.


    “Ya udah, gue ke toilet dulu. Mau cuci muka,” tepat saat bel masuk berbunyi dan kepala Nadia menyembul dari pintu kelas.


    “Lo dari tadi di kelas, Al? Pantes ajah gue cari keliling sekolah nggak ketemu.”


    “Gue ketiduran.”


    “Nggak ada kerjaan lain apa selain tidur?”


    “Justru itu kerjaan yang paling penting buat gue. Udah ah, gue mau cuci muka dulu!”


    “Lo nggak denger bel masuk? Nih lo lap ajah pake tissue.” Lian mengulurkan tissue basah yang dia ambil dari tangan seorang siswi yang duduk di bangku sebelah Alika.


    “Bener juga lo. Thank’s.”

__ADS_1


Lian hanya mengangguk dan kembali tersenyum. Senyuman yang tulus dan sanggup meluluhkan hati siapapun yang melihatnya. Dan yang pasti senyuman itu berhasil membuat wajah Alika menjadi semerah tomat.


    “Udah tau bel masuk, lo nggak balik ke kelas, Yan?” tegur Nadia.


    “Iya gue balik. Lo nitip salam nggak buat pacar lo?”


    “Boleh deh. Salam kangen ya,”


    “Ogah amat!” jawab Lian santai sambil melenggang meninggalkan kelas XI IPA 1.


    “Rese’ lo, Yan!” umpat Nadia dengan kesal.


Alika terkekeh melihat kedongkolan sahabatnya.


    “Lo ngapain ketawa, Al?”


    “Kalo itu gue nggak heran. Yang bikin gue heran, sejak kapan Lian bersikap manis sama lo?”


    “Manis gimana maksud lo?”


    “Itu tadi.”


    “Biasa ajah.” Jawab Alika cuek


    “Biasa ajah tapi kok muka lo merah gitu?” goda Nadia, sudah lupa dengan ulah Lian yang sempat membuatnya kesal.

__ADS_1


Alika tidak menyahut dan hanya mencubit pelan lengan cewek yang sedang sibuk mengoleskan lotion di kakinya yang putih mulus.


Ddddrrrtttt.... Drrttt...


HP di saku Alika bergetar.


Lian ✔


Gue serius mau jadi sahabat lo, Al. 🙂


Setelah membaca whatsapp dari Lian, seketika hati Alika menjadi sejuk. Entah mengapa dia merasa sangat senang membaca pesan yang dikirimkan Lian.


Deg!


Deg!


Deg!


Apalagi ini??? Jantung ku kembali berdetak tidak normal. Apakah ini Aritmia???


Apapun yang terjadi dengan dirinya, saat ini Alika tidak mau ambil pusing.


Biarkan semua mengalir apa adanya. Yang perlu Alika lakukan sekarang hanyalah menerima dan menikmati setiap getaran baru yang bergejolak dalam hatinya.


Dan itu semua karena satu pesan 'ajaib' dari seorang Arlian Mahesa. Hanya dengan satu pesan tersebut, dunia Alika yang tenang serasa digoncangkan.

__ADS_1


Ini tidak baik. Firasat Alika mengatakan dengan berubahnya status hubungan mereka akan memberikan perubahan yang besar dalam kehidupan gadis itu.


Sahabat... Tidak pernah terlintas dalam benak Alika kalau Lian akan membiarkannya menjadi sedekat itu dengan dirinya. Apakah itu berarti konflik diantara keduanya akan berakhir sampai disini?


__ADS_2