Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 9


__ADS_3

“Berarti cowok lo juga ngga tau kan kalau Lian itu ternyata sepupunya David?”


Nadia bagai mendapat hantaman di dadanya. Dia masih tidak mengerti arti pertanyaan yang diungkapkan Alika.


“Maksud lo apa, Al?” tanya Nadia ragu-ragu.


“Lo pasti nggak percaya? Gue juga sama, Nad. Tapi gue dengar semua itu langsung dari mulut nyokapnya Lian.”


Nadia semakin bingung. Bagaimana mungkin Alika mengenal orang tua Lian. Dia sendiri saja yang sudah sekian lama mengenal cowok itu belum pernah bertemu langsung dengan keluarganya. Apalagi sampai ngobrol dengan mamanya.


Tulilit. . . Tulilitt. . .


Handphone yang dari tadi ada di tangan Nadia berbunyi. Telpon dari pacarnya, Dony.


“Halo, sayang! Iya ini aku lagi sama Alika.”


“Aku tunggu di parkiran ya.” Jawab seseorang dari seberang telpon.


“Ok, Sayang. Aku langsung kesana.”


Tut! Nadia mematikan telponnya.


“Dony udah nungguin lo?” tanya Alika setelah orang yang dari tadi berdiri dihadapannya itu memasukkan handphonenya ke dalam tas.

__ADS_1


“Iya nih. Balik yuk! Eh, tapi gue masih penasaran sama omongan lo tadi. Gue ntar malem nginep rumah lo ya? Pokoknya lo harus ceritain semuanya sama gue!”


“Terserah lo aja, Nad. Gue juga masih bingung banget sama semua ini. Tapi pulang sekolah gue mau jalan dulu sama Radit. Ntar gue telpon lo kalau udah sampai rumah.”


“Sipp!”


Alika dan Nadia berpisah tepat saat mobil Mercedes-Benz Dony berhenti di depan mereka. Nadia segera masuk ke dalam mobil setelah melambaikan tangan ke arah Alika.


Dari kejauhan tampak seorang cowok sedang berdiri di samping mobil dengan cat hitam mengkilap. Sepertinya mobil itu baru keluar dari salon, atau memang mobil mahal selalu terlihat seperti itu setiap saat.


Entahlah, yang jelas keduanya –mobil dan si pemilik mobil– menjadi perhatian setiap anak yang keluar dari gerbang sekolah. Terlihat mobil yang ditumpangi Dony dan Nadia melintas di depan mobil bermerk ternama itu. Tapi tidak terlihat orang yang ada di dalam mobil menyapa cowok berkemeja biru jeans yang sedari tadi memandangi layar HP di tangannya.


“Hai, Say!” sapa cowok itu sambil menarik Alika ke dalam pelukkannya.


Alika mencoba melepaskan diri dari pelukan kekasihnya. Bukan hanya karena merasa risih menjadi tontonan gratis satu sekolah, tapi Alika juga selalu enggan untuk kontak fisik dengan pacarnya itu.


“Kenapa mesti malu? Aku kan pacar kamu.”


“Tapi ngga perlu jadi tontonan gratis kan?”


Tanpa menunggu dibukakan pintu oleh Radit, cewek yang selalu terlihat manis dengan rambut ikalnya itu langsung masuk ke dalam mobil dan memakai safety belt. Radit lalu menyusul naik dan mobil itu bergegas meninggalkan jalanan depan SMA Trisaka Bangsa.


Tak lama setelah mobil itu pergi, seseorang – yang tak lain adalah Lian – yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon keluar dengan raut muka yang sulit ditebak. Ada aura kemarahan yang keluar dari wajah orang itu. Dia tidak suka melihat ada kebahagiaan di antara Alika dan Radit.

__ADS_1


“Kamu udah makan siang?” tanya Radit sesaat setelah mobil melaju menuju jalan raya.


“Udah. Kita mau kemana?”


“Kamu maunya kemana?”


“Kok malah balik tanya? Kan tadi lo yang ngajakin jalan.”


Radit menghela napas sebentar sebelum menjawab pertanyaan cewek yang duduk disebelahnya.


“Kamu mau sampai kapan pakai kata lo-gue terus, Al. Kita udah pacaran 7 bulan tapi belum pernah aku denger kamu pakai kata aku-kamu.”


“Iya. Kamu mau bawa aku kemana?”


“Nonton mau ngga?” sahut Radit sambil tersenyum.


“Emang ada film baru? Boleh aja. Tapi aku nggak bawa baju ganti.”


“Tenang aja. Kita tinggal mampir ke mall terus beli baju buat kamu.”


“Terserah kamu, Dit.”


Inilah salah satu sifat yang membuat Alika tidak menyukai Radit. Apa-apa selalu mengandalkan uang. Cowok itu tidak pernah menyelesaikan apapun hanya dengan usahanya sendiri. Pasti selalu ada permainan uang di dalamnya. Alika jadi curiga, jangan-jangan perjodohan ini dia setujui juga karena uang. Tiba-tiba terlintas di pikiran Alika kalau sebenarnya Radit juga tidak sepenuhnya mencintai dia.

__ADS_1


__ADS_2