Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 32


__ADS_3

Alika memandangi Lian tanpa berkedip selama beberapa detik dengan mata bulatnya. Mata mereka berdua saling menatap. Memancarkan rasa hati keduanya yang begitu mendalam.


    “Kenapa lo tiba-tiba jadi perhatian banget sama gue?” tanya Alika pelan.


Lian mengalihkan pandangannya dari Alika.


    “Gue nggak suka ajah kalau liat sahabat gue terus-terusan sedih.”


    “Thank’s ya, Yan. Walaupun gue masih nggak nyangka lo bisa sebaik ini sama gue.”


Lian kembali menatap Alika sambil tersenyum, “Gue sendiri juga bingung, Al.”


Selama beberapa saat hanya keheningan yang menyelimuti mereka. Perlahan wajah keduanya semakin mendekat. Alika memejamkan matanya sambil menunggu-nunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Ketika bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba dinginnya ombak mengejutkan kaki mereka. Dengan salah tingkah Alika dan Lian mengalihkan pandangan ke lautan yang gelap gulita.


    “Eh, mmm. . . Lo nggak mau balik ke hotel, Al? Udah malem banget nih.”


    “Emang sih, tapi gue masih pingin di sini, Yan. Lo duluan ajah kalau mau balik.”

__ADS_1


Lian mengangguk, tapi dia tetap tidak beranjak dari duduknya. Cowok itu malah merebahkan tubuhnya di pasir pantai. Alika melirik Lian sekilas kemudian dia melakukan hal yang sama.


    “Gue boleh tau nggak, Al, kenapa lo ngotot banget ngajak liburan ke Bali?”


    “Soalnya gue punya banyak kenangan sama David di Bali. Dan gue mau sekali lagi mengulang kenangan-kenangan itu, Yan.”


    “Terus kalau emang itu kemauan lo kenapa lo jadi sedih kayak gini?”


    “Karena ada satu tempat yang pengen gue datengin bareng David. Tapi karena waktu itu liburan kita cuma singkat jadi kita berencana buat ke sini lagi pas liburan sekolah. Gue nggak nyangka kalau itu malah jadi liburan terakhir gue bareng dia.”


Lian terdiam saat menangkap sinar kepedihan di mata cewek yang sekarang ini terlihat begitu rapuh dan tak berdaya. Dia menyesal telah menanyakan hal tersebut pada Alika.


    “Kemana?”


    “Lo pernah liat sunrise di Pantai Sanur? Katanya sunrise di sana bagus banget.”


Alika mempertimbangkan ajakan Lian sejenak.


    “Boleh. Terus Nadia sama Dony gimana? Emangnya mereka mau?”

__ADS_1


    “Kalau lo berdua ajah sama gue mau ga?” Lian menatap Alika dengan pandangan ingin tahu.


    “Asal lo nggak bawa gue ke tempat yang aneh-aneh gue mau.” Meskipun sedikit dipaksakan, Alika berusaha untuk menunjukan senyumnya di depan Lian.


    “Nggak bakalan. Gue janji.”


Alika dan Lian terdiam cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel.


Saat Lian membantu Alika untuk bangun, tiba-tiba tubuh Alika limbung dan terhuyung. Lian buru-buru menangkapnya sebelum kepala cewek itu menyentuh tanah. Lian berhasil menahan pinggang Alika, namun sebagai gantinya kini wajah keduanya kembali berdekatan.


Tanpa berpikir panjang lagi, Lian semakin mendekatkan bibirnya untuk mencium cewek itu. Alika menatap Lian lekat-lekat, kemudian bukannya melepaskan diri atau semacamnya, dia malah memejamkan matanya.


Dan tak perlu ditahan lagi Lian mendaratkan ciuman di bibir Alika. Ciuman yang hangat dan lembut. Sangat kontras dengan sifat Lian yang jutek dan kaku. Anehnya, ciuman itu seperti déjà vu buat Alika.


Alika merasa seperti pernah mengalami kejadian tersebut di masa lalunya. Tapi yang pasti bukan bersama David. Karena selama mereka setahun pacaran, belum sekalipun Alika mendapatkan ciuman dari David. Entah kenapa setiap kali mereka ingin melakukannya selalu saja ada sesuatu yang menggagalkan niat mereka.


Jadi bisa dibilang ini adalah first kiss untuk Alika. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati cewek berparas ayu itu.


Dan seberapa pun kerasnya Alika mengingat, dia tetap tidak dapat terfokus saat hatinya sedang dipenuhi berjuta gejolak rasa. Rasa senang karena ini memang saat yang ditunggu-tunggunya. Merasakan sebuah ciuman yang kata kebanyakan orang akan membuat mereka bagai terbang ke nirwana.

__ADS_1


Di sisi lain ada juga rasa sedih, karena orang yang saat ini sedang menyentuhkan bibirnya itu bukan David. Alika sendiri bingung kenapa dia bisa melakukan hal itu dengan sahabatnya sendiri. Mungkin saja karena terbawa suasana atau memang sudah ada benih cinta di hati Alika untuk Lian.


__ADS_2