Lika-Liku Cinta Alika

Lika-Liku Cinta Alika
Eps 6


__ADS_3

“Tapi yang itu harus dihabisin,” tegas Mbok Min sambil menunjuk isi nampan yang diterima Alika


“Iya Mbok, makasih.”


Alika meletakkan nampan di atas meja dan menutup kembali pintu kamarnya.


Dddrrrttt... Dddrrrttttt...


Tiba-tiba terdengar suara getar handphone dari dalam tas Alika. Dia yang semula ingin mandi langsung menghentikan niatnya dan beralih mengambil handphonenya. Ada satu pesan masuk.


Mama ✔


Alika sudah pulang? Bisa jemput mama di rumah tante Ratna?


Alika ✔


Udah. Rumah tante ratna yang mana?


Mama ✔


Perum Citra Puri. Belakang cluster rumah kita. Rumahnya No. 12D


Alika ✔


Ok. Tapi Alika mandi dulu.


Alika menyambar handuk yang tersampar di kursi depan meja belajarnya dan bergegas ke kamar mandi. Kalau biasanya cewek yang hobby berlama-lama di kamar mandi ini menghabiskan waktu 30 menit untuk membasahi badannya, kali ini hanya dengan memakan waktu 15 menit saja Alika sudah kembali berdiri di depan kaca almarinya. Bukannya sedang malas berendam di bak mandi, tapi Alika tidak mau mendengar omelan mamanya gara-gara tidak datang tepat waktu.

__ADS_1


Mama Alika tergolong orang yang selalu ontime. Di samping gelarnya sebagai bussines women, menghargai waktu adalah salah satu motto hidup wanita yang saat ini sedang sibuk mengejar karirnya di industri kerajinan tangan atau yang sering disebut handycraft. Jadi bagi siapun yang berurusan dengannya, tidak boleh ada kata terlambat. Tidak untuk karyawannya, relasinya, maupun keluarganya.


Tak butuh waktu lama, mobil Alika sudah berhenti di depan rumah berpagar besi tinggi. Rumah tersebut tampak tidak terlalu luas. Minimalis dan sangat cocok untuk dihuni bagi keluarga muda yang baru menikah atau mempunyai satu anak.


Alika mengecek kembali alamat rumah yang dikirim mamanya melalui pesan. Setelah yakin kalau dia berhenti di rumah yang benar, cewek itu bergegas turun dari mobil dan menekan bel yang terpasang di tembok pagar rumah.


Tak lama kemudian, seorang laki-laki yang kalau tidak salah menebak adalah penjaga rumah tersebut, keluar dan membukakan pintu.


“Neng cari siapa?”


“Saya Alika. Apa betul ini rumah Ibu Ratna?”


“Iya betul. Ada perlu apa ya?”


“Saya kesini mau menjemput mama saya. Namanya Ibu Lula.”


“Terima kasih, Pak.” Alika mengangguk sambil mengulurkan senyum.


Alika berjalan mengikuti laki-laki itu masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam, ternyata rumah itu lebih besar dari kelihatannya. Ruang tamunya saja dua kali lipat dari ruang tamu rumah Alika. Segala perobatan yang ada di dalamnya diatur sedemikian rupa sehingga tata ruangannya terlihat mewah dan elegan.


Disudut ruangan, berdiri sebuah jam tua beraksen romawi kuno yang tampak sangat serasi dengan warna wallpaper dan mamer lantainya. Langit-langit ruangan tersebut dihasi berbagai lampu-lampu kristal kecil yang berjajar rapi sehingga terlihat seperti untaian bunga yang membentuk sebuah kanopi. Tidak ada satupun barang yang melenceng dari jalur interiornya. Semua terlihat berkelas namun tampak natural.


Siapapun yang berada diruangan tersebut pasti akan merasa sangat nyaman dan enggan mengangkat kakinya untuk melangkah. Tapi dari sekian banyak benda di ruang tamu mewah tersebut, ada sebuah bingkai foto keluarga yang luput dari pandangan Alika. Dia tidak menyadari keberadaan foto yang menempel tepat di atas sebuah almari jati yang berisi koleksi gelas-gelas kristal yang indah.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Notes


Hay... Hay Readers... Mohon dukungannya untuk Author dan novel ini lewat kerelaan kalian mem- VOTE novel "Lika-liku Cinta Alika".

__ADS_1


and than... Please... Please... Please... tekan LIKE setelah selesai membaca karya tercinta Author ini yaa...!!! xoxo >_<


__ADS_2