
Tangan saling berjabat itu tak kunjung lepas. Sorot mata Darrel mengamati lekat wajah di hadapannya.
Grey sendiri tak nyaman dengan perlakuan itu, saat ia mencoba menarik lepas tangannya dari genggaman Darrel yang mengerat, ia justru dikejutkan dengan Reyno yang mendadak muncul di situasi sekarang.
"Darrel, sedang apa kamu disini?"
Darrel yang mengetahui namanya dipanggil langsung menoleh. Hal itu dimanfaatkan oleh Grey buru-buru menepis genggamannya.
"Anjing kecilku berlari ke sini dan aku mengejarnya," sahut Darrel dengan pembawaan yang masih amat tenang.
"Kamu memelihara anjing ternyata?" ucap Reyno melirik anjing kecil yang berada di tangan Darrel. "Apa anjing yang kamu miliki itu belum terlalu jinak hingga berlari-larian pergi meninggalkanmu."
Siapa pun yang mendengar kalimat itu pasti akan menganggap bahwa itu sindiran. Grey yang berada di tengah-tengah mereka menilai jika dua orang itu sebenarnya punya suatu hubungan.
"Apa kalian saling mengenal?" tanya Grey penasaran.
__ADS_1
Reyno mendekat ke arah Grey dan menyodorkan es krim yang telah dibeli seraya berujar, "Iya sayang. Kami saudara beda Ayah dan Ibu. Dan Darrel, perkenalkan Renata adalah pacarku."
Grey memilih diam sedangkan lelaki yang bernama Darrel itu terus mengamatinya lama sebelum akhirnya pergi tanpa berpamit meninggalkan tempatnya.
Andreas yang terlelap di sisi kemudi mobil dikejutkan oleh anjing yang berada di pangkuannya, sontak ia mengumpat dan menoleh telah mendapati Darrel sudah duduk di sampingnya.
"Aish... Mengganggu tidurku saja!" Geram Andreas kesal lalu melempar anjing kecil ke jok mobil belakang. "Kenapa datang harus mengagetkanku!" ucapnya lagi seraya mengusap wajahnya yang kusut.
"Informasi apa saja yang kamu dapat tentang wanita itu?"
"Itu kenapa aku bertanya padamu."
"Maksudnya, apa kalian belum bertemu? Aku sudah mengatur skenario pertemuan kalian dan bahkan meminjam anjing kecil itu dari toko hewan. Parahnya semalam suntuk aku tidak tidur hanya untuk cari informasi, tapi setelah aku mempertemukanmu dengannya, tak ada hasil apa-apa? Mengesalkan, tahu begitu aku tak perlu repot-repot ikut campur masalahmu."
"Seberapa yakin kalau wanita itu adalah Grey?"
__ADS_1
Andreas memperhatikan raut wajah Darrel dan menilai jika prasangkanya tadi salah. "Sangat yakin, karena dari wajahnya saja sudah sangat mirip dan Grey tidak memiliki catatan saudara lain selain adik lelakinya yang brengsek itu yang gemar berjudi menghabiskan uang Grey."
"Dia menyebutkan namanya Renata dan tadi aku sempat bertemu dengan lelaki yang mengaku sebagai pacarnya, lelaki itu Reyno," sebut Darrel serta merta membuat Andreas terkejut bukan kepalang.
"Reyno, apa lelaki itu kamu mengenalnya? Atau jangan-jangan? Jangan bilang kalau lelaki itu anak bawaan dari istri Ayahmu?" tebak Andreas dan Darrel terdiam nampak rahangnya mengeras.
"Oh ****!!!" umpat Andreas. "Aku bahkan tak berfikir sampai sana dan semalam informasi yang kudapat dari penjaga apartemen menyebutkan kalau wanita itu hanya tinggal berdua, kalau tidak salah namanya Lisa juga disebutkan lelaki yang sering berkunjung bernama Reyno. Dan pagi tadi aku tidak begitu cermat mengamati orang yang menjemput wanita yang kuyakini adalah Grey."
"Sial!" geram Darrel.
"Apa ini ulah Ayahmu? Tapi dipikir-pikir tidak ada yang tahu siapa orang yang kamu pakai untuk jadi istrimu."
Darrel menggeleng. Ia menyentak kepalanya pada sandaran jok mobil, ia merasa seperti dipermainkan. Berputar-putar dan susah payah mencari keberadaan Grey, justru wanita itu sebenarnya tak berada jauh darinya.
Tapi ia bertanya-tanya kenapa Grey bisa bersama dengan Reyno lalu berpura seakan tak mengenalinya, malah justru orang yang tak pernah Darrel anggap saudara itu mengaku sebagai kekasih dari istri.
__ADS_1
Istri? Darrel menertawakan diri sendiri yang bahkan tak pernah menganggap tapi merasa sudah memiliki.