
Sesuai dengan ditentukannya hari, tempat kediaman Danar dikunjungi oleh tim survei dari perwakilan cabang perusahaan properti milik Cakra Samudera. Sambutan yang baik pun dilakukan, apalagi Grey yang ditunjuk Danar sebagai pewicara membuahkan satu kesempatan yang menguntungkan bersama.
Grey sendiri tak menyangka, ia bisa begitu percaya diri meski ini adalah kali pertama mempraktekkan ilmu bisnis yang dulu pernah dipelajari di bangku kuliah. Apalagi menghadapi rekan bisnisnya secara langsung yang dalam anggapannya adalah hal sulit, tapi kini sudah berhasil dilalui.
Dengan bernapas lega Grey merapikan lembaran berkas salinan dari formulir yang telah diisi dengan data-data produk unggulan. Produknya direncanakan akan diikut sertakan dalam pengadaan properti dan kelengkapan industri komersil seperti Cafe maupun hunian.
Hanya tunggu kabar, sebab menurut para tim survei yang datang ke tempatnya lusa kemarin berkasnya baru hari ini diikutsertakan dalam rapat di kantor pusat.
Kembali Grey berkutat dengan sosial media, membalas satu persatu pesan yang masuk. Juga ia memperbarui unggahan dengan memposting beberapa testimoni yang didapat dari pelanggan yang puas atas barang pesanan yang diterima.
Dengan kesibukannya yang sedari pagi kini waktu menunjukkan sudah lewat tengah hari. Grey yang sudah merasa lapar segera mencukupkan pekerjaan, berganti kegiatan dengan mengisi perutnya.
__ADS_1
Diakui di usia kehamilan yang mendekati hari lahir Grey jadi sedikit was-was. Terkadang sudah ada muncul tanda-tanda mengencang di bagian bawah perutnya. Hingga ketika ia berdiri dari duduknya yang lama, Grey menahan rasa nyeri dan berjalan sedikit tertatih dan sulit untuk hanya berpindah tempat.
Grey selalu mengatur napas, berusaha tenang untuk tak panik menghadapi situasinya yang sekarang. Tapi kali ini dengan kesulitannya yang berjalan justru ada lengan yang merangkulnya, membantunya dengan tanpa diminta untuk menuntun Grey sampai pada tempat yang hendak dituju.
"Ibu kok sudah sampai rumah? Ibu pulang diantar sama siapa?" ucap Grey sebab dari tadi ia hanya di rumah, dan beberapa jam lalu Ibunya Danar berpamit untuk keluar membeli barang keperluan.
"Dijemput Danar," sahut Ibunya Danar membantu Grey untuk duduk di salah satu kursi makan.
"Grey kok gak denger suara mobil?"
Grey yang dilayani segera menolak. "Biar Grey sendiri yang siapkan Ibu. Maaf Grey selalu merepotkan."
__ADS_1
"Sudah kamu duduk saja, Ibu sama sekali tak merasa direpotkan," ujar Ibunya Danar tetep kekeuh melayani Grey mempersiapkan makan siang.
Grey selalu dibuat sungkan dengan perlakuan baik yang diterimanya. Tapi saat melihat wajah Ibunya Danar yang tulus dan memancarkan kasih sayang ... perasaannya juga jadi ikut tergerak untuk mempertanyakan pada dirinya sendiri, sanggupkah nanti ia bersikap sedemikian kepada anak yang berada dalam kandungannya?
"Makan lah, setelah ini istirahat. Jangan paksakan diri biar gak kelelahan."
Grey yang baru saja termenung dengan spontan mengiyakan nasehat itu, dan dengan ditemani Ibunya Danar segera ia segera menyantap makan siang itu.
Setelah semua beres Grey mengistirahatkan diri sejenak untuk berbaring di kamar. Meski ia hanya duduk yang dalam pekerjaannya dihabiskan di depan layar ponsel dan laptop tetap saja ia merasa lelah. Hingga tanpa sadar ia yang sudah memejamkan mata dan terlelap yang entah sudah berapa lama, tiba-tiba tersentak bangun seperti badannya baru saja dijatuhkan dari ketinggian.
Grey bangun dalam keadaan bingung, terkaget juga dalam kesadarannya yang belum terkumpul ia mendengar bunyi bising dari arah luar kamarnya.
__ADS_1
Hatinya mendadak resah, dan dalam terbalut perasaan gelisah Grey buru-buru bangkit untuk keluar dari kamar. Hingga ketika belum sempat ia mengetahui ada kejadian apa, justru ada hal tak terduga sudah berdiri di depan mata.
Kenapa secepat ini bertemu? Seru batin Grey yang tak bisa mengelak atau pun lari meninggalkan tempat. Juga ketika menyadari orang yang saat ini berdiri tak jauh darinya menjuruskan matanya untuk menatap turun ke arah perutnya, dan mendadak membuat hati Grey dicambuki oleh satu perasaan, sakit.