Lost Memory

Lost Memory
Empatpuluh Enam


__ADS_3

Grey mulai mengenali suara itu. Pelan ia mendongakkan kepala, wajahnya menyiratkan ketakutan yang begitu besar dan ia dengan amat lirih bergumam, "Tolong."


Sontak orang di hadapan Grey makin merespon bingung. Melirik ke sekitar dan dalam hati bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ditakutkan oleh wanita yang berdiri di hadapannya.


Dan menyadari jikalau badan tangan wanita di hadapannya bergetar hebat, ia lantas jadi tak tega. Satu tangannya yang bebas kini digunakannya untuk menarik tangan itu.


"Tujuanmu mau kemana?" tanyanya usai menepi dari keramaian orang yang berlalu-lalang.


Tapi Grey justru terdiam lama membuat orang di hadapannya mencoba menahan sabar. "Alamatmu dimana? Mungkin lebih aman kalau ada keluarga yang menjemput, coba kamu hubungi keluargamu."


Grey yang tak mengeluarkan sepatah kata pun kali ini membuat orang di depannya marah. "Punya mulut gak bisa ngomong ya?" bentaknya tanpa sadar yang justru membuatnya menyesal karena ucapannya memancing orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


Hingga orang itu membuang napas mencoba tenang. "Maaf aku masih ada urusan," ujarnya berpaling dan memegang handle koper hendak pergi namun dihalangi oleh Grey yang menarik ujung jaketnya.


"Aku gak tahu harus pergi kemana," ucap Grey dengan lemah.


Tapi lelaki itu berusaha tak perduli dan mengabaikan begitu saja. Dengan melangkah tegap dan menyeret koper super besarnya ia meninggalkan gedung lobby bandara menuju pada supir travel yang menawarkan jasa layanan ke daerah tempat tujuannya.


Lelaki itu bernama Danar, usianya masih terbilang muda. Sebab saat lulus dari sekolah menengah atas ia langsung melanjutkan pendidikan kursus bahasa sebagai bekalnya bekerja ke Jepang sebagai tenaga kerja disana.


Usai meletakkan koper di bagasi belakang dan di bantu oleh supir, ia kemudian di arahkan untuk duduk di kursi bagian depan. Sudah ada beberapa penumpang di bagian belakang dan supir sepertinya masih mencari penumpang lain. Meski di dalam pesawat tadi ia sudah tidur tapi ia masih begitu lelah. Dengan menyumpalkan headset di telinga dan mendengar lagu kesukaannya kini ia memilih untuk memejamkan mata.


Beberapa menit berlalu, ia sadar mobil yang ditumpanginya bergoncang. Ketika membuka sedikit mata dilihat sang supir sudah mulai melajukan mobil meninggalkan kawasan bandara.

__ADS_1


Enam tahun waktu yang sepertinya sudah sangat lama tak melihat suasana khas Indonesia. Kini Danar tak melanjutkan tidur, dengan cahaya mentari yang mulai terang ia mengamati sekitar jalanan dan sesekali juga berbincang dengan sang supir.


Seperti bau khasnya penumpang di mobil yang ditumpanginya oleh umum, ciuman bau minyak angin satu dengan yang lain mulai berbaur. Apalagi di belakangnya kebanyakan kaum wanita atau pun ibu-ibu yang tak kuat dengan hawa dingin dari AC. Danar sungguh tak mempermasalahkannya apalagi sang supir ia menebak hal ini sudah seperti kesehariannya.


Tapi hal lain justru kali ini terjadi, penumpang di belakang terdengar beberapa kali muntah. Danar melirik dari spion depan, nampak penumpang yang lain begitu sigap membantu orang yang tengah menunduk membekap mulut yang mengeluarkan isi perut itu dengan kantong kresek hitam.


Ia yang sedikit tak tega lalu berusul pada sang supir agar mengecilkan suhu dingin dalam mobil. "Pak, AC nya kecilkan kasian penumpang yang di belakang."


Apalagi bau tak enak yang merebak dalam mobil kini mulai menguar, Danar pun berusul lagi, "Jendela dibuka saja Pak biar ada sirkulasi udara."


Sang supir juga menurut, Danar juga kini hanya bisa membatin yang padahal perjalanan baru ada satu jam. Tapi bagaimana pun naik kendaraan umum sudah pasti banyak resikonya kecuali kalau ia menyewa travel privat.

__ADS_1


Menit berlalu keadaan di dalam mobil yang sudah sedikit tenang karena tak lagi mendengar suara orang muntahan kini membuatnya penasaran, ingin tahu keadaan orang di belakangnya. Dan ketika Danar mulai melirik ke arah spion depan, terkejut lah ia sebab orang yang nampak lemas sambil memejamkan mata dan menyandarkan kepala di jok mobil itu adalah wanita yang dikenal.


__ADS_2