
Gak salah lagi! Danar membatin saat sudah menoleh memastikan jika wanita yang duduk di jok belakang adalah wanita yang duduk satu kursi pesawat dengannya.
Tapi kenapa wanita itu lagi-lagi ada dan satu mobil dengannya, itu lah yang dipikirkannya saat ini. Namun ia menepisnya, mencoba berfikir positif mungkin memang tujuan wanita itu searah.
Kini Danar membenarkan posisi duduknya mencoba tak perduli atau ambil pusing dengan wanita itu, toh juga bukan siapa-siapanya dan terlebih ia tak mengenal.
Ia kemudian sesekali berbincang dengan sang supir, teriknya matahari juga jadi sulit membuatnya kembali tidur. Padahal sudah jelas badannya amat sangat lelah, namun keantusiannya untuk sampai ke rumah bertemu dengan orang-orang yang dirindukan membuatnya menghadirkan semangat.
Ia dan sang supir juga sesekali bercerita, karena sang supir sendiri adalah orang yang asyik di ajak mengobrol. Danar pun banyak menceritakan pekerjaannya yang di luar negeri sebagai buruh pabrik di industri yang menangani produk yang terbuat dari besi baja.
Tujuh setengah jam adalah estimasi untuk sampai di tempatnya tinggal. Kini mobil yang ditumpanginya sudah berada di kawasan tol, dengan kecepatan yang terbilang masih rata-rata mobil melaju begitu nyaman membuat penumpang di belakang yang dalam kondisi lelah tertidur. Danar baru saja menoleh ke belakang dan saat ia beralih melirik ke arah jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih.
"Satu kilometer lagi kita berhenti di Rest area," ujar sang supir memberitahu.
Danar pun membalas dengan mengangguk-anggukan kepala. Hingga tak berapa lama mobil menepi menuju tempat parkir rest area yang tersedia dan sang supir mengintruksi agar penumpang turun untuk melanjutkan istirahat dan makan siang.
__ADS_1
Selama acara makan berlangsung Danar sesekali melirik ke arah wanita yang ia anggap sangat aneh itu. Beberapa orang bahkan sampai membujuk wanita yang nampak masih lemah, diam dan tak sedikit pun wajah ketakutan yang ditampilkan itu surut.
Hingga tak sengaja saat wanita itu juga tengah menoleh ke arahnya, Danar dengan tergesa memalingkan muka. Merasa ia juga sudah cukup dengan makanannya kemudian ia berpamit ke sang supir untuk keluar dari area tempat makan untuk menghisap rokok sejenak.
Kini penumpang yang satu travel dengannya nampak keluar dari area tempat makan, kebetulan ia juga sudah menghabiskan dua batang rokok. Demi menetralisir bau mulutnya, Danar tak lupa mengemut satu permen mint yang sudah disediakan di dalam saku jaketnya.
Satu jam lebih waktu yang sudah cukup untuk beristirahat, saat penumpang sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobil justru dikejutkan dengan salah satu orang yang pingsan hingga badannya ambruk di lantai parkiran yang keras.
Dengan sigap Danar bangkit ikut menolong. Wanita yang dipikirnya aneh kini dikerumuni orang-orang.
"Dia kayaknya sakit. Tadi di restoran cuma makan sedikit," ujar salah satu wanita yang menolong dan diiyakan oleh yang lain.
"Tujuan dia kemana Pak?" tanya Danar pada sang supir.
Supir terdiam, ia berfikir lalu tak berselang mengambil catatan di mobilnya. Membaca sekilas dan berujar, "Mbak ini tujuannya ke Semarang."
__ADS_1
Danar mengangguk, melirik sekilas dan orang yang dilihat sekarang sudah mulai tersadar dan setelah kondisi mulai membaik perjalanan dilanjutkan.
Satu persatu penumpang diantar ke tempat masing-masing, dengan sistem antar dan bayar saat tiba di rumah. Kini tinggal ada Grey dan Danar di dalam mobil.
"Mbak dari tadi belum nyebutin alamat rumah. Jadi ini mau diantar sampai depan rumah atau cuma berhenti disini saja karena ini sudah ada di area Semarang?" tanya supir dengan melajukan kendaraan pelan dan melirik ke spion belakang.
Grey menatap ke depan dengan sekali menoleh pada orang di samping supir. Ia sendiri sebenarnya tak tahu tujuannya hendak kemana, apalagi pagi tadi keputusannya yang membawanya pergi dan masuk ke mobil ini karena ia yang mengikuti Danar.
Ia sendiri tak tahu dimana tujuannya, Danar yang bahkan acuh dan tak sadar jika diikuti oleh Grey. dan ketika Grey ditawari oleh sang supir ia hanya mengangguki ucapan dari tawaran sang supir saat menawarkan jasa layanan tujuan dan menyebutkan asal nama daerah yang juga supir telah sebutkan.
"Tinggal Mas ini sama Mbak saja yang ada di mobil saya. Jangan ulur waktu, bantu saya juga biar setelah saya selesai antar penumpang, saya juga bisa secepatnya balik pulang ketemu keluarga saya di rumah," ujar supir itu lagi.
Tapi Grey tetap saja bergeming. Membuat Danar menambahkan, "Iya kasian Bapaknya."
Seakan tersudut Grey pun menyahut dengan kata terpaksa, "Disini saja."
__ADS_1
Danar yang mendengar itu terkejut. Ia memperhatikan tempat jalanan sekitar yang dilalui, apa wanita di belakangnya itu gila sebab jalanan yang dilalui bukan kawasan ramai atau dekat fasilitas umum lainnya.
Mohon maaf jika cerita agak berbelit, Ada 6karakter yg dominan di novel ini dan akan punya peran masing-masing. Antara lain Grey, Darrel, Reyno, Andreas, Lisa dan Danar. Sebab yang namanya sebuah pertemuan bukanlah hal yang kebetulan, semoga tak pernah bosen dengan cerita yang AR bawakan, terimakasih 😘