
Handuk yang tergulung di atas kepala Grey jatuh. Rambutnya yang basah tersibak dan Grey yang terhimpit oleh tubuh Darrel kehabisan napas sebab pria itu kini tengah menciuminya dengan rakus.
Grey sudah berusaha meronta tapi tenaga yang ia keluarkan serasa mustahil untuk melawan. Tubuhnya sudah bergetar, ia ketakutan akibat Darrel yang sudah bertindak jauh.
Tubuh Grey yang bergetar pun disadari oleh Darrel, ia yang hendak berlaku lebih dengan menarik pakaian yang dikenakan Grey tiba-tiba menghentikan gerak tangannya. Sorot matanya pun teralih menatap Grey yang sudah pucat.
"Grey..." sebut Darrel hendak menyentuh pipi Grey tapi wanita itu justru berpaling.
Darrel mengamati tangan Grey yang gemetar berusaha menutupi bagian atas tubuh yang setengah telanjang. Perlahan cekalannya di tubuh Grey mengendur, ia bingung tak pernah mendapati kejadian seperti ini selama bersama Grey.
"Kalau memang benar kita pernah menikah dan aku istrimu, apa pantas kamu memperlakukanku seperti pelacur?"
Seketika gairah dalam diri Darrel terlucuti oleh ucapan Grey. Darrel terdiam sedangkan orang di hadapannya menahan isak dari tangisan yang berat untuk ditahan. Ia tak pernah mendapati Grey dalam keadaan berlinang air mata, hingga ketakutan disebabkan karenanya.
__ADS_1
Apa tindakannya selama ini salah? Kata itu menggedor isi kepalanya. Dulu ia menganggap Grey bukan lah apa-apa, lalu sekarang setelah waktu yang disepakati berlalu ia berharap Grey akan kembali seperti semula, bukankah itu tak kan mungkin?
Darrel perlahan mundur menjauhi Grey, iya ia mengakui telah salah. Menganggap Grey seperti barang yang dibeli dan dengan begitu mudah ia memakainya, terlebih ia mengatakan sendiri kepada Grey bahwa wanita itu hanya dipakai sebagai penghangat ranjang.
Lagi, kesepakatan dua tahun juga lewat. Lalu hak apalagi yang Darrel miliki selain membebaskan Grey untuk pergi, terkecuali...
Tidak, sekali lagi Darrel menggeleng. "Kalau harus pergi dan kabur dari tempatku, kenapa orangnya harus Reyno!" geram Darrel menatap tak habis pikir.
"Karena aku tak punya pilihan."
"Lalu kenapa dengan kakimu dan kamu yang pura-pura tak mengenalku? Memalsukan namamu, identitasmu. Apa karena dengan itu aku jadi tak mudah menemukanmu?"
Kepala Grey menggeleng lemah seraya menunduk, membuat Darrel kian geram hingga meremas bahu Grey dengan sekali sentakan. "Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Mempermainkanku, biar aku sibuk mencarimu lalu setelah aku berhasil menemukanmu yang ternyata pergi bersama Reyno, kamu bisa menertawaiku? Iya! Itu kan yang kamu mau?"
__ADS_1
Lagi-lagi Grey menggeleng dan menjadikan Darrel semakin murka. "Asal kamu tahu saja, aku bisa dengan mudah mencari wanita yang bahkan seribu kali lipat sepertimu."
"Aku minta maaf," ucap Grey terbata-bata.
"Maaf? Apa kamu pikir semua terselesaikan dengan kata maaf?"
"Lalu apa yang harus kulakukan?" sahut Grey dengan seluruh badannya yang gemetar.
"Tinggalkan Reyno dan enyah lah dari kehidupan ini!" desis Darrel bersamaan dengan tangannya yang mencampakkan cengkramannya pada bahu Grey, selepas itu ia pergi meninggalkan apartemen begitu saja.
Grey yang sudah tak sanggup menopang badan kini meluruh di lantai. Semua yang ada dalam dirinya terlampau merasai sakit. Ia menangis dan geram pada dirinya sendiri yang sampai sekarang tak dapat mengingat satu apa pun di kehidupan masa lalu. Statusnya ternyata telah menikah dan pasti kesalahan besar telah diperbuatnya hingga menyebabkan lelaki yang mengaku sebagai suaminya itu murka.
Grey tersiksa dalam keadaan ini dan yang dilakukannya kini menangis seorang diri.
__ADS_1
**To be continued
bantu jempol, komen dan share. semoga bisa konsisten untuk update**.