Lost Memory

Lost Memory
Limapuluh Dua


__ADS_3

Cek Rumah Sakit di sekitar sana, cari tahu lebih detail tentang yang dialami Grey. Akan kuurus keluargaku, bila terbukti mereka terlibat aku gak akan segan menghancurkan nama baik satu persatu dari mereka.


Darrel mengirim pesan itu kepada Andreas sebelum meremas ponselnya. Mengingat kebersamaan Grey dengan Reyno, Darrel tak bisa menahan emosinya dan membanting ponsel dari tangannya.


"Arghhhh.... Bodoh!" serunya dengan napas terengah akibat kemarahan.


Entah Grey dicelakai atau sekongkol dengan keluarganya, jelas itu berhasil membuat Darrel sakit hati sekaligus patah hati. Satu tahun terakhir ia telah dibuat belingsatan mencari keberadaan Grey dan efeknya bisnis yang digeluti jadi tak terkontrol akibat pikirannya yang kacau.


Nyatanya kehilangan Grey dari sisinya seperti cambuk berat untuknya. Kebiasaan dan rasa nyaman yang diberi oleh Grey padanya bagai candu untuknya. Yang entah sejak kapan Darrel melibatkan perasaannya ketika mereka tengah bersama.


Flash Back


Grey wanita yang dikenalnya pertama kali di club berhasil mencuri perhatiannya, sebab Grey yang berada di antara pelayan club terlihat berbeda dari yang lain. Dan dari kabar yang dibicarakan oleh pengunjung club jika Grey merupakan incaran mereka, hal itulah yang memancing rasa penasaran di hati Darrel.


"Gue mau bikin taruhan."


"Taruhan apa bro?"

__ADS_1


"Kalian lihat kan, dia anak baru di club ini."


Salah seorang pria yang mengenakan kemeja yang tak ada rapi-rapinya menyahut dengan bersiul, usai menatap penuh minat wanita yang berdiri tak jauh dari mejanya. Wanita itu nampak berpakaian pas di badan yang membentuk lekukan tubuh. Bersetelan seperti pelayan club lainnya tapi yang membedakan wanita itu nampak tak berpengalaman terlihat dari sorot mata yang masih masih ada ketakutan berbaur dengan pelanggan-pelanggan di club. "Oke juga, nampaknya gadis polos. Taruhan apa?"


"Dekati dia lah. Giring sampai ranjang, lebih asyik kita pakai bareng-bareng. Gimana?"


Ucapan itu disahuti dengan tawa terbahak oleh yang lainnya.


"Terus hadiahnya apa jika berhasil ajak dia duluan."


"Gaji kita sebulan, gimana?"


"Oke deal, gue mau coba duluan," sahut salah seorang dan membuat Darrel melirik sejenak.


Darrel terus mengamati hingga lelaki tadi mendekati pada wanita itu dan membisikkan sesuatu lalu kembali ke mejanya dengan cengiran senyum licik.


"Gue udah pesenin minuman, cewek yang tadi bakalan antar. Kalian berdua bawa obat kan, sementara gue nanti ajak dia ngobrol loe masukin obat ke salah satu gelas biar cewek itu yang minum, habis itu kita kerjai rame-rame."

__ADS_1


Licik, Darrel berdecih. Sedangkan di sudut lain orang yang mengajaknya ke club telah hanyut dalam kesenangan bersama salah seorang wanita yang meliuk-liukan tubuh menari di antara yang lainnya.


Tak berselang wanita yang dibicarakan oleh orang yang duduk di samping mejanya berjalan mendekat mengantar beberapa gelas minuman.


Tepat membelakangi Darrel, wanita itu berdiri. Terdengar juga di telinganya wanita meletakkan minuman dengan ramah, sementara lelaki yang berada di meja itu saling menyelorohkan kalimat-kalimat godaan dan rayuan sampai saat yang dimaksud untuk menjebak wanita itu agar mau minum satu gelas yang ditawarkan, hati Darrel jadi tergugah sebab wanita itu mencoba menolak tapi terus saja dipaksa.


"Minumlah gak sopan kalau menolak pemberian pelanggan."


"Maaf Tuan, saya sudah minum tadi."


"Kalau sudah minum, tambah lagi satu gelas. Ini kan cuma gelas kecil, gak bakal bikin mabok."


Saat Darrel menoleh kedapatan wanita itu menggeleng dan menepis saat salah seorang lelaki hendak memaksa agar wanita itu mau minum dari gelas yang sudah disodorkan di depan mulut. Dan tak cukup satu lelaki, yang lain bahkan juga ikut memaksa agar wanita itu mau menegak minuman yang sudah Darrel yakini tercampur dengan obat.


Sontak Darrel yang sudah tak tahan karena di belakangnya terjadi pemaksaan, bahkan wanita itu meronta dan tak bisa berbuat banyak ketika lebih dari tiga lelaki mencoba memegangi dan mencekoki minuman dengan tujuan tidak benar, Darrel pun kemudian ambil sikap.


Sebelum benar-benar wanita dibelakang Darrel menegak minuman, Darrel buru-buru berdiri dari duduknya. Memundurkan langkah dengan sigap hingga menubruk wanita di belakangnya dengan keras yang mengakibatkan orang-orang disekitar wanita itu terkaget bahkan menjatuhkan gelas dari tangan.

__ADS_1


Suara umpatan seketika terlontar, Darrel pun berseringai. Berbalik badan dan menyaksikan wajah tak terima dari di lelaki mesum dan cabul di hadapannya.


Flash Back-nya dilanjut gak nih...


__ADS_2