Lost Memory

Lost Memory
Tigapuluh Lima


__ADS_3

"Darrel menungguku," sahut Grey tegas. "Kalau kamu bertanya apa yang sudah kami lakukan, tentu kami bertemu. Kami juga melakukan apa yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri pada umumnya," sambungnya yang berucap tanpa dipikir lebih dulu.


"Brengsek!" Reyno seketika mengumpat, kembali dibuat tersulut. Lelaki itu menggeram marah sampai-sampai menjambak rambutnya sendiri. Ia tak menyangka pertemuan Grey dengan Darrel ternyata sudah sampai sejauh ini, padahal dari hari pertama Darrel menginjakkan kaki di negara ini Reyno sudah menyiapkan rencananya sendiri.


Ia memantau setiap pergerakan Darrel, ingin membuktikan jikalau saudara laki-laki beda ibu itu akan terpuruk melihatnya yang bisa membersamai Grey juga bisa mendapatkan hati Grey, tapi nyatanya anggapannya telah salah. Ia terkecoh dengan anggapannya sendiri dan mendengar pengakuan Grey yang malah telah benar-benar luput dari pengawasannya justru telah belaku lebih.


Parahnya wanita yang sudah ia anggap sebagai miliknya itu justru menyebutkan telah melakukan suatu hubungan yang menjijikkan bersama orang yang sangat ia benci.


Kini, tatapan mata Reyno berubah menjadi bengis. Ia menatap Grey dengan sangat begitu jijik. Menambah kemurkaanya, hingga Reyno yang sudah tak bisa menahan sisi amarahnya berubah menjadi sangat kejam.


Reyno dengan sekali sentak melayangkan pukulan ke arah pipi Grey, tak peduli tangannya yang juga merasakan pedih akibat keras pukulannya dan tak sama sekali juga menghiraukan Grey yang bahkan berusaha melawan walau hanya sekadar menghindar.


Ucapan Grey seperti tertelan akibat tamparan yang dilayangkan berulang-ulang. "Ampun Rey, kumohon..." Grey memohon agar Reyno menghentikan perlakuan terhadapnya.

__ADS_1


"Kamu murahan. Dasar wanita murahan! Kamu pantas mendapatkannya!" umpat Reyno melampiaskan emosi yang tak mereda meski tangannya telah kebas akibat menampar Grey berkali-kali.


Seperti tak menghiraukan, kali ini Reyno mencekik leher Grey dengan kedua tangannya sebelum menghempasnya di atas ranjang. "Kamu kotor. Kamu dengar! Kamu sudah kotor!" teriak Reyno tepat di hadapan wajah Grey.


Sakit yang diterima Grey sudah tak bisa tergambarkan, ia yang dalam kondisi tercekik dan hampir kehabisan napas sudah tak mengharapkan apa pun lagi. Mungkin Reyno akan membunuhnya sekarang, di detik ini hanya itu yang ada dalam benak Grey.


"Katakan! Katakan sejak kapan Darrel menyentuhmu!" bentak Reyno dengan melayangkan tatapan kejam bercampur bengis, yang tanpa disadari oleh lelaki itu jika ia telah menggunakan sepenuh tenaganya untuk mencekik leher Grey.


Demi mengatur napas Grey sangat begitu sulit, sesak dan sakit. Apalagi ketakutannya yang berada di ruang yang sama dengan lelaki bak monster seperti Reyno, rasanya ia ingin berteriak dan segera lari. Namun semua seakan mustahil sebab Reyno telah kembali, berada tepat di hadapannya, berdiri menjulang di atasnya menatap dengan mata yang masih sama, bengis, marah dan mengisyaratkan satu kata, jijik.


Grey yang sepenuhnya lemahnya belum pulih, mencoba sekuat tenaga untuk bergerak menghindar. Tapi hal itu jelas disadari oleh Reyno yang begitu tanggap mencekal lengan Grey agar tak pergi kemana pun.


Berangsur tatapan lelaki itu yang semula menatap bengis, melembut.

__ADS_1


"Dia hanya memanfaatkanmu dan pergi dengan mudahnya lalu mencampakkanmu," ucap Reyno bukan lagi dengan kata membentak atau pun kasar, melainkan seperti bujukan agar Grey mau mendengar dan mengikutinya.


Tapi jelas saja Grey merasa sangat takut. Matanya masih basah dan sembab, Reyno yang semakin berusaha mendekat dan hendak menyeka pipi Grey dibalasi cepat dengan gelengan. "Kumohon Rey, lepaskan aku," ucap Grey dengan penuh permintaan. "Ijinkan aku pergi."


"Pergi? Kamu akan mencari dan menemui Darrel lalu meminta dengan berbelas kasih, sementara disini ada aku. Kamu milikku, jangan lupakan kalau aku ini kekasih kamu!"


"Dia suamiku," jelas Grey dengan lemah, ingin Reyno memahami dan membuka mata. "Maaf Rey, aku sudah salah. Aku yang salah karena tak mengingat apapun. Jadi aku mohon lepasin aku," ucap Grey menangkup kedua tangannya memohon dengan sepenuh hatinya agar Reyno mau melepaskannya.


Dan Reyno justru seperti tak mau tahu, berbalas berdecih sini. "Apa yang tak bisa kuberikan kepadamu dibandingkan Darrel? Sebutkan apa?"


Grey menggeleng lemah dan tak mendapat jawaban sesuai yang diharapkan Reyno pun tak lagi bisa untuk berlaku lebih kepada Grey. Reyno mendorong badan Grey hingga terpelanting di atas kasur, membuat wanita itu tersentak dan berteriak.


"Reyno apa yang kamu lakukan, kumohon jangan!" teriak Grey keraa yang berusaha meronta dan melawan ketika Reyno telah sepenuhnya mengungkung tubuhnya sambil terus mencumbuinya secara paksa.

__ADS_1


__ADS_2