Lost Memory

Lost Memory
Tujuhpuluh Satu


__ADS_3

Tabrakan keras tak dapat dihindari. Body belakang mobil pick-up yang dikendarai Danar dan Grey ditubruk dari arah belakang hingga mengakibatkan mobil spontan terdorong ke depan.


Badan Grey ikut terdorong keras ke depan tapi beruntung sabuk pengaman yang terikat kuat di badan mampu menahannya hingga tak terjadi cidera yang fatal.


Grey syok, seperti devaju. Kejadian mengerikan ini seperti bukan kali pertama. Ada sekelebat kejadian yang lebih mengerikan lagi yang pernah terjadi. Suara keras dari tubrukan itu membuatnya ngilu dan kesakitan yang amat sangat membuatnya tak bisa untuk tak menjerit disaat itu juga.


"Arrrggggg...." Grey menutup telinganya rapat, suara hantaman memenuhi indra pendengarannya. Meski matanya memejam rapat justru muncul bayangan dirinya tengah dihantam mobil yang melaju dari arah sisi luar.


Grey ketakutan dengan gemetaran ia tak dapat menahan diri untuk menunduk menyembunyikan kengerian yang terngiang di kepala.


Danar sendiri pun juga terkaget, kecerobohannya membuat kejadian jadi fatal. Ia kini berusaha menenangkan Grey ditengah keadaannya yang juga syok dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Udah gak papa. Kamu tenang," ucap Danar usai melepas sabuk pengaman dan memeriksa keadaan fisik Grey yang tidak kenapa-kenapa. Ia masih berfikir kalau Grey syok dengan yang terjadi begitu pula dengannya.


Tapi perhatian Danar kini teralih sebab kaca jendelanya di ketuk dari arah luar. Bergegas ia membuka pintu mobil untuk menyelesaikan perkara.


Ia mengakui dirinya salah saat orang yang menubruk mobilnya menyebutkan Danar tiba-tiba masuk ke badan jalan tanpa menyalakan lampu sein dan tidak melihat lalu lalang di sekitar, sementara di belakang ada mobil yang jaraknya cuma beberapa meter saja yang tengah melaju.


Danar tak banyak berdebat meski badan belakang mobilnya ringsek, sebab hati dan fikirannya tak tenang karena memikirkan keadaan Grey di dalam mobil. Wanita itu hamil dan dengan kejadian ini pasti sedang tak baik-baik saja.


Tentu Danar pergi tidak dengan mobilnya. Dengan menumpang mobil yang kebetulan melintas di jalanan itu, ia membawa Grey ke Rumah sakit daerah terdekat.


Kondisi Grey tak sadarkan diri saat di perjalanan tadi, hal itu sangat membuat Danar takut hingga ia meminta Ibunya untuk menyusul ke Rumah sakit.

__ADS_1


"Kok bisa begini sih Nar, tadi kamu ngebut?" Danar dicerca dengan banyak pertanyaan dari Ibunya saat mereka baru saja bertemu.


"Halangan Bu. Kejadiannya tiba-tiba, mobilnya ditubruk dari belakang," ucap Danar yang sebetulnya tak menceritakan dengan rinci kejadiannya. Apalagi kalau Ibunya sampai tahu ia mengendarai mobil dengan sembrono pasti ia tak akan diijinkan lagi menggunakan mobil, mengingat ia masih pemula sebagai supir.


Ibu dari Danar tak lagi mendebatkan hal itu dan dengan kekhawatirannya ia menanyakan dengan keadaan Grey. "Tadi sudah tanya dokter gimana keadaan Grey, bayinya baik-baik saja kan?"


"Bayinya tidak kenapa-kenapa. Cuma kata dokter, Grey kaget dan syok. Ibu tungguin Grey sampai siuman ya, Danar mau pergi dulu urus mobil."


Ibu dari Danar pun bernapas lega. "Iya, kamu hati-hati di jalan. Ibu temani Nak Grey disini."


Danar pun mengangguk lalu berpamit pergi untuk menyelesaikan urusannya.

__ADS_1


Seandainya ingatan Grey kembali, apa yang akan dilakukan?? Ada yang bisa tebak


__ADS_2