
Beberapa saat setelah kejadian di Hotel Astina. Berita tentang insiden yang terjadi di pesta pernikahan Adji, CEO PANDAWA. Langsung menjadi berita viral di berbagai media massa. Baik berita elektronik atau media cetak.
" Tuan berita tentang insiden yang terjadi tadi di Ballroom Hotel sedang ramai dibicarakan. Apa anda ingin menutupnya ?" Sam melapor.
" Mana aku ingin melihat dulu beritanya ?" Kata Adji .
Sam pun memberikan tablet Android yang memperlihatkan berbagai berita tentang kejadian tadi.
" Bagus juga. Biar semua orang tahu kalau istri dari Adji Saka Putra Pandawa adalah wanita hebat !" Adji tersenyum bangga saat melihat berita tentang dirinya dan Alice. Apalagi judul - judul yang ditulis dari berita itu memperlihatkan kehebatan Alice.
Sam yang melihat reaksi Tuan Mudanya itu sangat kaget. Biasanya Tuan Mudanya itu paling anti ada berita skandal yang menyangkut dirinya. Apalagi di foto - foto yang beredar di internet, Tuan Mudanya berada dalam gendongan Nyonya Barunya. Yang menurutnya itu sangat memalukan. Tapi ternyata Tuan Mudanya menanggapinya berbeda. Ini tidak pernah terlintas dalam pikiran Sam.
" Masalah berita itu biarkan saja, Sam. Ada yang lebih penting !" Kata Adji.
" Temukan orang yang telah merusak pesta pernikahanku, secepatnya. Dan buat dia mempertanggung jawabkan atas perbuatannya itu !" Perintah Adji pada Sam.
" Dan satu lagi. Ini sangat penting!"
"Jangan ganggu malam pertama aku dan istriku !" Teriaknya pada Sam yang telah mengganggunya.
Dan itu membuat Sam sangat terkejut. Kemudian dia tersenyum tipis pada Adji.
" Baik Tuan Muda. Selamat Malam."
" Semoga malam pertama Tuan Muda, menjadi malam yang indah." Kata Sam sambil menahan senyumnya.
Adji menggerutu terus, karena Sam sudah menggangu acaranya dengan Alice. Malam yang sejak kemarin telah dinanti - nantinya. Saat masuk ke dalam kamar dilihatnya Alice telah tertidur pulas.
" Hai, istriku. Bangun....!" Adji menggoyangkan lengan Alice.
" Ini malam pertama kita," kata Adji sambil terus menggoyangkan lengannya Alice.
Adji sudah mencoba membangunkan Alice beberapa kali, tetapi dia masih saja tertidur nyenyak. Jadilah malam pertamanya gagal.
" Ah, istriku kenapa kamu susah sekali dibangunkan!" Adji mulai kesal.
Akhirnya Adji hanya bisa tidur dengan memeluk Alice sampai pagi.
Karena malam pertamanya gagal, maka Adji minta gantinya dengan pagi pertamanya dengan Alice. Dan Adji memutus semua kontak komunikasi padanya setelah dia memberi pengumuman kalau dia tidak mau diganggu sementara waktu.
*****
Setelah melewati pagi yang indah, pasangan pengantin baru itu masih betah berada di dalam kamar hotel. Sungguh Adji hanya ingin menghabiskan waktunya hanya berduaan dengan Alice. Sejak pertemuan kedua kalinya dan menghabiskan malam panas bersama Alice, Adji sudah benar - benar dibuat jatuh cinta padanya.
" Istriku, aku ingin saat pergi berbulan madu wisata yang dituju itu destinasi wisata laut ," kata Adji yang sambil merebahkan kepalanya diatas paha Alice, sambil minta dielus - elus kepalanya.
__ADS_1
" Tidak mau !!! Aku maunya destinasi wisata pegunungan ," Tolak Alice dan menginginkan pergi ke pegunungan.
" Istriku, laut itu sangat indah."
" Tapi, suamiku. Pemandangan di atas pegunungan jauh lebih indah !"
" Kita bisa melihat matahari terbenam yang indah di laut saat sore harinya."
" Kita juga bisa melihat matahari terbit di ufuk timur dengan udara yang masih segar."
" Di dalam laut kita bisa melihat ikan - ikan warna - warni lucu yang berenang kesana - kemari."
" Lebih bagus melihat awan yang berarak di bawah kaki kita,"
" Aku ingin pergi berenang istriku !"
" Aku ingin berendam air panas, suamiku !"
Keduanya tidak ada yang mau mengalah, mau pergi bulan madu kemana untuk esok hari. Adji ingin menghabiskan waktu bulan madunya pergi ke laut. Sedangkan Alice ingin pergi ke pegunungan untuk bulan madunya. Dan fakta yang mereka lupakan adalah kedua tempat itu berada di satu pulau yang sama. Padahal dengan kekayaan yang dimiliki Adji dua tempat itu bisa didatangi oleh keduanya.
" Kalau begitu bagaimana kita main suit. Siapa yang menang maka kita akan pergi ketempat yang ingin didatanginya." Kata Alice.
" Oke. Baiklah aku setuju !" Kata Adji.
" Baiklah, ayo kita mulai!"
Setelah beberapa kali melakukan permainan suit. Akhirnya tempat yang menjadi tujuan bulan madu mereka adalah destinasi wisata pegunungan.
" Yey.... Asik aku bisa melihat pemandangan indah di atas pegunungan, " Alice sangat senang akhirnya tempat tujuan bulan madunya adalah tempat yang sangat ingin dia datangi.
Sedangkan Adji hanya mendengus kesal, karena dirinya kalah.
*****
Cahaya matahari menerobos masuk ke celah - celah kain gorden yang tidak tertutup sempurna. Dan itu membuat Alice merasakan silau di matanya. Alice yang masih ngantuk mencoba melihat jam digital yang ada di meja nakas disampingnya. ternyata sudah jam tujuh lebih.
" Suamiku, bangun !" Alice menggoyangkan lengan Adji.
" Aku masih ngantuk. Dan masih ingin tidur." Adji malah mengeratkan pelukannya pada Alice.
Alice mencoba memutarkan otaknya, gimana caranya agar Adji mau bangun. Alice pun tersenyum saat dia menemukan idenya itu.
" Suamiku, bukannya hari ini kita akan pergi bulan madu ?" Suara Alice di buat semerdu mungkin.
" Iya, istriku. Tapi sebentar lagi, aku sedang mengumpulkan tenaga ku dulu." Adji masih saja tertidur bahkan lebih mengeratkan lagi pelukannya.
__ADS_1
" Kalau begitu aku mau mandi dulu, lalu siap - siap." Alice mencoba melepaskan pelukan Adji dan beranjak dari kasurnya.
" Tunggu kita mandi bersama, biar lebih cepat." Adji pun akhirnya bangun.
*****
Ditempat lain, lebih tepatnya di sebuah rumah mewah. Bayangan seorang laki - laki sedang menelepon seseorang.
" Tuan, katanya Adji dan istrinya akan pergi berbulan madu." suara dari seberang telepon.
" Ya, ikuti saja mereka." Perintah orang itu.
" Mereka akan pergi berbulan madu ke Pulau Nirwana." Laporannya lagi.
" Kali ini jangan sampai gagal. Apalagi ketahuan!" Katanya pada orang diseberang telepon itu.
" Tenang saja Tuan. Yang penting anda harus menyiapkan uangnya."
" Bayarannya akan aku kirimkan bila, kamu telah berhasil menjalankan tugasmu itu!" Lelaki itupun mengakhiri pembicaraannya.
" Adji Saka, tunggu saja pembalasan dariku !" Lelaki itu melihat deretan foto - foto wajah Adji dan keluarganya.
*****
Rama dan Shinta telah pulang kembali ke mansion Kakek Bisma. Mereka bercerita apa yang dikatakan oleh dokter Juna.
" Kakek apa benar kalau banyak orang yang mengincar nyawa Papa ?!" tanya Rama.
" Itu sudah hal biasa di dunia bisnis. Ada yang iri dengan keberhasilan orang lain atau ada juga yang dendam karena kalah bersaing." jawab Bisma.
" Bagaimana caranya agar kita bisa melindungi Papa kami ?" tanya Shinta.
" Tingkatkan segala kemampuan kalian. Jadilah orang yang hebat !" Jawan Bisma.
" Contohnya apa saja kemampuan yang perlu ditingkatkan ?" tanya Rama.
" Kemampuan fisik dan otak kalian. Terus gunakan alat - alat yang bisa jadi penunjang keduanya." Jawab Bisma.
" Karena mungkin saja nanti akan banyak orang juga yang mengincar kalian." lanjut Bisma.
*****
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, SAN VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA, YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1