Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 25


__ADS_3

Karena petualangannya menelusuri ruang rahasia tidak jadi, maka Rama dan Shinta hanya duduk diatas rumput yang hijau di halaman depan mansion. Rama mengambil kamera foto yang bisa diubah fungsinya menjadi kamera video. Rama mengambil gambar lewat foto di beberapa sudut dari mansion itu. Sedangkan Shinta sibuk membuat video narsisnya, yang biasa dia lakukan dan nantinya akan diunggah di media sosial miliknya.


" Rama, sepertinya orang - orang tadi sudah menyelesaikan pekerjaannya!" Kata Shinta saat melihat orang - orang yang tadi berada di perpustakaan untuk membereskan tempat itu, kini sudah mulai pergi meninggalkan mansion Bisma.


" Ya sepertinya mereka sudah selesai dengan pekerjaannya itu?" Rama hanya melirik sesaat pada para pekerja yang diminta memasangkan ranjang di perpustakaan sesuai keinginan Shinta. Dan dia kembali lagi fokus pada foto hasil jepretan kameranya tadi.


" Apa sebaiknya kita masuk ke ruang rahasia itu sekarang?" Tanya Shinta sambil melihat ke arah saudara kembarnya itu.


" Nggak, jangan sekarang. Besok saja kita berdua pergi ke dalam ruang rahasianya," jawab Rama.


" Kenapa?" Tanya Shinta tak mengerti.


" Ya pastinya nanti akan ada yang ingin melihat ranjang baru pesanan kamu itu."


" Jadi sebaiknya kita baca buku sambil rebahan di kasur milikmu itu!" Jawab Rama yang masih saja fokus pada foto - fotonya.


" Ah, benar juga. Kalau kita masuk ke ruang rahasia itu. Mereka pasti tidak akan menemukan kita di ruang perpustakaan itu." Shinta memanggut - manggutkan kepalanya.


" Ayo, kita ke ruang perpustakaan dan baca buku sambil rebahan!" Ajak Rama sambil beranjak dari sana.


" Rama tunggu….! Kamu itu suka banget ninggalin aku!" Teriak Shinta sambil berlari mengejar Rama.


     Kini Rama dan Shinta telah asik membaca sambil rebahan di kasurnya yang baru. Kasur itu ukurannya sedang dan hanya bisa ditiduri oleh mereka berdua.


" Aduk cucu Kakek yang hebat, sedang membaca rupanya!" Bisma muncul sesaat mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu.


" Eh, ada Kakek Bisma. Sini ikut rebahan, Kek!" Ajak Shinta.


" Mana muat buat kita bertiga rebahan disana?" Kekeh Bisma saat Shinta mengajaknya ikut rebahan bersama mereka.

__ADS_1


" Hehe…. iya juga ya." Shinta menertawakan kebodohannya sendiri.


" Kalau gitu kita duduk saja sambil membaca bukunya," kata Rama sambil duduk diatas kasur itu.


     Akhirnya mereka bertiga duduk di atas kasur itu. Sambil membaca dan kadang diselingi dengan pembicaraan isi buku yang mereka sedang baca. Bisma yang merasakan akhir - akhir ini hidupnya terasa berwarna kembali setelah adanya kehadiran Alice dan kedua anak kembarnya. Bahkan sekarang kebahagiaannya makin bertambah saat tahu kalau Alice sedang hamil anak Adji. Dia akan mendapatkan cicit baru lagi.


*****


    Seorang pria sedang duduk di kursi meja kerjanya, dengan memasang wajah yang dingin dan penuh dendam. Dan di depannya ada dua orang laki - laki yang masih muda.


" Aku ingin memberi perintah kepada kalian. Habisi orang yang ada di foto ini. Terserah bagaimana caranya yang penting dia mati atau celaka!" Perintahnya dengan suaranya yang tegas.


" Baik. Kami akan melakukan sesuai yang Tuan perintahkan." Kata dua pemuda itu sesaat telah melihat targe mereka.


" Kalian harus hati - hati. Karena disekitar mereka selalu ada para bodyguard, yang akan melindungi mereka selama dua puluh empat jam." Pria itu memberitahu informasi dasar tentang keluarga Adji.


*****


     Adji membuka file - file beberapa tahun yang lalu, atas kasus percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Dibukanya file pertama saat ada yang mencoba membunuhnya saat dia berusia satu bulan.


    Seorang pelayan di mansion Kakeknya, berusaha membunuh Adji yang saat itu baru berusia satu bulan. Pelayan itu mencoba menutup wajah Adji dengan bantal. Untungnya Mamanya Adji masuk ke kamar bayi. Akhirnya pelayan itu dipenjara oleh keluarga ayahnya.


     Adji mengambil file yang lainnya. Saat dia baru berusia enam bulan, Adji yang sudah bisa diberi makan, makanan bayi. Ternyata di dalam bubur itu sudah diberi racun yang tidak berasa dan berwarna. Dan kali ini koki di mansion Kakeknya yang jadi pelakunya.


    File selanjutnya, saat Adji sudah bisa berjalan di usianya yang baru satu tahun. Adji yang sedang berjalan di dekat kolam renang, karena ingin berenang dengan Papanya. Tiba - tiba Adji terpeleset dan jatuh ke kolam renang. Untung Papanya yang berada di dalam kolam renang langsung sigap menangkap Adji saat jatuh. Ternyata ada yang melumuri pinggiran kolam renang itu dengan oli. Dan kali ini pelakunya adalah pelayan laki - laki di mansion Kakeknya.


     Ternyata bukan sekali dua kali, Adji diracuni saat masih bayi. Begitu juga dengan kecelakaan yang kerap terjadi yang menimpa Adji. Karena ketidak percayaan Mamanya Adji terhadap orang - orang di mansion. Maka Mamanya Adji mengurus segala kebutuhan dan keperluan Adji sehari-hari tanpa melibatkan orang lain.


" Ternyata orang - orang disekitar sudah banyak yang ingin membunuhku sejak aku masih bayi." Adji bermonolog sambil mengetuk - ngetukkan pensil di tangan kanannya.

__ADS_1


" Aku jadi curiga kalau orang - orang terdekat dengan ku lah yang berusaha membunuhku selama ini." Adji menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya, sambil berputar ke kiri dan ke kanan.


" Dan dengan itu aku bisa simpulkan. Karena penyusupan dan percobaan pembunuhan terhadapku di rumah sakit kemarin. Terjadi setelah keluarga ku tahu tentang keberadaan ku di rumah sakit."


" Tapi siapa?" Adji mengingat beberapa kerabatnya yang kemungkinan punya dendam terhadapnya.


*****


Keesokan harinya, Rama dan Shinta pergi ke ruang perpustakaan dengan diam - diam. Dan perlengkapan mereka untuk dibawa ke ruang rahasia itu sudah mereka sembunyikan di perpustakaan tadi malam, sebelum mereka makan malam.


    Seperti sebelumnya, mereka mengunci pintu perpustakaan itu terlebih dahulu. Dan mereka memulai perjalannya menelusuri ruang bawah tanah. Rama membawa pensil yang tintanya akan menyala di tempat yang gelap.


    Setiap jalan yang mereka lalui, Rama akan memberinya tanda. Agar nanti saat kembali ke ruang perpustakaan, mereka tidak tersesat. Saat mereka sampai di tempat kemarin, pintu yang pertama kali mereka masuki adalah yang sebelah kanan terlebih dahulu.


    Mereka berjalan dengan meraba - raba dinding tembok. Dan saat Rama merasakan ada satu batu yang menempel di dinding itu. Rama mengarahkan lampu senternya ke arah itu. Dan dilihatnya ada balok kotak persegi yang menonjol. Kemudian Rama menekannya.


Sreeeeg….


     Dinding di depan mereka terbuka dan terlihat salah satu ruang di dalam mansion. Ternyata pintu rahasia itu bukan hanya ada di ruang perpustakaan saja. Dan saat memasuki ruangan itu, begitu terkejutnya mereka dengan ruangan yang telah dimasukinya.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA DAN JEMPOL YANG BANYAK.


DUKUNG AKU TERUS YA.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2