Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
# BAB 28


__ADS_3

Rama dan Shinta yang bersembunyi di bawah tempat tidur. Mereka menutup mulut mereka agar tidak mengeluarkan suara. Dilihatnya kaki seseorang yang berjalan di dekat tempat tidurnya. Dan orang itu duduk di sisi ranjang. Tepat beberapa jengkal dari wajah Rama.


Kring….


Kring….


    Suara telepon Sadewa berbunyi, kemudian Sadewa beranjak dari tempat tidurnya. Menuju ke meja nakas dekat dinding pintu rahasia.


" Halo!" Sapanya saat Sadewa mengangkat teleponnya.


" Ada apa?" Tanya Sadewa.


"…."


" Terserah kamu saja. Aku hanya ingin hasilnya memuaskan!"


"...."


" Jangan membuatku kecewa lagi!" Ucap Sadewa penuh penekanan.


"...."


" Aku tunggu kabar gembira yang kamu berikan untukku." Kata Sadewa dan mengakhiri panggilannya.


    Sadewa pun naik ke atas tempat tidurnya. Dan itu membuat Shinta makin panik. Tapi Rama memberinya kode agar tetap tenang.


    Hampir tiga puluh menit, mereka berdiam di bawah tempat tidur. Mereka tidak berani keluar, karena takut Sadewa masih bangun. Setelah terdengar dengkuran halus. Mereka keluar dengan mengendap - ngendap lewat pintu kamar.


    Rama dan Shinta langsung berlari begitu keluar dari kamar Sadewa. Mereka takut ketahuan oleh orang lain.


" Rama, kamu ini kebiasaan selalu meninggalkan aku!" Shinta memasang wajah cemberut.


" Itu karena kamu selalu lambat!" Kata Rama tidak mau kalah.


    Setelah mereka masuk ke dalam kamar Rama. Mereka langsung membuka peta lorong rahasia, versi Rama. Rama menulis keterangan pada pintu lorong kedua dengan tulisan kamar Kakek Sadewa.


" Tadi aku takut banget, dan rasanya jantungku akan lompat keluar. Saat Kakek Sadewa duduk di sisi ranjangnya." Kata Shinta.


" Harusnya aku yang seperti itu karena posisiku begitu dekat dengannya." Kata Rama.


" Tadi Kakek Sadewa bicara sama siapa, ya?" Tanya Shinta.


" Mungkin sama bawahannya." Jawab Rama.


" Tapi itu sangat mencurigakan." Kata Shinta.


" Entahlah bagiku itu tidak mencurigakan." Kata Rama sambil mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


" Kenapa Kakek Sadewa tidak pergi ke kantor, ya? Sekarangkan hari Sabtu!" Shinta bertanya pada Rama.


" Mungkin Kakek Sadewa lelah." Rama menjawab sekenanya saja.


" Rama…. Kenapa ya. Aku merasa orang - orang di mansion ini semuanya sangat mencurigakan." Shinta merebahkan tubuhnya di kasur milik Rama.


" Ya, aku hanya percaya pada Papa saja." Rama pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Shinta.


    Kedua bocah kembar itu langsung tidur terlelap dalam buaian mimpi indah mereka. Dan satu hal yang mereka lupakan adalah pintu perpustakaan yang mereka kunci tadi sebelum masuk ke ruang rahasia.


*****


Adji yang sejak pagi mengalami morning sickness, kini hanya tiduran sambil memeluk Alice. Dia merasa dengan mencium wangi tubuh Alice, perasaannya langsung membaik. Alice pun membiarkan Adji berbuat sesuka hatinya.


" Suamiku, bolehkan aku pergi ke toko, hari ini?" Tanya Alice yang berada dalam pelukan Adji.


" Tidak boleh, istriku. Aku ingin seharian ini hanya bersamamu." Adji malah makin mempererat pelukannya pada Alice.


" Hanya sebentar saja," Alice mengurai pelukannya dan melihat wajah Adji yang masang muka cemberut.


" Kalau kamu nakal, dan nggak mau menuruti suamimu ini. Maka kamu akan aku hukum!" Ancam Adji.


" Iya, kalau begitu nggak jadi." Kata Alice dengan suara rendah. Alice sungguh nggak mau marahan lagi sama Adji. Apalagi gara - gara hal sepele.


Harusnya Alice hari ini pergi ke toko kue miliknya. Karena dia harus mengecek stok bahan baku untuk membuat kue. Setelah itu dia akan memesan bahan - bahan yang diperlukan.


" Istriku…." Adji memanggil Alice dengan nada manja. Dan memandang Alice yang sedang memejamkan matanya.


" Aku ingin makan sesuatu yang pedas dan asam. Entah kenapa mulutku ini terasa pahit." Kata Adji.


" Ah, ternyata suamiku sedang ngidam." Pekik Alice.


" Kalau begitu. Ayo aku ajak kamu makan buah yang masih mentah." Kata Alice penuh semangat.


    Alice akan mengabulkan semua permintaan ngidamnya adji. Karena Alice bersyukur bukan dia yang merasakan ngidam, saat kehamilan ini. Dulu juga saat hamil si kembar, Alice tidak mengalami ngidam. Makannya Alice merasa sangat bersyukur banget.


     Alice dan Adji berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka masuk kedalam dapur dan mencari bahan - bahan yang diperlukan. Kebetulan kemarin, salah satu karyawan tokonya ada yang memberikan sekantong kresek mangga muda.


    Alice membuat bumbu petis, yang akan disajikannya dengan mangga muda itu. Adji hanya duduk memperhatikan Alice yang sedang mengulek bumbu.


" Nih sudah jadi! Mau makan dimana?" Alice membawa sepiring potongan mangga muda dan satu mangkuk bumbu petis.


" Kita makan di halaman belakang yuk!" Ajak Adji.


    Akhirnya Adji dan Alice makan di gazebo yang berada di belakang mansion. Mereka berdua sangat menikmati petis mangga mudanya. Apalagi Adji yang makan sangat lahap. Sehingga minta tambah lagi. Karena bumbu petisnya masih ada.


" Suamiku, jangan makan petis terlalu banyak. Nanti sakit perut!" Alice mengingatkan Adji, karena suaminya itu punya tubuh yang mudah terserang penyakit.

__ADS_1


" Jangan begitu istriku. Ucapan kamu bisa jadi do'a!" Ucap Adji.


" Itu karena aku khawatir kepadamu suamiku." Alice mencubit kedua pipi Adji.


Tanpa mereka berdua sadari, kalau kegiatan mereka sedang di amati seseorang lewat kamera terbang, drone. Yang hinggap di atas dahan pohon dekat gazebo. Sehingga tidak terlihat karena tertutup sama ranting dan daun - daun.


*****


Seorang pemuda yang memakai topi dan kacamata gayanya. Sedang berjalan - jalan di dekat toko kue milik Alice. Pemuda itu mengamati keadaan di toko kue. Akhirnya dia memutuskan masuk ke dalam toko, dan memesan beberapa kue dan minuman, yang akan dimakan di sana.


    Pemuda itu memilih meja yang berada di pojok belakang. Sambil menikmati makanannya, pemuda itu mengawasi keadaan di sana.


" Maaf nona, apa nona Alice tidak datang ke toko hari ini?" Tanya pemuda itu.


" Tidak Tuan. Bos tidak akan datang kesini. Karena suaminya sedang tidak enak badan." Kata karyawan toko.


" Oh kalau begitu terima kasih." Ucap pemuda itu.


" Si Tuan Muda itu kenapa sich? Malah sakit segala!" Gerutu pemuda itu.


" Bagaimana ya, cara aku bisa lebih dekat lagi dengan Alice?" Pemuda itu berpikir sambil mengetuk - ngetukan jarinya di meja.


*****


Kakek Bisma pergi ke ruang perpustakaan, mau menemani cucu kembar kesayangannya. Tapi saat dia mau membuka pintu perpustakaan, pintu itu terkunci.


" Kenapa pintu ini nggak bisa dibuka?"


Tok....


Tok....


" Rama.... Shinta.... Buka pintunya!" Bisma mengetuk pintu dengan cukup keras.


" Ini Kakek mau masuk!" Teriak Bisma agar terdengar oleh cucunya dari dalam.


" Apa mereka berdua menguncinya dari dalam." Bisma berbicara sendiri.


" Bagaimana kalau ada apa - apa, sama mereka!" Bisma langsung khawatir, takut terjadi sesuatu pada cicitnya itu.


Bisma pun mencari Kepala Pelayan yang memegang semua kunci pintu di seluruh ruangan mansion.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS.


TERIMA KASIH.


__ADS_2