
Bisma menceritakan kisah masa lalunya kepada Rama dan Shinta. Dan kedua anak kembar itu melihat ke arah mata Bisma selama dia bercerita. Mencari kebenaran atau kebohongan, apa yang sedang dia ceritakan.
" Apa Kakek Pandu menyimpan dendam terhadap Kakek?" Tanya Shinta.
" Kakek tidak tahu, isi hati Kakek Pandu."
" Tapi sesaat sebelum Mommy meninggal, Pandu berjanji kalau dia tidak akan menyimpan dendam dan marah terhadap Kakek. Kakek Pandu juga bersumpah akan selalu menjaga keluarga Kakek."
" Apa Kakek Pandu masih menyimpan rasa cinta terhadap Nenek Anabella?" Shinta sudah berubah menjadi ratu gosip.
" Mungkin saja rasa cinta masih ada walau sedikit. Karena Anabella adalah cinta pertamanya Kakek Pandu." Bisma tersenyum ke arah Shinta.
" Terus apa Kakek Pandu menikah dengan wanita yang dia cintai?" Shinta makin semangat mengorek informasi.
" Awalnya Pandu di jodohkan dengan Angela. Tapi seiringnya dengan waktu cinta di antara mereka muncul dan berkembang. Bahkan Pandu yang duluan tergila-gila padanya." Bisma terkekeh mengingat kelakuan kembarannya saat sudah jatuh cinta kepada tunangannya itu.
" Bagaimana kehidupan rumah tangga Kakek Bisma dan Kakek Pandu?" Shinta makin tidak bisa dibendung rasa keingintahuannya.
" Kami menjalani kehidupan keluarga kami dengan bahagia. Kita sering pergi makan bersama, dan pergi liburan bersama." Jawab Bisma.
" Apa ada sesuatu atau kejadian yang dirasa aneh atau tidak biasanya?" Kali ini Rama yang bertanya.
" Hmmm, apa ya?" Bisma mencoba mengingat hal-hal dirasa aneh yang telah terjadi pada dirinya dan keluarganya.
" Kakek nggak terlalu ingat, hanya saja ada kata-kata aneh yang diucapkan oleh Anabella yang sebelum meninggal." Kata Bisma.
" Apa itu, Kek?" Rama dan Shinta bertanya secara bersamaan.
" Anabella bilang…"
" Aku percaya kepadamu, kalau kamu tidak pernah menghianatiku!"
" Itulah kata-kata yang sampai sekarang tidak aku mengerti. Pengkhianatan apa yang telah aku lakukan kepada Anabella?" Mata Bisma berkaca-kaca mengingat kembali kata-kata istrinya itu.
" Apa Kakek berselingkuh?" Tanya Rama dan Shinta bersamaan.
" Mana mungkin Kakek berselingkuh. Punya pikiran kearah sana saja nggak pernah!" Bisma meninggikan suaranya tanpa sadar dan itu membuat kedua anak kembar itu terkejut. Dan Bisma pun sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan.
" Maaf, maksud Kakek. Mengurus dan memikirkan kemajuan perusahaan saja sudah kecapean. Apalagi harus mengurus perselingkuhan?"
" Dirumah juga ada istri yang sangat cantik dan seksi. Ngapain cari lagi diluar." Lanjut Bisma.
" Oh, mungkin maksud Nenek Anabella. Kakek jangan menikah lagi, kalau Nenek sudah meninggal?" Shinta menduga-duga.
__ADS_1
" Hah, mungkin saja?" Jawab Bisma.
" Nenek Anabella meninggalnya kenapa, Kek?" Tanya Rama penasaran.
" Dia mengalami pendarahan yang hebat. Padahal kandungannya sudah berusia enam bulan."
" Anabella dan bayi kami tidak bisa diselamatkan." Bisma menjatuhkan air matanya di pipinya yang sudah berkeriput.
" Tunggu.... Sepertinya semenjak kejadian itu, selalu saja ada yang mengancam nyawa keluarga ku!"
" Kenapa baru sekarang aku menyadari itu!"
" Ana…. Anabella pasti saat itu, ada yang mencoba membunuhnya!" Tangis Bisma pecah tak bisa ditahan olehnya.
******
Adji dan Alice yang baru pulang ke mansion, dikejutkan oleh suara tangisan Bisma. Bukan hanya Adji dan Alice yang dibuat terkejut, tapi kepala pelayan dan kepala keamanan pun sama terkejutnya.
Mereka berlari tergopoh-gopoh saat mendengar suara tangisan itu. Mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Kakek ada apa?" Tanya Adji begitu sampai disana. Tapi Bisma tidak menjawab pertanyaan Adji, dia masih saja menangis.
" Suamiku sebaiknya, bawa Kakek ke kamar dulu. Biarkan Kakek merasa tenang, baru kita tanya." Kata Alice kepada Adji yang duduk di samping Bisma.
Adji pun memapah Bisma ke kamarnya. Dan membaringkan tubuh yang sudah tua itu di atas tempat tidurnya. Adji duduk di samping Kakeknya yang selalu mengasuhnya sejak kecil. Melihat keadaan Kakeknya yang seperti itu, hati kecilnya merasa sangat sakit.
" Kakek, kenapa menangis seperti itu?" Tanya Adji dengan nada suaranya yang lembut.
" Kakek teringat dengan Nenek kamu, yang sudah lama meninggal." Jawab Bisma dengan mata yang masih berkaca-kaca.
" Memangnya kenapa?" Tanya Adji lagi.
" Dulu, Nenekmu meninggal karena pendarahan dan dia juga mengalami keguguran."
" Dan Kakek baru menyadarinya sekarang. Kalau Nenek kamu itu, ada orang yang berusaha mencelakakannya." Terang Bisma tentang kematian istrinya.
" Kenapa bisa begitu? Bukannya Nenek mengalami keguguran karena terjatuh dari tangga?" Tanya Adji kembali.
" Ya, dan Kakek tahu kalau Nenek kamu itu bukan orang yang ceroboh. Apalagi dia begitu menantikan kehamilan keduanya itu." Pandangan Bisma menerawang jauh ke dalam ingatannya.
" Jadi maksud Kakek kalau ini sudah ada yang merencanakannya? Kalau begitu ini masuk ke pembunuhan berencana?" Tanya Adji dengan nada terkejut.
" Ya, dan semenjak itu. Banyak hal-hal yang mengancam nyawa keluarga kita!"
__ADS_1
" Dimanapun kita berada, selagi ada kesempatan. Mereka akan mencoba melukai atau membunuh kita." Kata Bisma menggebu-gebu.
" Kalau begitu, mereka itu perlu informasi yang akurat tentang keberadaan keluarga kita, dong Kek." Pancing Adji.
" Maksud kamu ada mata-mata di sekitar Kakek!" Bisma menaikan beberapa oktaf suaranya.
" Ya, tentu saja. Lalu bagaimana bisa mereka tahu segala sesuatu tentang keluarga Kakek!" Kata Adji.
" Kalau tidak ada yang memberitahu mereka segala informasinya." Adji baru menyadari kalau Kakeknya sudah masuk daftar orang yang mencurigakan.
******
Alice menanyakan kepada kedua anak kembarnya, kenapa Bisma sampai bisa menangis seperti itu.
" Kakek tadi kenapa?" Tanya Alice kepada kedua anak kembarnya itu.
" Kakek sedang berbicara dengan kami. Tiba-tiba Kakek teringat dengan mendiang nenek." Jawab Rama.
" Memangnya apa saja yang sudah kalian bicarakan?" Tanya Alice.
" Banyak, Mama!" Jawab kedua anaknya kompak.
" Apa saja?"
" Coba beri tahu Mama, apa yang telah kalian bicarakan tadi?" Paksa Alice.
Rama dan Shinta, kemudian menceritakan semua yang telah terjadi tadi. Apa saja yang tadi sudah dibicarakan di ruang keluarganya itu.
*****
Sedangkan di dalam kamar tidur, Bisma menceritakan semua hal apa yang Adji pinta. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena baginya keselamatan nyawa seluruh keluarganya jauh sangat penting. Saking detailnya Adji bertanya, sampai-sampai Bisma kewalahan dalam menjawabnya.
" Jadi Kakek tidak tahu kalau ada ruang rahasia di mansion ini?" Tanya Adji tak menyangka kalau Kakeknya yang sudah lama tinggal di masion ternyata sama-sama tidak tahu.
" Tidak tahu." Jawab Bisma singkat.
" Dan untuk kamu, berjanjilah akan selalu hati-hati!" pesannya untuk Adji.
" Jagalah keluargamu, mulai sekarang berhati-hatilah kamu terhadap orang sekitar." Nasehat Bisma untuk Adji.
*****
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA,
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
TERIMA KASIH.