
Adji dan Sam berlari menuju ke ruang perpustakaan. Saat Adji mau membuka pintu perpustakaan, ternyata pintunya terkunci dari dalam.
" Kenapa pintunya terkunci?" Tanya Adji sambil mencoba membuka handle pintu.
" Mungkin Tuan Rama dan Nona Shinta sedang ada di dalam!" Kata Sam menduga kalau kemungkinan terbesarnya seperti itu.
" Oh, aku sampai lupa kepada anak-anak ku, Sam!" Pekik Adji merutuki dirinya karena sampai melupakan keluarganya, istri dan anak kembarnya.
" Rama! Shinta!" Adji mengetuk pintu dengan lumayan keras di pintu perpustakaan itu.
" Apa kalian ada di dalam?" Lanjut Adji masih mengetuk pintu itu dengan keras.
Rama dan Shinta yang sedang berdiam di dalam perpustakaan, dikejutkan dengan suara ketukan di pintu. Ketika terdengar suara Adji dan Sam di luar pintu. Rama dan Shinta merasa sangat senang karena kedatangan orang-orang yang dinantinya telah tiba.
Rama dan Shinta pun cepat-cepat berlari ke arah pintu, kemudian dibukanya. Tampak Adji dan Sam sedang berdiri di depan pintu, dan akan mengetuk pintu kembali. Rama dan Shinta langsung menghambur memeluk ke tubuh Adji.
" Papa, ada apa ini?" Tanya Rama sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah Adji.
" Ada orang jahat yang membuat virus, untuk merusak sistem, Android yang dibuat oleh Papa. Sehingga para Android itu menyerang orang-orang yang ada di mansion!" Jawab Adji sambil mengelus kepala Rama.
" Kalian baik-baik saja, kan?" Tanya Adji kepada kedua anaknya.
" Ya, kita berdua baik-baik saja." Jawab Shinta tanpa melepaskan pelukannya di pinggang Adji.
" Bagus, kalian adalah anak-anak Papa yang hebat!" Puji Adji untuk kedua anaknya itu. Di tengah situasi keadaan mansion yang kacau, anak-anaknya mampu bertahan dengan baik. Mereka berdua tidak panik dan tetap tenang di tempat persembunyiannya.
" Dengarkan Papa! Kalian tetap bersembunyi di sini. Bila ada Android tipe Bodyguard, pukul oleh kalian punggungnya. Kalau ada Android tipe Pelayan, kalian pukul bagian tengkuknya! Paham kan?" Jelas Adji kepada Rama dan Shinta.
" Oh, begitu ya Pah. Baiklah kita mengerti." Balas Rama sambil mengingat-ngingat pesan informasi dari Adji.
__ADS_1
" Tapi Pah, apa alat atau senjata yang bisa dipakai untuk mengalahkan para Android itu?" Tanya Shinta penasaran, karena mereka tidak punya senjata untuk melawan para Android itu, jika nanti mereka datang.
" Terserah kalian saja mau menggunakan apa saja, yang penting kalian rusak bagian punggung dan tengkuknya." Jawab Adji sambil memandang ke arah Shinta.
" Kalian bisa memakai benda-benda yang ada di dalam ruangan ini." Lanjut Adji lagi.
Sam kemudian membawa tongkat panjang dan martil yang ada di laci bawah meja. Dan tongkat yang ada di pojok ruangan itu.
" Tuan Rama dan Nona Shinta bisa menggunakan ini, sebagai senjata kalian." Kata Sam sambil menyerahkan kedua alat itu.
" Bagaimana kalau para Android itu menyerang kita dengan pistol?" Tanya Rama sambil melihat ke arah Sam.
" Tenang saja Tuan Rama. Senjata mereka sudah tidak ada, karena sejak kemarin semua pistol yang ada di mansion ini sudah disita oleh Tuan Muda." Jawab Sam sambil tersenyum ke arah Rama.
" Tapi tadi ada juga yang bawa pistol!" Bantah Shinta kepada Sam.
" Itu kemungkinan para Android yang baru tadi telah melakukan pergantian waktu kerja mereka." Jawab Sam lagi dengan nada suara meyakinkan agar kedua anak tuannya itu tidak takut atau panik saat berhadapan dengan para Android itu.
Alice berlari ke arah ruang keluarga Pandawa. Saat dia membuka pintu ternyata disana orang-orang sedang berkelahi dengan para Android tipe Bodyguard. Alice pun memberitahu lokasi kelemahan para Android itu.
" Kalian serang bagian punggungnya, agar sistem pengendalinya rusak!" Teriak Alice kepada orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.
Semua orang yang ada di sana, terkejut dengan informasi yang diberikan oleh Alice. Mereka pun akhirnya menyerang bagian punggung mereka, dan para Android itupun akhirnya jatuh dan tak bergerak lagi.
Semua para Android tipe Bodyguard itu dapat dikalahkan dalam waktu sepuluh menit. Alice pun mengajak Bisma dan Pandu untuk bersembunyi di tempat yang lebih aman. Sedangkan Dewa, Basudewa, dan Arjuna ikut melawan para Android yang ada di mansion.
" Alice, Adji sekarang berada dimana?" Tanya Bisma kepada Alice yang sedang menggandeng tangan Bisma dan Pandu sambil menaiki tangga menuju lantai tiga. Karena Alice tahu kalau tidak ada seorang pun yang pernah menginjakan kakinya di lantai tiga ini. Alice tahu tidak ada yang pernah memasuki lantai tiga ini karena banyaknya debu di lantai tiga itu.
" Tunggu Alice! Kita dilarang memasuki lantai tiga ini." Kata Bisma sambi menghentikan langkah kakinya. Begitu juga dengan Pandu, dia menghentikan langkah kakinya saat Alice menariknya menaiki anak tangga menuju lantai tiga.
__ADS_1
" Kenapa Kakek?" Tanya Alice penasaran sambil memandang kedua lelaki lanjut usia itu.
" Orang tua kami melarang kita semua untuk menaiki lantai tiga ini." Jawab Bisma sambil diam terpaku di tempatnya, begitu juga dengan Pandu dia juga diam saja di tempatnya.
" Memangnya kenapa, Kek? Orang tua kalian melarang menaiki lantai tiga ini?" Tanya Alice bertubi-tubi kepada Bisma dan Pandu, karena dia merasa penasaran.
" Kakek juga tidak tahu, kenapa? yang jelas, sejak dahulu semua anggota keluarga Pandawa dilarang naik ke lantai paling atas di mansion ini!" Jawab Bisma dan dibenarkan oleh Pandu.
" Kalau begitu, Kakek jangan pedulikan larangan orang tua yang sudah meninggal itu!" Ujar Alice kemudian kembali menarik Bisma dan Pandu dan menaiki anak tangga itu menuju ke lantai tiga.
Kini Alice sudah tiba di lantai tiga, dan mereka berjalan di lorong lantai itu. Di dinding tembok disana banyak terdapat banyak lukisan para pendahulu keluarga Pandawa. Alice berjalan sambil melihat pigura foto yang berukuran besar yang berjajar disana. Ternyata ada juga foto Bisma dan Pandu yang paling ujung di dinding tembok itu.
Bisma dan Pandu merasa heran, kenapa ada foto diri mereka yang terpajang di dinding itu.
" Siapa yang telah memajang foto kita disini?" Tanya Pandu kepada Bisma yang berdiri disampingnya.
" Tidak tahu, aku juga baru tahu ini. Apalagi aku juga tidak pernah menaiki anak tangga menuju lantai tiga ini!" Jawab Bisma sambil menyilangkan tangannya. Memberitahu kalau benar bukan dia pelakunya.
" Kalau begitu, siapa yang telah memasang foto kita disini?" Tanya Pandu kembali sambil menatap tajam kepada Bisma.
" Beneran bukan aku yang melakukan ini! Untuk apa juga aku melakukan semua ini!" Bantah Bisma dengan nada kesal terhadap saudara kembarnya itu.
Alice yang sejak tadi, diam saja . Kini menyunggingkan senyumnya. Melihat dua orang Kakek-kakek lanjut usia itu berdebat.
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
__ADS_1
TERIMA KASIH.