
Adji dan Sam yang melihat seorang laki-laki keluar dari gudang itu dan menuju ke mobil yang diparkir di dekat mansion. Terus mengawasinya, bahkan sudah mendapatkan no plat mobilnya dan sedang diselidiki pemilik mobil itu. Mereka tidak bisa melihat wajah laki-laki itu, karena dia selalu berjalan menunduk.
" Apa kalian sudah tahu siapa pemilik mobil itu?" Tanya Adji kepada anak buahnya.
" Sudah Tuan Muda, mobil itu milik Tuan Basudewa dari perusahaan Kurawa." Jawab seorang anak buah Adji yang tadi ditugaskan untuk mencari tahu pemilik mobil mencurigakan yang terparkir di dekat mansionnya.
" Apa! Basudewa?" Tanya Adji dengan nada terkejut.
" Benar, Tuan Muda." Jawab anak buah Adji.
" Jadi pemilik perusahaan Kurawa itu adalah Basudewa?" Tanya Adji pada dirinya sendiri.
" Aku baru mengetahuinya sekarang. Karena selama ini selalu asisten atau sekretarisnya yang hadir menggantikan dirinya itu. Bahkan banyak orang tidak tahu rupa CEO dari perusahaan Kurawa." Sam menjawab dari pertanyaan Adji tadi.
" Tapi sedang apa dia disana?" Tanya Adji lagi.
" Aku tidak tahu, tapi ini sangat mencurigakan!" Jawab Sam sambil melihat ke arah Adji meminta izin untuk datang ke gudang itu.
" Sebaiknya kita juga lihat kesana!" Ajak Adji sambil berdiri dari kursinya.
" Tuan Muda! Tuan Rama dan Nona Shinta sudah ada di dalam mansion!" Teriak salah satu anak buah Adji dibagian tim keamanan mansion.
" Apa! Benarkah?" Adji mendekat ke layar yang menangkap dua sosok anaknya yang keluar dari ruang perpustakaan dengan mengendap-endap.
" Mereka itu sudah membuat semua orang khawatir. Tapi lihat kelakuan mereka! Mereka itu mirip siapa sich?" Rutuk Adji gemas dengan anak-anaknya yang sudah membuatnya khawatir setengah mati saat tahu kalau mereka sudah diculik.
" Tentu saja dia mirip Tuan" gumam Sam dalam hati, tidak mau mengucapkannya secara langsung.
" Ayo Sam kita datangi dulu kedua anakku yang menggemaskan itu!" Adji mengajak Sam dengan nada penuh penekanan.
Kalau orang lain yang sudah membuatnya seperti itu, pasti akan langsung dimarahi dan dimaki olehnya. Tapi ini sama anaknya sendiri tidak berani.
Adji dan Sam berjalan dengan cepat masuk ke dalam mansionnya. Kemudian mencari Si Kembar ke kamarnya. Tetapi saat mereka akan melewati ruang keluarga, dilihatnya Alice sedang menangis sambil memeluk kedua anaknya itu.
Adji pun ikut bergabung dengan keluarga kecilnya itu. Tak lama datang Bisma dan kepala pelayan. Di ruangan itu kini sudah ada beberapa orang. Mereka mendengarkan cerita Si kembar saat mereka diculik siang tadi.
__ADS_1
" Kakek ada yang mau aku bicarakan, tapi hanya kita berdua! " Kata Adji sambil melihat ke arah Kakeknya itu.
" Apa itu sangat penting sekarang?" Tanya Bisma kepada Adji, karena dirinya masih ingin bercerita dengan Si Kembar.
" Iya, Kek. Ini sangat penting sekali." Jawab Adji dengan nada tegas.
*****
Bisma dan Adji kini berada di ruang kerja milik Bisma. Keduanya duduk berhadapan hanya terhalang oleh meja. Tanpa mereka berdua sadari kalau Rama dan Shinta sedang bersembunyi di lorong rahasia yang ada di ruang kerja Bisma, untuk mendengarkan pembicaraan Papa dan Kakeknya.
" Ada apa sampai-sampai kamu hanya ingin kita bicara berdua saja?" Tanya Bisma.
" Apa Kakek tahu kalau Paman Dewa punya kembaran?" Tanya Adji langsung pada intinya.
" Paman Dewa? Siapa dia?" Tanya Bisma lupa pada bodyguard-nya dahulu.
" Paman Dewa yang menjadi bodyguard aku waktu masih kecil!" Jawab Adji dengan kening yang berkerut karena sepertinya Kakeknya sudah lupa.
" Oh, Dewa. Memangnya dia punya kembaran?" Bisma lumayan terkejut dengan informasi yang diberikan oleh Adji.
" Benarkah? Tapi untuk apa mereka melakukan itu?" Tanya Bisma tak mengerti tujuannya.
" Untuk balas dendam kepada keluarga Kakek!" Jawab Adji dan itu membuat Bisma sangat terkejut.
" Balas dendam karena apa? Kakek merasa nggak pernah berbuat jahat kepada mereka. Atau tanpa sadar Kakek telah berbuat jahat pada mereka, ya?" Tanya Bisma lagi sambil mengingat-ingat kalau ada perbuatannya yang menyakiti orang lain.
" Ya, mereka ingin balas dendam kepada keluarga Pandawa. Karena mereka pikir karena keluarga Pandawa telah menghancurkan keluarganya." Terang Adji.
" Memangnya apa yang sudah keluarga kita lakukan kepada keluarga mereka?" Bisma merasa tak mengenal keluarga Dewa, sebelumnya. Siapa nama orang tua Dewa saja dia tidak tahu.
" Mereka berpikir kalau Kakek telah memperkosa anak gadis dari keluarganya sampai dia hamil dan melahirkan Si Kembar, Dewa dan Basudewa."
" Dan saat Kakak laki-lakinya meminta pertanggung jawaban Kakek. Katanya Kakek menolak melakukan itu dan membuat mereka marah. Apalagi keluarga mereka dihina oleh para tetangganya. Bahkan usaha satu-satunya milik mereka sampai bangkrut."
" Dan saat perempuan itu mau melahirkan, ternyata mereka harus melakukan operasi yang membutuhkan biaya yang besar. Dan kakak laki-lakinya, sekali lagi mendatangi Kakek untuk pinjam uang guna biaya operasi. Kali ini pun sama, Kakek menolak menolong mereka. Sehingga perempuan itu meninggal karena kurangnya peralatan yang bisa membantunya saat menjalankan operasi."
__ADS_1
" Akhirnya Kakak laki-lakinya itu ingin balas dendam pada keluarga Kakek yang sudah menghancurkan kehidupan keluarga kecil itu." Adji menyerahkan beberapa foto yang tadi di bawanya dari sana.
Bisma pun menelisik satu persatu foto-foto itu. Tapi Bisma tidak mengenal siapa mereka. Bahkan Bisma merasa belum pernah bertemu dengan mereka.
" Jujur Kakek tidak pernah merasa sekalipun dengan wanita ini atau wanita-wanita lainnya. Kakek hanya tidur dengan satu wanita saja yaitu istri Kakek, Anabella." Kata Bisma dengan jujur.
" Dan soal kedatangan laki-laki itu ke kantor perusahaan Pandawa. Kakek tidak pernah tahu ada kejadian seperti itu." Lanjut Bisma.
" Adji juga curiga, bukan Kakek orangnya."
" Adji malah curiga kalau Kakek Pandu orang yang sudah memerkosa gadis itu sampai hamil." Adji mengungkapkan dugaannya selama ini.
" Pandu, katamu!" Teriak Bisma tak percaya.
" Iya, Adji rasa kalau Paman Dewa dan Basudewa itu adalah anak dari Kakek Pandu." Ucap Adji.
" Tapi kenapa Pandu diam saja tak pernah bicara masalah ini kepadaku." Bisma memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.
" Adji nggak tahu, lebih baik kita tanya langsung kepada Kakek Pandu." Saran Adji kepada Bisma.
" Karena yang mereka tahu laki-laki yang sudah menghamili perempuan itu berasal dari keluarga Pandawa." Lanjut Adji lagi.
" Jadi selama ini mereka salah mengira kalau Kakek adalah ayah Dewa dan Basudewa?" Tanya Bisma dengan tatapan tak percaya.
" Iya, mereka menganggapnya begitu."
*****
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
TERIMA KASIH.
__ADS_1