Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 49


__ADS_3

  Adji dan Sam masih terlibat obrolan tentang keempat bodyguard yang dulu ditugaskan untuk menjaga Adji.


" Sam sebenarnya ada yang aneh yang menjadi pikiranku sejak beberapa hari kemarin." Kata Adji sambil menatap ke arah Sam.


" Apa itu Tuan Muda?" Tanya Sam penasaran.


" Kamu tahu Paman Dewa, salah seorang bodyguard penjaga ku dulu?" Tanya Adji sambil menyerahkan berkas laporan tentang Dewa yang ditulis oleh Sam beberapa hari yang lalu.


"Saya belum pernah bertemu dengannya, Tuan." Jawab Sam dengan jujur, karena dia kenal dan dekat dengan Adji ketika masuk sekolah menengah pertama.


" Aku rasa kamu pernah bertemu dengannya bahkan beberapa kali!" Adji merasa heran.


" Kapan aku pernah bertemu dengannya?" Tanya Sam sambil mengerutkan dahinya.


" Aku yakin kalian pernah bertemu, saat pertama kali kamu main kesini pun kalian bertemu kan!" Jawab Adji karena dia mengenalkan Sam kepada Dewa.


" Terus saat Paman Dewa menjemput aku dirumah kamu juga, kalian bertemu!" Lanjut Adji.


" Tuan Muda sungguh, aku tidak tahu kalau pernah ada kejadian seperti itu?" Sam kekeh pada pernyataannya.


" Sam, apa kamu juga mengalami lupa ingatan?" Tanya Adji penuh selidik.


" Nggak! Aku masih bisa mengingat dengan jelas masa kecilku dengan baik. Saat pertama bertemu dengan Tuan Muda pun aku masih ingat." Jawab Sam dengan menganggukan kepalanya yakin.


" Ini aneh, jelas-jelas aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri! Kalau kalian pernah bertemu," Kata Adji kukuh dengan kata-katanya.


" Ah sudahlah, nanti kamu juga akan mengingatnya sendiri!" Adji mengibas-ibaskan tangannya.


" Kembali ke pembicaraan awal tadi, yaitu hal aneh tentang Paman Dewa." Kata Adji.


" Jadi apanya yang aneh Tuan Muda?" Tanya Sam.


" Beberapa hari sebelum kejadian penculikan itu, Paman Dewa memberikan aku sebuah alat pelacak dan penyadap plus rekaman. Bila terjadi sesuatu kepadaku, alat itu harus digunakan agar aku bisa menghubungi pusat tim keamanan mansion. Jadi mereka akan cepat bergerak dalam ambil tindakan." Adji menarik nafasnya sejenak.


" Ini membuktikan kalau Paman Dewa tahu aku akan diculik atau dia tahu akan ada kejadian seperti ini!" Jawab Adji.


" Jadi maksudnya kalau Dewa juga sebenarnya terlibat atas kejadian itu, walau dirinya tidak ada ditempat kejadian?" Dugaan Sam.


" Ya, aku yakin dia tahu, tapi kenapa juga dia memberikan alat dan nasehat kepadaku. Akhirnya rencana mereka gagal." Kata Adji sambil melihat Sam yang sedang manggut-manggut.


" Pikiranku adalah Dewa yang merupakan  salah anggota bodyguard Tuan Muda, itu tidak ingin terjadi apa-apa kepada Tuan Muda. Tapi dia juga nggak bisa mengkhianati rekan-rekannya. Apa para bodyguard itu punya dendam dengan Tuan Muda?" Sam balik menatap Adji.

__ADS_1


" Mungkin saja, dan satu hal tentang Dewa, ternyata dia adalah merupakan salah satu anggota keluarga Pandawa yang keberadaannya dirahasiakan." Kata Adji dengan nada ditekankan.


" Maksudnya, anak hasil diluar nikah?!" Sam sungguh terkejut saat mendengar perkataan Adji.


" Ya, dan aku curiga. Dewa itu anak Kakek Bisma, karena dalam buku harian milik Papa disebutkan kalau mereka itu saudara kandung." Adji menundukkan kepalanya sesaat.


" Bisa saja itu anak Tuan Besar Pandu, beliau juga keluarga Pandawa." Kata Sam asal jeplak.


" Tapi wajah Paman Dewa, mirip dengan Kakek Bisma." Kata Adji.


" Bukannya Tuan Besar Bisma dan Tuan Besar Pandu itu saudara kembar? Wajarlah bila ada keponakan yang mirip dirinya?" Sam menduga dengan berbagai kemungkinan.


" Sudahlah nggak usah urus dulu masalah anak siapa Paman Dewa ini. Sekarang aku ingin mencari informasi tentang Guntur Bumi, minta kepada polisi untuk melakukan membongkar makamnya. Periksa apa benar kuburan itu isinya milik Guntur, karena dia mempunyai dua gigi palsu. Periksa kebenaran itu Sam." Pinta Adji.


" Baiklah Tuan Muda, apa ada yang lainnya lagi?" Tanya Sam sambil berdiri.


" Sebenarnya masih ada satu lagi. Aku juga ingin melakukan pembongkaran makam Paman Dewa. Tapi tempatnya berjauhan dengan tempat makamnya Guntur Bumi." 


" Biar aku saja yang turun untuk masalah ini!" Kata Adji sambil berdiri dan berjalan mengambil telepon genggamnya yang berada di atas meja rias.


    Sam pun keluar dari kamar Adji dan langsung menuju kantor polisi untuk menjalankan tugas yang diminta oleh Adji. Sedangkan Adji menelepon temannya yang merupakan kepala kepolisian wilayah kota Ruby. Tempat Dewa di kebumikan.


*****


" Hai, Adji. Sudah lama kita tidak bertemu!" Seorang lelaki berseragam polisi menghampiri Adji dan Alice.


" Kenapa kamu tidak datang ke acara pernikahanku?" Tanya Adji sambil melakukan salam khas jaman anak sekolahan dahulu, yaitu adu kepal.


" Kamu itu menikahnya mendadak, dan aku sedang menemani istriku yang sedang mengalami kontraksi karena mau melahirkan." 


" Kenalkan ini istriku, Alice!"


" Halo, senang bisa bertemu dengan anda Nyonya Pandawa! Kenalkan nama saya, David." Mereka berdua pun berjabat tangan.


" Aku sudah menyiapkan segala keperluannya. Dan untuk apa kamu membongkar makam orang yang dulu pernah menjadi bodyguard kamu?" Tanya David.


" Aku ingin memastikan apa benar yang dikubur ini adalah Paman Dewa!" Kata Adji.


    Ada beberapa orang disana, tim yang menggali kuburan dan tim yang mengawasi.


" Apa benar sudah tidak ada lagi kerabat dari Paman Dewa?" Tanya Adji kepada David.

__ADS_1


" Ya, menurut catatan kependudukan semuanya sudah tidak ada!" Jawab David sambil melihat ke arah para penggali kuburan.


" Apa aku bisa minta data lengkap riwayat hidup semua anggota keluarganya?" Tanya Adji lagi. Dan David pun mengalihkan penglihatannya ke arah Adji.


" Maksudnya?" Tanya David, karena untuk apa Adji ingin mengetahui data dari orang-orang yang sudah meninggal dunia itu.


" Aku ingin tahu tentang Ayah, Ibu, Paman, Kakek, Nenek, dan kerabat lainnya dari Paman Dewa." Jawab Adji dengan tatapan tajamnya.


" Baiklah akan aku kirimkan semua data-datanya dari anggota keluarga Dewa." David menuruti keinginan Adji.


" Sebenarnya ada apa sich? Sampai-sampai kamu melakukan semua ini!" David menatap kearah Adji dan meminta penjelasannya.


     Adji pun menceritakan kisah hidupnya yang selalu diincar nyawanya oleh orang-orang disekitarnya. Dia ingin tahu penyebab utama kenapa mereka berusaha selalu mengincar dirinya, bukan Arjuna. Karena dia juga merupakan anggota keluarga Pandawa. Arjuna juga merupakan ahli waris keluarga Pandawa dari pihak Pandu.


" Pak, kerangka tengkoraknya sudah dimasukan ke dalam peti." Kata salah seorang polisi bawahan David.


" Terima kasih. Saya akan membawanya ke laboratorium milik keluarga Pandawa." Kata Adji.


*****


Disebuah ruangan yang mewah, seorang lelaki mengangkat teleponnya yang berbunyi.


" Ada apa!" Katanya begitu menerima panggilan teleponnya.


" Tuan, ada masalah. Makam milik Dewa barusan telah dibongkar oleh kepolisian atas permintaan Tuan Muda Adji." Kata orang di balik telepon.


" APA!!!"


" Meraka sungguh tidak punya hati! Bahkan sampai makam orang yang sudah lama mati pun diobrak-abrik!" Kata lelaki itu marah dan memukul meja di depannya.


" Tak akan aku biarkan!!!" Lelaki itu pun keluar dari ruangannya setelah menutup teleponnya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


BUNGA ATAU KOPI JUGA, ITU MEMBUAT AKU SENANG.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2