Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 51


__ADS_3

   Bima membawa kerangka tengkorak itu ke dalam laboratorium milik Pandawa. Tadi Adji sudah meminta Max, untuk melakukan pemeriksaan identitas dari kerangka tengkorak itu. Kini Bima dan Max masuk di sebuah ruangan. Dan Sam sudah menunggunya disana.


" Apa dua kerangka ini yang akan kita periksa identitasnya?" Tanaya Max kepada Sam dan Bima.


" Ya, dan kalau bisa hasilnya hari ini!" Kata Bima sebagai jawaban dari pertanyaan Max.


" Kalian pikir ini seperti membuat kue yang bisa satu hari selesai!" Bentaknya kepada kedua kaki tangan milik Adji.


" Hei tes DNA dulu, baru periksa kerangka tengkoraknya!" Balas Sam.


" Ambil rambutnya dari kedua tengkorak itu, lakukan dengan cepat. Buat apa punya peralatan canggih kalau tidak bisa melihatkan hasilnya dengan cepat." Kata Bima dengan nada tegasnya. Karena sehari-harinya dia berhadapan dengan lawan atau rekan bisnis Adji. Jadi bicaranya pun begitu.


" Oke. Masalah tes DNA bisa cepat. Tapi memeriksa kerangka tengkorak itu perlu waktu tidak bisa dilakukan dengan cepat!" Max mulai gusar dengan perintah mereka berdua.


" Tidak perlu waktu lama, aku sudah punya data orang-orang yang diinginkan oleh Tuan Muda. Cocok tidak kerangka tengkorak ini dengan data orang yang dicari oleh Tuan Muda." Kata Sam sambil menyerahkan dua dokumen kerangan Max.


" Selanjutnya baru kamu periksa kerangka tengkorak itu sesuai penelitian kamu." Lanjut Sam.


" Kalian berdua itu sama persis dengan atasan kalian suka memerintah, ingin hasilnya yang cepat dan akurat, memaksa dan menekan aku, tidak peduli aku sedang apa!" Kata Max bersungut-sungut.


    Max mengambil sampel rambut kedua tengkorak itu. Dan dia memasuki salah satu ruangan yang lainnya. Max di bantu oleh dua orang asistennya. Sambil menunggu hasil tes DNA tengkorak itu. Max membaca dokumen yang diberikan oleh Sam tadi dengan sangat cepat. Kemudian dia mendatangi ruangan tempat Sam dan Bima berada. Max mulai memeriksa kerangka tengkoraknya sambil memegang kertas laporan dan bolpoin, dia menuliskan tanda-tanda dan bentuk dari tulang-tulang tengkorak itu. Susunan gigi, retakan atau bekas patah tulang yang ada di kerangka tengkorak itu. Tinggi badan, panjang ruas tulang jari-jarinya tangan dan kakinya, perkiraan lingkar kepalanya, dan perkiraan usia dari tengkorak itu.


    Sam dan Bima hanya diam memperhatikan Max sedang bekerja. Mereka tidak ingin mengganggu konsentrasinya. Telepon Sam berdering, dan terlihat nama yang melakukan panggilan terhadapnya. Ternyata kepala pelayan mansion yang meneleponnya.


" Apa apa, Pak?" Tanya Sam sambil ke luar ruangan itu.


" Saya mau melaporkan kalau Tuan Rama dan Nona Shinta, tidak ada di sekolah. Mereka menghilang, sejak waktu jam istirahat." Lapornya dengan nafas tersendat-sendat.


" Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Sam panik.


" Barusan gurunya menelepon, kalau kedua anak kembar itu tidak masuk kelas setelah jam istirahat berakhir." Terdengar tarikan nafasnya yang kasar dari Kepala Pelayan itu.


" Makannya pihak sekolah menelepon, tentang keberadaan Si Kembar." Lanjut Kepala Pelayan.

__ADS_1


" Baiklah, sekarang minta tim keamanan melacak keberadaan Si Kembar lewat jam tangan atau sabuknya." Perintah Sam.


" Aku akan pergi kesana setelah diketahui lokasinya." Lanjut Sam berusaha tenang.


    Setelah mematikan panggilan telepon dari Kepala Pelayan. Sam berjalan masuk kembali keruangan tadi. Dan memberitahu Bima keadaan yang menimpa Si Kembar.


" Kalau begitu aku ikut sama kamu!" Ajak Bima langsung berdiri dari kursi yang didudukinya barusan.


" Tidak! Kamu disini saja awasi keadaan disini!" Perintah Sam.


" Biar aku dan para bodyguard Android saja yang pergi mencari Si Kembar." Kata Sam sambil beradu pandang dengan Bima. Agar Bima tahu kalau saat ini keadaan sedang mulai memanas.


" Baiklah. Tapi apa Tuan Muda sudah tahu kalau kedua anaknya telah hilang?" Tanya Bima.


" Tidak perlu kita beritahu pun dia pasti sudah tahu kalau anaknya tidak ada di sekolahnya." Jawab Sam.


" Maksudnya?" Tanya Bima tidak mengerti.


" Kalau kedua bocah kembar itu diculik. Pasti pelakunya sudah memberitahu Tuan Muda!" Jawab Sam.


" Ya, kamu benar. Aku pergi dulu!" Pamit Sam.


" Hati-hati jangan terbawa emosi!" Teriak Bima.


" Ada apa dengan Sam?" Tanya Max yang masih berkutat dengan kerangka tengkoraknya.


" Katanya ada yang menculik Si Kembar. Mereka berdua menghilang waktu jam istirahat di sekolah." Kata Bima sambil berjalan ke arah Max yang sedang memeriksa tulang tengkorak yang di duga milik Dewa.


" Bima, apa kamu tahu siapa yang selalu mencoba ingin membunuh Adji?" Tanya Max penasaran.


" Entahlah yang pasti dia orang yang selalu tahu tentang keberadaan Adji." Jawab Bima dengan santai seolah tidak tahu siapa mereka.


    Max menghentikan sejenak pekerjaannya. Kemudian melihat ke arah Bima yang ikutan memeriksa kerangka tengkorak.

__ADS_1


"Apa dia orang terdekat Adji?" Tanya Max dengan wajah tak percaya.


" Mungkin saja. Karena aku sendiri juga tidak tahu." Jawab Bima sambil mengambil beberapa foto kedua tulang tengkorak itu lewat handphonenya. Kemudian dia mengambil gambar lewat video. Dan mengirimkannya kepada Abimanyu.


Kini keduanya terdiam asik dengan kesibukannya masing-masing. Max sedang memeriksa tulang tengkorak yang di duga Guntur Bumi. Max beberapa kali mengerutkan keningnya. Saat mencocokkan data dari laporan miliknya dengan data milik Guntur Bumi yang diberikan oleh Sam tadi.


" Hei, Bima apa kamu tahu? Kalau kedua kerangka tengkorak ini. Keduanya tidak sesuai dengan data yang ada di dokumen tadi." Kata Max begitu selesai mencocokan data dengan tulang kerangka dari kedua tengkorak itu.


" Maksudnya, bahwa kedua tengkorak ini bukan Dewa dan Guntur Bumi?!" Tanya Bima dengan nada terkejut.


" Iya, kamu benar. Kalau identitas kedua tulang tengkorak ini bukan mereka berdua. Mereka bukan orang yang kalian cari." Jawab Max sambil menunjukan data miliknya dengan milik Sam tadi.


    Bima pun membaca hasil laporannya, dan membandingkan laporan milik Max dan milik Sam. Bima hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


" Kenapa?" Tanya Max saat melihat reaksi Bima ketika membaca hasil laporannya.


" Ini sesuai dengan yang dipikirkan oleh Tuan Muda Adji." Bima menyerahkan kembali hasil laporan itu kepada Max.


" Kalau isi dari kuburan itu bukan mayat asli dari para bodyguard yang dulu ditugaskan menjaga Tuan Muda." Bima menjelaskan apa yang menjadi dugaan Adji.


" Jadi maksudnya mereka mengubur mayat palsu?" Tanya Max dengan matanya terbelalak karena terkejut.


" Ya, mereka melakukan itu untuk menyembunyikan dirinya. Biar semua orang menyangka kalau mereka sudah mati. Padahal mereka masih hidup di suatu tempat." Jawab Bima dengan senyum bibirnya terangkat sebelah.


" Untuk apa mereka melakukan itu?" Tanya Max penasaran.


" Mungkin untuk memuluskan tujuan mereka!" Jawab Bima sambil mengangkat kedua bahunya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


BUNGA ATAU KOPI JUGA ITU MEMBUAT AKU TAMBAH SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.


__ADS_2