
Adji dan Sam terkejut dengan pengakuan Dewa tersebut. Bahwa dia mempunyai kemampuan memanipulasi ingat seseorang.
"Apa Paman Dewa pernah melakukan itu juga padaku?" tanya Adji.
"Ya, setelah kejadian penculikan itu, Tuan mengalami trauma. Setiap malam anda selalu menangis histeris, makannya saya dan tuan Sadewa, sepakat untuk menghapus ingatan itu dari anda," jujur Dewa dengan apa yang dulu dia pernah lakukan.
"Oh, jadi aku juga merupakan salah seorang korban dari kemampuan Paman?" Adji tersenyum miring, merasa kesal karena dirinya pernah menjadi korban yang dicuci otaknya.
"Tidak ada pilihan lain! Itu kami lakukan demi kebaikan Tuan Muda!" jelas Dewa.
"Guntur apa cuma itu alasan hari ini melakukan serangan hari ini?" tanya Dewa sambil mendekat ke arah Guntur Bumi.
"Iya aku melakukannya hanya untuk balas dendam," jujur Guntur Bumi sambil mendekat ke arah Dewa sambil mengacungkan pistolnya.
Sam pun berjalan ke hadapan Adji untuk melindunginya dari serangan Guntur Bumi.
*****
Sementara itu di tempat Alice, Bisma, dan Pandu yang masih berada di dalam kamarnya Batara. mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Kepala Pelayan mansion Pandawa.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Bisma kepada pelayan itu, yang sedang berdiri di depan pintu kamar.
"Maaf, Tuan Besar. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang menjadi amanat yang diemban oleh para Kepala Pelayan dimension Pandawa ini. Yaitu harus menceritakan kejadian yang sebenarnya yang telah terjadi di lantai atas ini," jawab Kepala Pelayan sambil menundukkan kepalanya di hadapan mereka.
Alice, Bisma, dan Pandu, terdiam dan saling pandang, saat Kepala Pelayan itu bicara.
"Memangnya siapa yang telah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat itu?" tanya Bisma sambil menatap tajam ke arah kepala pelayan.
"Tuan besar Krisna, yang mengamanatkan pertama kali kepada Kepala Pelayan, dan harus diteruskan kepada orang yang menjabat sebagai Kepala Pelayan selanjutnya," jawab kepada pelayan itu.
__ADS_1
Kemudian kepala pelayan itu pun menceritakan kejadian tragis yang terjadi pada malam itu. Dimana ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai kakak dari kekasih Tuan Batara, datang ke mansion ini sambil marah-marah, dan menerobos masuk ke dalam kamar tuan Batara. Saat itu kekasihnya Tuan Batara lah yang tinggal di dalam kamar ini. Ketika Kakak laki-lakinya itu ingin membunuh Tuan Batara, kekasihnya Tuan Batara mencoba untuk melindunginya.
*****
Sementara itu Basudewa sedang berkelahi melawan para Android tipe Bodyguard. Dia dibantu oleh Candra, Indra, dan Bima.
"Sebenarnya para Android ini ada berapa jumlahnya? Kenapa tidak habis-habis dari tadi?!" tanya Basudewa kepada mereka.
"Tidak tahu, karena kami tidak menghitungnya!" jawab Bima sambil memukul punggung salah satu Android itu.
"Selain jumlahnya banyak, para Android ini memiliki kemampuan berkelahi begitu baik!" kata Basudewa.
Setelah mereka mengalahkan semua para Android itu. Kini mereka semuanya berlari menaiki anak tangga menuju ke lantai paling atas.
Begitu mereka sampai di lantai atas, mereka dikejutkan dengan pemandangan dimana Sam dan Dewa sedang menodongkan pistolnya ke arah seorang laki-laki.
"Hai, kawan lama senang berjumpa lagi denganmu!" kata Guntur Bumi kepada Basudewa yang baru tiba di sana.
"Jadi apakah sekarang kamu akan mengakhiri balas dendam mu terhadap keluarga Pandawa?!" tanya Guntur Bumi sambil tersenyum merendahkan.
"Tidak, aku menyesal telah melakukannya. Karena dahulu hatiku tertutup oleh rasa dendam." jawab Basudewa sambil menatap tajam ke arah Guntur Bumi.
"Oh, sayang sekali! Ternyata tujuan kita sekarang berseberangan," kata Guntur Bumi sambil tertawa terkekeh.
Guntur Bumi pun mengarahkan kedua tangan yang memegang pistol kepada Dewa dan Basudewa. Dalam waktu sekejap dia menembakkan pistol itu ke arah kedua saudara kembar itu, secara beruntun.
Namun keduanya bisa menghindari peluru yang ditembakkan oleh Guntur Bumi. Di waktu yang bersamaan, Sam juga menembakan pistolnya ke arah kedua tangan Guntur Bumi yang memegang pistol. Bima pun langsung menghajar Guntur Bumi sampai tidak bisa bangun lagi.
Akhirnya Guntur Bumi pun dapat ditangkap dan diikat di sebuah kursi kayu. Rama dan Sinta yang sejak tadi bersembunyi di perpustakaan, mereka telah menghubungi pihak kepolisian dan tentara negara Zamrud. agar mereka semua mengirimkan personilnya ke mansion Pandawa saat ini juga.
__ADS_1
Tidak sampai duapuluh menit mansion Pandawa telah dikepung oleh polisi dan tentara gabungan negara Zamrud. Basudewa menyerahkan dirinya sendiri kepada kepolisian sedangkan Guntur Bumi dilaporkan oleh pihak Adji. Kalau Dewa, semua keluarga Pandawa tidak mempermasalahkannya. Karena dia melakukannya demi kebaikan anggota keluarga Pandawa, atas perintah Sadewa. Pandu juga mau mengakui Dewa dan Basudewa sebagai anaknya.
Keluarga besar Pandawa kini akhirnya bisa berkumpul kembali di ruangan keluarga Pandawa yang telah hancur semua perabotannya. Keadaan mansion Pandawa sungguh benar-benar hancur berantakan.
Anji yang kini sedang duduk di samping Alice dan anak-anaknya di sofa. Tangannya tak berhenti mengelus perut alis yang sudah mulai membuncit.
"Untung, anak Papa kuat!" Kata Adji sambil tersenyum.
"Tentu saja karena bibit Pandawa selalu unggul,"ujar Bisma penuh kebanggaan. Orang-orang yang ada disama hanya bisa tertawa melihat Tuan Besar yang setipe dengan Tuan Mudanya.
"Istriku, kamu tadi bersama siapa?" tanya Adji kepada Alice sambil merapikan rambut istrinya yang berantakan.
"Awalnya aku bersama para koki di dapur. Kemudian aku mencarimu, saat perjalanan menuju kesini, aku bertemu beberapa Android yang menyerangku. Untungnya dulu aku sudah diberi tahu tentang kelemahan para Android itu," Alice tersenyum dan menatap wajah Adji yang masih terlihat kelelahan.
"Wah, hebatnya istriku ini. Kamu menang benar-benar wanita super!" teriak Adji penuh kekaguman kepada Alice.
Alice yang mendengar pujian dari suaminya itu hanya bisa tersipu malu. Apalagi dia tadi melakukan itu secara serampangan. Bahkan sampai lupa kalau sedang hamil. Untungnya barusan setelah di cek oleh dokter, ternyata kondisi bayi dalam keadaan baik-baik saja.
"Badanku terasa sakit dan remuk, aku ingin berendam dengan air panas," kata Adji sambil menarik tangan Alice dan menggandengnya menuju kamar mereka.
Mansion Pandawa yang mengalami rusak parah adalah bagian ruang bawah tanah, atau laboratorium yang dibangun oleh Adji untuk tempat membuat para Android. Kemudian taman halaman yang tertata taman, hampir semua rusak hanya sebagian kecil yang masih dalam keadaan baik. Serta lantai satu ini, hampir semua ruangan mengalami kerusakan walau masih bisa diperbaiki. Lantai dua hanya sebagian kecil itu juga hanya barang-barang furniture saja.
Sedangkan semua kamar tidur masih dalam keadaan baik. Seperti sekarang Adji sedang berendam air panas yang telah dicampur dengan aroma terapi, itu membuat rileks badannya. Adji berendam ditemani oleh Alice. Adji juga meminta Alice jangan terlalu lelah baik badannya atau pikirannya.
*****
Mampir ke karya baru aku, ya !!!!
__ADS_1