Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 62


__ADS_3

     Adji dan Sam sudah sampai ke ruang bawah tanah. Disana keadaan sudah sangat kacau beberapa Android tipe pekerja pembantu milik Abimanyu ada beberapa yang sudah rusak dan ada yang masih baik-baik saja. Bahkan kini mereka berhasil mengambil alih kuasa di ruang CCTV milik Abimanyu. Sedangkan Abimanyu sendiri sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan bersimbah darah di tubuhnya.


    Melihat kedatangan Adji dan Sam, para Android itu langsung menyerang mereka berdua. Adji pun langsung membantingnya, dan saat itu juga langsung menghancurkan alat pengendali yang ada di punggungnya. Seketika itu juga Android itu langsung mati.


" Sam tanganmu para Android disini! Aku akan masuk ke ruang pengendali!" Teriak Adji kepada Sam, sambil berlari ke ruang pengendali yang ada di paling ujung.


    Adji pun masuk kedalam ruangan itu, dan melihat ada seseorang yang berhasil membobol sistem keamanan miliknya. Adji pun berusaha mengembalikan lagi, pengendali sistem keamanannya. Dengan kecepatan jari-jari tangannya yang lincah menari di atas keyboard komputer miliknya. Ada beberapa komputer di hadapannya. Dan Adji dengan cepat bisa memulihkan sistem keamanannya dalam keadaan semula.


" Siapa orang yang sudah bisa membobol sistem yang aku buat, ya?" Tanya Adji pada dirinya sendiri, masih dengan mengawasi kerja sistem keamanan miliknya.


" Aku harus makin memperkuat sistem keamanan aku ini!" Adji bermonolog sendiri, dengan tangan yang masih lincah menari di papan keyboard.


    Adji membuat sistem keamanan yang baru untuk mencegah kembali terjadinya kebobolan seperti ini. Disaat Adji baru saja menyelesaikan sistem keamanan barunya. Sam masuk ke dalam ruangan itu.


" Tuan Muda, ada yang aneh dengan para Android itu!" Teriak Sam saat memasuki ruang pengendali.


" Kenapa Sam!" Adji terkejut dengan kedatangan Sam yang tiba-tiba sambil berteriak. Itu membuat dirinya sangat terkejut.


" Para Android itu masih saja melakukan serangan!" Dengan nafas terputus-putus Sam memberitahu.


" Maksudnya apa? Aku kan sudah berhasil mengambil alih kembali sistem keamanan disini!" Pekik Adji sambil berdiri di kursinya, sampai-sampai kursinya terjatuh.


" Entahlah sepertinya mereka terkena virus?" Balas Sam sambil sesekali mengawasi keadaan di luar pintu.


" Kita juga harus pergi ke laboratorium Android, jangan sampai para Android yang masih baru juga ikut kena virus itu!" Ajak Adji kepada Sam, kemudian mereka berlari menuju sebuah ruangan yang lebih bawah lagi. Mereka berdua memasuki lift menuju ruang bawah tanah, tempat para Android dibuat.


    Begitu mereka sampai, orang yang bagian mengawasi para Android, sedang mengendalikan komputer-komputer yang ada di hadapannya. Jari-jarinya lincah mengatur ulang sistem para Android itu.

__ADS_1


" Ada apa?" Tanya Adji pada orang itu, yang sedang sibuk dengan komputernya.


" Ada yang mencoba mengambil alih sistem keamanan dan pengendali para Android?" Jawabnya tanpa menoleh ke Adji, karena dia terlalu sibuk mengendalikan sistem di komputernya. Dan dia tidak bisa mengambil alih, malah musuhlah yang berhasil mengambil alihnya.


    Suara kadaan darurat berbunyi nyaring disana. Dan para Android itu mulai menyala.


" Gawat! Ayo kita tinggalkan tempat ini!" Teriak Sam kepada Adji saat dia melihat sambungan kabel-kabel yang menghubungkan Android dengan komputer utama sudah mulai lepas satu persatu. Itu tandanya Android itu mulai akan bergerak sesuai dengan sistem yang diberikan untuknya.


" Sial!" Adji memukul meja tempat komputer itu berjajar.


" Kita hancurkan dulu ruang laboratorium ini!" Perintah Adji.


" Tapi Tuan Muda, itu akan sangat berbahaya!" Pekik Sam tidak setuju dengan perintah Adji.


" Tidak ada pilihan lainnya lagi!" Adji menekan tombol bom penghancur yang sengaja dia ciptakan kalau ada keadaan darurat seperti sekarang.


    Saat mereka akan mencapai pintu pertahanan yang dibuat dari bahan baja, terdengar bunyi ledakan yang sangat keras bertubi-tubi, dari ruang laboratorium tadi. Saking kerasnya ledakan dari bom-bom itu membuat semua bangunan mansion bergetar. Itu malah membuat panik semua orang disana.


    Adji hampir terlambat masuk ke dalam lift, karena lari paling belakangan. Untungnya Sam mengulurkan tangannya ke arah Adji, kemudian menariknya dengan kuat begitu Adji masuk pintu otomatis itu tertutup rapat. Sehingga api yang dari laboratorium itu tidak akan masuk ke ruangan bagian atas bagunan itu.


" Ayo, kita harus kembali lagi ke atas!" Ajak Adji sambil berlari ke arah lift.


*****


    Alice yang berlari ke arah ruang keluarga, untuk mencari Adji. Malah dihadang oleh dua Android tipe Bodyguard. Alice agak panik saat berhadapan dengan mereka. Menghadapi Android tipe Pelayan saja sulit apalagi tipe Bodyguard, yang memang sudah dirancang untuk bisa berkelahi.


" Tenang Alice, tenang. Mereka punya kelemahan, ayo rusak bagian itu!" Alice berbicara sendiri, menyemangati dirinya.

__ADS_1


    Alice bergerak berlari mengitari meja, saat dua Android itu akan menyerangnya. Sambil menghindar, Alice matanya terus bergerak mencari alat yang bisa dipakai untuk senjata. Ketika matanya menangkap tempat stik golf yang berada di sudut ruangan itu. Alice cepat-cepat berlari ke arah sana, dan mengambil dua buah stik golf.


    Saat kedua Android tipe Bodyguard itu menyerang, Alice cepat-cepat menunduk kemudian dia mendorong kedua Android itu menggunakan kekuatan tangannya menggunakan tenaga yang lumayan kuat. Sampai-sampai kedua Android itu terdorong sangat jauh, bahkan sampai menabrak lemari hias disana. Alice dengan segera menghampiri kedua Android yang masih terkapar di lantai itu. Kemudian dia memukul bagian pengendali sistemnya sampai rusak. Akhirnya Alice pun bisa mengalahkan kedua Android tipe Bodyguard itu secara bersamaan.


    Alice berlari lagi menuju arah ruang keluarga, dan lagi-lagi langkahnya dihadang oleh lima Android tipe Bodyguard dan tipe Pelayan. Alice yang merasa sudah terkepung, bingung minta bantuan kepada siapa. Dilihatnya arah luar jendela, ternyata para Tim Keamanan mansion Pandawa, juga sedang bertarung melawan para Android itu.


" Tenang Alice, kalahkan satu persatu. Mulai dari yang mudah dulu, kira-kira yang bisa dikalahkan." Alice memasang kuda-kudanya, siap menghajar para Android itu menggunakan jurus angin ribut. Alice secara membabi buta menyerang para Android, karena mereka menyerang Alice secara bersamaan.


" Hei, kalian curang! Sudah main keroyokan, menyerangnya juga bersamaan!" Alice sewot karena itu diluar dugaannya, saat mendapat serangan secara bersamaan dari lima Android itu.


" Kalau berani sini satu-satu lawannya!" Teriak Alice sambil menghindari serangan dua Android tipe Bodyguard. Saat posisi Alice berada di belakang mereka. Dengan cepat Alice memukulkan stik golf ke arah punggung kedua Android itu, hingga hancur alat sistemnya.


" Lumayan dua sudah dikalahkan, tinggal tiga lagi!" Alice masing pasang kuda-kudanya posisi siap menyerang dan bertahan secara bersamaan.


    Saat Android tipe Bodyguard akan menyerangnya. Alice menendang tubuhnya sampai terpental lumayan jauh. Dan kedua tangan itu mengayunkan stik golf ke arah tengkuk kedua leher Android tipe Pelayan. Kemudian kedua Android itu patah leher kepalanya.


" Tuh, rasakan. Berani-beraninya kalian main keroyokan." Alice merasa puas saat bisa mengalahkan empat Android yang tadi menyerangnya.


    Alice mengalihkan perhatiannya kepada Android tipe Bodyguard, yang tadi berhasil ditendangnya. Kini masih terbaring di lantai. Maka Alice pun mendatanginya, kemudian di pukulnya Punggul Android itu, sampai hancur alat pengendali sistemnya.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA MUMPUNG HARI SENIN.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2